Nutrisi

Apel Berapa Kalori? Data per Buah dan Kandungan Gizinya

Rincian kalori apel per 100 gram dan per buah berdasarkan data USDA FoodData Central, perbandingan apel merah, hijau, dan Fuji, plus selisih besar antara apel utuh, jus apel, dan apel kering.

Apel merah utuh dan potongan apel dengan kulitnya di atas talenan kayu
NUTRISIBUGAR SELALU

Kalau pertanyaanmu apel berapa kalori, jawabannya: 52 kkal per 100 gram menurut USDA FoodData Central, dan karena USDA memakai patokan apel sedang berdiameter 3 inci seberat 182 gram, satu buah apel sedang setara sekitar 95 kkal. Di dalam 95 kkal itu ada 4,4 gram serat, 18,9 gram gula alami, dan sekitar 156 gram air. Apel kecil (149 gram) turun ke sekitar 78 kkal, apel besar (223 gram) naik ke sekitar 116 kkal.

Angka itu bagian yang gampang. Yang jauh lebih menentukan adalah bentuk apelnya saat masuk mulut. Apel utuh, apel dikupas, jus apel, dan apel kering berangkat dari buah yang sama, tapi berakhir di tiga liga kalori yang berbeda. Bagian itu yang akan kita bedah paling lama.

Kalori Apel per 100 Gram dan per Buah

Semua angka di bawah berasal dari entri "Apples, raw, with skin" di USDA FoodData Central (FDC ID 171688). Kolom energi adalah hasil penskalaan 52 kkal per 100 gram ke berat tiap ukuran, memakai patokan berat yang tercantum di entri USDA itu sendiri.

Ukuran apel (patokan USDA) Berat Perkiraan energi
Ekstra kecil (diameter ±6,4 cm) 101 g ±53 kkal
Kecil (diameter ±7 cm) 149 g ±78 kkal
Sedang (diameter ±7,6 cm) 182 g ±95 kkal
Besar (diameter ±8,3 cm) 223 g ±116 kkal
Irisan apel, 1 cup 109 g ±57 kkal

Rentangnya lumayan lebar: dari 53 sampai 116 kkal, atau lebih dari dua kali lipat, hanya karena ukuran buah. Ini alasan kenapa menghafal satu angka tunggal untuk apel itu sia-sia. Yang lebih berguna adalah menghafal kepadatannya, yaitu sekitar 0,5 kkal per gram, lalu mengalikannya dengan perkiraan berat apel di tanganmu.

Angka 95 kkal untuk apel sedang bukan cuma hitungan kami. Harvard T.H. Chan School of Public Health, lewat laman The Nutrition Source, mencantumkan satu apel sedang setara sekitar 95 kalori, 0 gram lemak, 1 gram protein, 25 gram karbohidrat, 19 gram gula alami, dan 3 gram serat. Untuk energi, karbohidrat, dan gula, angka Harvard dan hasil penskalaan USDA praktis identik.

Ada satu selisih kecil yang layak disebut secara jujur: Harvard menulis 3 gram serat, sedangkan penskalaan langsung dari USDA menghasilkan 4,4 gram. Bedanya kemungkinan besar soal pembulatan dan varietas apel yang dijadikan acuan. Untuk keperluan sehari-hari, anggap saja satu apel sedang menyumbang 3 sampai 4 gram serat. Itu sudah cukup presisi, dan mengejar angka di belakang koma pada buah yang beratnya sendiri bervariasi 40 gram adalah pekerjaan sia-sia.

Isi 95 Kkal Itu: Rincian Gizi Apel Sedang

Kolom "per buah sedang" di bawah adalah hasil penskalaan dari 100 gram ke 182 gram, ukuran apel sedang versi USDA.

