Alat gratis - tanpa daftar

Kalkulator Kalori Harian (BMR dan TDEE)

Hitung kebutuhan kalori harianmu memakai rumus BMR Mifflin-St Jeor. Kalkulator ini menampilkan BMR, TDEE, target defisit dan surplus, plus rincian protein, karbohidrat, dan lemak. Semua penjelasan rumus, faktor aktivitas, dan contoh hasilnya ada di halaman ini sehingga kamu tahu angka itu datang dari mana.

Kebutuhan kalori harian (TDEE)
2.228kalori / hari untuk menjaga berat
Makronutrien pada target pemeliharaan
122 gProtein
296 gKarbohidrat
62 gLemak
BMR (metabolisme basal)1.620 kkal
Defisit (turun berat, ~-20%)1.782 kkal
Surplus (naik massa, ~+10%)2.451 kkal

// rumus Mifflin-St Jeor + faktor aktivitas. Angka ini estimasi awal, sesuaikan dengan respons tubuh selama 2-3 minggu.

Cara kalkulator BMR dan TDEE ini menghitung kebutuhan kalori

Perhitungan dimulai dari BMR, yaitu perkiraan energi minimum yang tubuh pakai saat beristirahat penuh untuk bernapas, mengedarkan darah, menjaga suhu, dan menjalankan organ. Angka BMR belum memasukkan apa pun yang kamu lakukan sepanjang hari, termasuk berjalan ke kantor, mengurus rumah, atau latihan beban. Setelah BMR didapat, kalkulator mengalikannya dengan faktor aktivitas sehingga menghasilkan TDEE, yaitu perkiraan total energi yang kamu pakai dalam satu hari biasa.

Karena keduanya sering tertukar, ingat pembagian ini: BMR menjawab kebutuhan saat tubuh diam, TDEE menjawab kebutuhan harian setelah aktivitas diperhitungkan. Untuk menjaga berat badan, patokanmu adalah TDEE, bukan BMR. Menyamakan asupan harian dengan BMR berarti kamu makan seolah-olah sepanjang hari hanya berbaring.

Rumus BMR Mifflin-St Jeor yang dipakai kalkulator ini

Rumus yang dipakai adalah Mifflin-St Jeor, yang diterbitkan Mifflin dan rekan di American Journal of Clinical Nutrition tahun 1990. Rumus ini memperkirakan pengeluaran energi istirahat dari berat badan, tinggi badan, usia, dan jenis kelamin, dan sampai sekarang jadi salah satu persamaan prediksi yang paling umum dipakai di praktik gizi untuk populasi dewasa sehat.

Untuk pria, kalkulator menghitung 10 dikali berat dalam kilogram, ditambah 6,25 dikali tinggi dalam sentimeter, dikurangi 5 dikali usia dalam tahun, lalu ditambah 5. Untuk wanita bagian terakhir diganti menjadi dikurangi 161. Hasilnya dinyatakan dalam kilokalori per hari, satuan yang sama dengan angka kalori di label kemasan makanan.

Contoh perhitungan manual

Pria 28 tahun, tinggi 172 cm, berat 68 kg. Hitungannya 10 x 68 = 680, ditambah 6,25 x 172 = 1.075, dikurangi 5 x 28 = 140, lalu ditambah 5. Hasilnya 680 + 1.075 - 140 + 5 = 1.620 kkal sebagai BMR. Dengan aktivitas ringan (faktor 1,375), TDEE-nya menjadi 1.620 x 1,375 = 2.228 kkal per hari. Kamu bisa mengecek sendiri angka ini di kalkulator di atas halaman.

Kenapa tidak cukup memakai berat badan saja? Karena dua orang dengan berat sama bisa punya kebutuhan berbeda ketika tinggi, usia, dan jenis kelamin mereka berbeda. Meski begitu, rumus ini tetap tidak mengetahui massa otot atau persentase lemak tubuhmu. Orang dengan massa otot sangat tinggi, atlet, dan orang dengan kondisi klinis tertentu sebaiknya memperlakukan hasilnya sebagai perkiraan kasar yang perlu dievaluasi bersama tenaga kesehatan.

Faktor aktivitas yang mengubah BMR menjadi TDEE

Pemilihan tingkat aktivitas adalah bagian yang paling sering membuat hasil melenceng. Pilih berdasarkan pola satu minggu penuh, bukan berdasarkan hari tersibuk. Pekerja kantoran yang berlatih dua kali seminggu tidak masuk kategori sangat aktif, sedangkan pekerjaan fisik harian tetap menambah pengeluaran energi walaupun kamu tidak pernah ke gym. Kalau kamu ragu di antara dua tingkat, pilih yang lebih rendah, pantau hasilnya selama beberapa minggu, lalu naikkan bila berat badan justru turun terlalu cepat.

Tingkat aktivitasFaktor pengaliContoh polaCara memilih
Minim gerak1,2Kerja duduk, hampir tidak ada latihan terencanaPilih kalau aktivitas harianmu benar-benar ringan
Ringan1,375Olahraga ringan 1 sampai 3 kali per mingguCocok untuk rutinitas latihan yang baru dimulai
Sedang1,55Olahraga teratur 3 sampai 5 kali per mingguPilih kalau pola ini sudah konsisten beberapa minggu
Aktif1,725Olahraga berat 6 sampai 7 kali per mingguJangan pilih hanya karena satu sesi terasa berat
Sangat aktif1,9Pekerjaan fisik berat atau latihan dua kali sehariUmumnya relevan untuk atlet atau pekerja fisik

Perangkat resmi lain memperlakukan aktivitas dengan cara serupa. Body Weight Planner dari NIDDK juga meminta tingkat aktivitas karena perubahan aktivitas ikut menentukan energi yang dibutuhkan untuk mencapai dan mempertahankan berat tujuan.

Contoh hasil kalkulator kalori harian untuk beberapa profil

Tabel berikut bukan rekomendasi personal. Tujuannya menunjukkan bagaimana perbedaan jenis kelamin, usia, ukuran tubuh, dan tingkat aktivitas menggeser angka BMR maupun TDEE. Semua nilai di bawah ini dihasilkan oleh kalkulator yang sama dengan yang ada di atas halaman, lalu diuji ulang terhadap perhitungan manual.

Profil contohAktivitasBMR (kkal)TDEE (kkal)Target defisitTarget surplus
Wanita, 30 th, 160 cm, 55 kgSedang1.2391.9201.5362.112
Pria, 28 th, 172 cm, 68 kgRingan1.6202.2281.7822.451
Pria, 30 th, 175 cm, 70 kgSedang1.6492.5562.0452.812
Wanita, 25 th, 165 cm, 60 kgAktif1.3452.3201.8562.552
Pria, 45 th, 168 cm, 95 kgMinim gerak1.7802.1361.780 (ditahan di batas aman)2.350
Wanita, 45 th, 165 cm, 70 kgMinim gerak1.3451.6141.345 (ditahan di batas aman)1.775
Wanita, 50 th, 155 cm, 50 kgMinim gerak1.0581.2701.200 (ditahan di batas aman)1.397

Perhatikan tiga baris terakhir. Pada profil dengan aktivitas minim, jarak antara BMR dan TDEE menjadi sempit, sehingga potongan 20 persen dari TDEE justru mendarat di bawah BMR. Di situlah kalkulator ini berhenti menurunkan angka, dan alasannya dijelaskan di bagian berikut.

Batas aman defisit kalori dan kenapa kalkulator ini menahannya

Banyak kalkulator kalori menampilkan target penurunan berat badan begitu saja sebagai persentase dari TDEE. Cara itu aman untuk orang bertubuh besar dan aktif, tetapi berbahaya untuk orang bertubuh kecil yang jarang bergerak. Contohnya wanita 50 tahun dengan tinggi 155 cm dan berat 50 kg yang minim gerak: TDEE-nya sekitar 1.270 kkal, sehingga potongan 20 persen menghasilkan 1.016 kkal. Angka itu berada di bawah BMR-nya sendiri yang 1.058 kkal, artinya asupan yang disarankan lebih kecil daripada energi yang tubuhnya pakai untuk sekadar bertahan hidup.