Zat gizi Per 100 gram Per buah sedang (182 gram)
Energi 52 kkal ±95 kkal
Air 85,6 g ±156 g
Karbohidrat 13,8 g ±25,1 g
Serat pangan 2,4 g ±4,4 g
Gula total 10,4 g ±18,9 g
Protein 0,26 g ±0,47 g
Lemak total 0,17 g ±0,31 g
Vitamin C 4,6 mg ±8,4 mg
Kalium 107 mg ±195 mg
Kalsium 6 mg ±11 mg
Magnesium 5 mg ±9,1 mg
Vitamin K 2,2 mcg ±4,0 mcg
Natrium 1 mg ±1,8 mg

Perhatikan baris air: 85,6 gram dari setiap 100 gram apel adalah air. Satu apel sedang berarti membawa sekitar 156 gram air ke perutmu. Ini kunci yang paling sering dilewatkan orang saat membandingkan apel dengan camilan lain. Kamu mengunyah objek seberat hampir dua ons, perutnya terisi, tapi tagihan energinya cuma 95 kkal.

Sekarang lihat baris protein dan lemak: 0,47 gram dan 0,31 gram per buah. Praktis nol. Apel bukan makanan yang mengenyangkan lewat protein atau lemak seperti telur rebus. Seluruh daya kenyangnya bertumpu pada tiga hal: volume, air, dan serat. Ini penting untuk diingat, karena artinya apel tidak bisa menggantikan lauk. Apel menggantikan camilan.

Satu hal yang menurut saya kurang dihargai dari tabel ini adalah kaliumnya. Sekitar 195 mg per buah sedang bukan angka spektakuler, tapi datang tanpa natrium (cuma 1,8 mg). Kemenkes RI dalam artikelnya soal pengaruh konsumsi buah apel juga menyebut apel sebagai sumber vitamin C, vitamin B kompleks, fitonutrien, serta mineral seperti kalium, kalsium, dan fosfor. Rasio kalium tinggi dengan natrium mendekati nol adalah profil yang jarang dimiliki makanan kemasan mana pun.

Apel Merah, Apel Hijau, dan Fuji: Seberapa Besar Bedanya?

Ini pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya mungkin mengecewakan. USDA punya entri terpisah untuk beberapa varietas apel di basis data Foundation Foods, jadi kita bisa membandingkannya langsung, per 100 gram.

Varietas Energi Gula total Serat Kalium
Granny Smith (hijau) 53 kkal 10,6 g 2,5 g 116 mg
Red Delicious (merah) 56 kkal 12,2 g 2,0 g 95 mg
Fuji 58 kkal 13,3 g 2,1 g 104 mg
Rujukan umum "apel dengan kulit" 52 kkal 10,4 g 2,4 g 107 mg

Granny Smith memang paling rendah, Fuji paling tinggi. Selisihnya 5 kkal per 100 gram, atau sekitar 10 kkal per buah sedang. Sepuluh kkal.

Sekarang bandingkan dengan tabel ukuran di awal artikel: selisih berat 20 gram antar apel sudah setara sekitar 10 kkal. Artinya, memilih Granny Smith daripada Fuji akan sepenuhnya sia-sia kalau Granny Smith yang kamu ambil kebetulan 20 gram lebih besar. Dan kamu tidak pernah menimbang apel di supermarket. Kesimpulan jujurnya: pilih varietas berdasarkan rasa yang kamu suka, bukan berdasarkan selisih kalori yang lebih kecil dari margin kesalahan penimbanganmu sendiri.

Yang sedikit lebih berarti adalah gulanya. Fuji 13,3 gram dan Granny Smith 10,6 gram per 100 gram, selisih 2,7 gram, atau sekitar 4,9 gram per buah sedang. Itu kira-kira satu sendok teh gula. Tetap kecil, tapi kalau kamu memang sedang memperhatikan asupan gula dengan ketat, Granny Smith punya keunggulan nyata sekaligus seratnya paling tinggi di tabel.

Menariknya, arah keunggulan bisa berbalik tergantung apa yang kamu cari. Kemenkes RI menyebut apel merah umumnya memiliki lebih banyak antioksidan dibanding apel hijau. Jadi apel hijau menang tipis di kalori dan gula, apel merah menang di antioksidan. Selisih keduanya sama-sama terlalu kecil untuk jadi dasar keputusan. Makan apel yang kamu suka, karena apel yang kamu suka adalah apel yang benar-benar kamu makan.