Karena itu kalkulator ini memasang dua rem sekaligus. Pertama, target defisit tidak pernah ditampilkan di bawah BMR-mu. Kedua, selama masih ada ruang defisit, angka yang ditampilkan tidak pernah turun di bawah 1.200 kkal. Kalau TDEE-mu sendiri sudah berada di bawah 1.200 kkal, kalkulator tidak menampilkan angka defisit apa pun, melainkan menyatakan tidak ada ruang defisit yang aman. Batas kedua mengikuti panduan NHS tentang kelebihan berat badan dan obesitas, yang menyebut pola makan di bawah 800 sampai 1.200 kalori sebagai very low calorie diet, menegaskan pola itu tidak cocok dan tidak aman untuk semua orang, serta menyarankannya hanya dengan dukungan dietisien. Kalau salah satu rem itu aktif, kalkulator memberi tahu kamu secara terbuka, bukan diam-diam mengubah angka.

Kalau ternyata tidak tersisa ruang defisit yang aman untuk profilmu, jalan keluarnya bukan memangkas makanan lebih jauh, melainkan menambah pengeluaran energi. Menaikkan langkah harian, menambah satu sesi latihan kekuatan per minggu, atau mengurangi waktu duduk akan menaikkan TDEE-mu, dan barulah defisit yang wajar punya ruang untuk terbentuk. Sebagai gambaran umum, NHS menyebut rata-rata perempuan memakai sekitar 2.000 kalori per hari dan laki-laki sekitar 2.500 kalori per hari.

Cara membaca target defisit, pemeliharaan, dan surplus

Target pemeliharaan mengikuti TDEE dan dipakai kalau kamu ingin berat badan bertahan. Target defisit berada di bawah TDEE dan dipakai sebagai titik awal ketika tujuanmu menurunkan berat badan, dengan laju wajar sekitar 0,25 sampai 0,5 kg per minggu. Target surplus berada di atas TDEE dan biasanya dipakai saat ingin menaikkan berat atau mendukung program pembentukan massa otot.

Kesalahan yang paling sering terjadi bukan memilih rumus yang keliru, melainkan memperlakukan satu hasil sebagai angka permanen. Berat harian dipengaruhi cairan, isi saluran cerna, asupan garam, siklus menstruasi, dan konsistensi pencatatan makanan. Timbang berat pada kondisi yang konsisten, lihat rata-rata mingguan, lalu evaluasi setelah 2 sampai 3 minggu. Kalau tren tidak sesuai tujuan, ubah asupan sedikit demi sedikit atau perbaiki estimasi aktivitasmu.

Cara membaca rincian protein, karbohidrat, dan lemak

Rincian makronutrien pada hasil kalkulator dihitung untuk target pemeliharaan, yaitu TDEE, bukan untuk target defisit. Protein diambil sekitar 1,8 gram per kilogram berat badan, angka yang lazim dipakai untuk orang yang aktif berlatih dan ingin menjaga massa otot. Lemak diambil sekitar 25 persen dari total kalori, dan sisanya dialokasikan ke karbohidrat sebagai bahan bakar latihan. Kalau kamu sedang menjalankan defisit, pertahankan protein di angka tersebut lalu kurangi terutama dari karbohidrat dan lemak.

Profil contohTDEE (kkal)ProteinKarbohidratLemak
Wanita, 30 th, 160 cm, 55 kg, sedang1.92099 g262 g53 g
Pria, 28 th, 172 cm, 68 kg, ringan2.228122 g296 g62 g
Pria, 35 th, 175 cm, 80 kg, sedang2.672144 g358 g74 g

Angka makro ini mengatur jumlah, bukan mutu. Mutu pola makan tetap ditentukan oleh pilihan bahan. Panduan WHO tentang pola makan sehat menekankan perbanyak sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh, serta batasi gula bebas, garam, dan lemak jenuh. Dua pola makan dengan total kalori yang sama bisa memberi dampak kesehatan yang jauh berbeda.

Batas penggunaan kalkulator kebutuhan kalori

Kalkulator ini ditujukan untuk edukasi orang dewasa sehat secara umum. Hasilnya dapat kurang sesuai untuk anak dan remaja, ibu hamil atau menyusui, atlet dengan volume latihan tinggi, lansia dengan penurunan massa otot, serta orang yang sedang sakit atau punya kebutuhan klinis khusus. Kalau kamu punya diabetes, riwayat gangguan makan, penyakit ginjal, atau sedang menjalani terapi yang memengaruhi berat badan, jangan mengubah asupan hanya berdasarkan angka di halaman ini.

Untuk rujukan tingkat nasional, Kementerian Kesehatan menetapkan Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia lewat Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019. AKG adalah acuan rata-rata untuk kelompok penduduk, sedangkan kalkulator ini menghitung perkiraan individual, jadi wajar bila keduanya menghasilkan angka berbeda. Perlakukan hasil kalkulator sebagai hipotesis yang bisa diuji, bukan sebagai diagnosis.

Sumber rujukan halaman ini

Cara memakai angkanya

Mau turun berat badan? Pakai angka defisit dan pantau selama 2 sampai 3 minggu. Kalau berat tidak bergerak sama sekali, tambah aktivitas harian lebih dulu, bukan langsung memangkas kalori drastis.

Cek BMI duluBaca artikel nutrisiBaca artikel olahraga
Pertanyaan yang sering muncul
Apa bedanya BMR dan TDEE?

BMR (Basal Metabolic Rate) adalah kalori yang tubuh bakar saat istirahat total, hanya untuk fungsi dasar seperti bernapas, menjaga suhu, dan memompa darah. TDEE (Total Daily Energy Expenditure) adalah BMR dikali faktor aktivitas, jadi mencerminkan kebutuhan kalori harian kamu yang sebenarnya termasuk kerja, jalan kaki, dan olahraga.

Rumus apa yang dipakai kalkulator TDEE ini?

Kalkulator ini memakai rumus BMR Mifflin-St Jeor yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition tahun 1990. Untuk pria: 10 x berat (kg) + 6,25 x tinggi (cm) - 5 x usia + 5. Untuk wanita rumus yang sama dengan akhiran -161. Hasil BMR itu lalu dikali faktor aktivitas 1,2 sampai 1,9 untuk menjadi TDEE.

Berapa defisit kalori yang aman untuk turun berat badan?

Defisit sekitar 15 sampai 20 persen di bawah TDEE umumnya cukup dan berkelanjutan, biasanya menghasilkan penurunan 0,25 sampai 0,5 kg per minggu. Kalkulator ini tidak pernah menampilkan target defisit di bawah BMR-mu. Kalau TDEE-mu sendiri sudah berada di bawah 1.200 kkal, kalkulator tidak menampilkan angka defisit sama sekali dan menyatakan tidak ada ruang defisit yang aman, karena NHS menggolongkan asupan di bawah 800 sampai 1.200 kkal sebagai very low calorie diet yang butuh pendampingan dietisien.

Kenapa angka kalori saya berbeda dari kalkulator lain?

Kalkulator memakai rumus dan faktor aktivitas yang berbeda-beda. Sebagian masih memakai Harris-Benedict versi lama yang cenderung menghasilkan angka lebih tinggi, sebagian lagi memakai faktor aktivitas dengan penamaan berbeda. Selisih beberapa puluh sampai ratusan kalori itu wajar. Anggap angka ini titik awal, lalu sesuaikan setelah memantau berat badan selama 2 sampai 3 minggu.

Apakah hasil kalkulator ini berlaku untuk orang Indonesia?

Rumus Mifflin-St Jeor dikembangkan pada populasi dewasa umum dan dipakai luas di praktik gizi, termasuk di Indonesia, sebagai estimasi awal. Untuk rujukan kecukupan gizi tingkat nasional, Kementerian Kesehatan menerbitkan Angka Kecukupan Gizi lewat Permenkes Nomor 28 Tahun 2019. Angka kalkulator bersifat individual, sedangkan AKG adalah acuan rata-rata kelompok, jadi keduanya wajar berbeda.

Sangkalan medis. Estimasi kalori ini alat bantu edukasi, bukan pengganti nasihat medis. Kalau kamu punya kondisi khusus seperti diabetes, gangguan ginjal, riwayat gangguan makan, atau sedang hamil, konsultasikan dulu ke tenaga kesehatan sebelum mengubah pola makan.
Masih bingung?

Butuh bantuan menyusun target kalorimu?

Kirim hasil kalkulatormu ke tim kami lewat WhatsApp, kami bantu bacakan langkah berikutnya.

Chat via WhatsApp