Tips: Berhenti membolak-balik varietas dan mulai perhatikan ukurannya. Satu apel besar 223 gram berisi 116 kkal, sementara dua apel ekstra kecil 101 gram berisi 106 kkal untuk total berat 202 gram. Kalau kamu suka mengunyah lama, dua apel kecil memberi rasa kenyang lebih panjang dengan kalori yang malah sedikit lebih rendah.

Kulit Apel: Serat yang Paling Sering Dibuang

Kebiasaan mengupas apel itu sangat umum di Indonesia, biasanya karena alasan kebersihan atau kebiasaan menyajikan buah dalam potongan rapi. Sayangnya, ini pertukaran yang merugikan. Lihat datanya, per 100 gram.

Ukuran per 100 gram Dengan kulit Tanpa kulit
Energi 52 kkal 48 kkal
Serat pangan 2,4 g 1,3 g
Kalium 107 mg 90 mg
Vitamin C 4,6 mg 4 mg
Vitamin K 2,2 mcg 0,6 mcg
Gula total 10,4 g 10,1 g

Mengupas apel memangkas serat hampir separuhnya, dari 2,4 gram jadi 1,3 gram per 100 gram. Vitamin K anjlok sekitar 73 persen. Kalium turun 16 persen. Imbalannya? Energi turun cuma 4 kkal per 100 gram.

Per buah, ceritanya lebih tajam lagi. USDA mencatat apel sedang tanpa kulit beratnya 161 gram (karena kulitnya sudah hilang), yang setara sekitar 77 kkal dengan serat 2,1 gram. Bandingkan dengan apel sedang berkulit: 95 kkal dengan serat 4,4 gram. Jadi kamu menghemat 18 kkal, dan membayarnya dengan lebih dari separuh seratmu. Delapan belas kkal itu kira-kira setara satu gigitan. Kamu membuang bagian paling berharga dari buahnya untuk menghemat satu gigitan.

Harvard menegaskan hal yang sama dengan lebih keras: apel utuh segar memberi paling banyak nutrisi, dan membuang kulitnya menghilangkan sebagian besar serat serta mayoritas flavonoidnya. Kemenkes RI juga menyebut apel utuh segar adalah bentuk terbaik untuk mendapatkan quercetin, yang banyak ditemukan di kulit apel.

Tips: Kalau kekhawatiranmu soal residu pestisida atau lilin, cuci apel di bawah air mengalir sambil digosok dengan telapak tangan selama beberapa detik. Harvard mencatat apel memang konsisten masuk daftar buah dengan residu pestisida tertinggi, sekaligus mencatat bahwa dalam analisis 2016 dari Pesticide Data Program, 80 persen dari 531 sampel apel mengandung residu difenilamina pada kadar 0,002 sampai 3,8 ppm, di bawah batas toleransi 10 ppm. Mencuci jauh lebih masuk akal daripada mengupas.

Apel Utuh, Jus Apel, dan Keripik Apel

Ini bagian paling berguna dari seluruh artikel, dan tempat kebanyakan orang tergelincir. Perhatikan tabel ini baik-baik.

Bentuk apel Porsi Energi Serat Gula total
Apel utuh dengan kulit 1 buah sedang (182 g) ±95 kkal ±4,4 g ±18,9 g
Apel utuh dikupas 1 buah sedang (161 g) ±77 kkal ±2,1 g ±16,3 g
Jus apel tanpa gula tambahan 1 gelas (248 g) ±114 kkal ±0,5 g ±23,9 g
Apel kering tanpa gula tambahan 1 cup (86 g) ±209 kkal ±7,5 g ±49,2 g

Sekarang bagian yang harus saya sampaikan dengan jujur, karena banyak artikel diet menuliskannya dengan salah: per 100 gram, jus apel justru lebih rendah kalori daripada apel utuh, yaitu 46 kkal berbanding 52 kkal. Kalau kamu cuma membaca kolom "per 100 gram" di tabel gizi, jus apel terlihat menang. Ini jebakan yang persis sama dengan membaca tabel telur dadar yang terlihat lebih rendah dari telur rebus per 100 gram.

Jebakannya ada di porsi. Tidak ada orang yang minum 100 gram jus. Orang minum satu gelas, yaitu 248 gram menurut patokan USDA, dan itu 114 kkal. Sementara satu apel sedang yang bikin rahangmu capek selama lima menit cuma 95 kkal. Jus memberi 19 kkal lebih banyak, dalam waktu 30 detik, tanpa mengunyah sama sekali.

Yang hilang jauh lebih penting daripada yang bertambah. Serat jus apel cuma 0,2 gram per 100 gram, dibanding 2,4 gram di apel utuh. Itu penurunan sekitar 92 persen. Dalam satu gelas, kamu cuma dapat 0,5 gram serat, sementara satu apel memberi 4,4 gram. Vitamin C juga rontok, dari 4,6 mg jadi 0,9 mg per 100 gram pada jus tanpa fortifikasi. Harvard menjelaskan mekanismenya: jus apel bening melewati proses penyaringan dan pasteurisasi yang membuang sebagian besar flavonoid dan seratnya.

Bukti paling meyakinkan datang dari sebuah percobaan yang terbit di jurnal Appetite. Lima puluh delapan orang dewasa diberi salah satu dari empat pembuka sebelum makan siang: apel utuh, saus apel, jus apel, atau jus apel yang serat alaminya ditambahkan kembali. Semua pembuka disamakan beratnya (266 gram), energinya (125 kkal), kepadatan energinya, bahkan laju makannya. Hasilnya: apel utuh menurunkan asupan energi makan siang sekitar 15 persen, atau 187 kkal, dibanding tanpa pembuka, dan mengalahkan saus apel maupun kedua jus. Urutan rasa kenyangnya jelas: apel utuh lebih kenyang daripada saus apel, saus apel lebih kenyang daripada kedua jus.

Temuan yang paling menohok dari studi itu: menambahkan serat alami kembali ke jus tidak meningkatkan rasa kenyang. Jadi persoalannya bukan sekadar serat yang hilang, melainkan bentuk fisik makanannya. Yang padat mengenyangkan lebih baik daripada yang halus, dan yang halus mengenyangkan lebih baik daripada yang cair. Ini alasan kenapa "jus buah kan sehat" adalah salah satu keyakinan paling mahal di dunia diet.

Untuk apel kering, angkanya bicara sendiri: 243 kkal per 100 gram, hampir lima kali lipat apel segar, dengan gula 57,2 gram per 100 gram. Penyebabnya sederhana, yaitu airnya menguap. Airnya turun dari 85,6 gram jadi 31,8 gram per 100 gram, sehingga semua gula dan energinya terkonsentrasi. Satu cup apel kering (86 gram) berisi 209 kkal, setara lebih dari dua apel segar, tapi habis dalam beberapa menit karena tidak ada air yang mengenyangkanmu.

Soal keripik apel goreng yang banyak dijual sebagai oleh-oleh, saya tidak akan mengarang angkanya. USDA tidak punya entri untuk keripik apel goreng vakum, dan kalorinya bergantung pada berapa banyak minyak yang terserap di tiap pabrik. Yang bisa dipastikan: angka 243 kkal per 100 gram itu untuk apel yang dikeringkan tanpa minyak dan tanpa gula tambahan. Keripik yang digoreng pasti lebih tinggi, dan Harvard juga mengingatkan bahwa gula beserta kalori tambahan sering ditambahkan ke apel kering komersial. Baca label kemasannya, jangan percaya kata "keripik buah" di bagian depan.

Tips: Kalau kamu terlanjur suka jus apel, jangan minum jusnya sebagai tambahan. Jadikan penggantinya. Lebih baik lagi, balik urutannya: makan apel utuh dulu 15 menit sebelum makan besar, seperti protokol dalam studi Appetite di atas. Efeknya pada asupan totalmu jauh lebih besar daripada apa pun yang bisa dilakukan segelas jus.

Apel untuk Diet, dan Batas Klaim "An Apple a Day"

Kenapa apel mengenyangkan padahal kalorinya kecil? Tiga alasan yang semuanya ada di tabel gizinya, tanpa perlu zat ajaib apa pun. Pertama, kepadatan energinya rendah, sekitar 0,5 kkal per gram. Kedua, 85,6 persen beratnya air, jadi kamu mengisi lambung dengan sesuatu yang berbobot tapi murah secara energi. Ketiga, seratnya 4,4 gram per buah sedang dan bentuknya padat, sehingga butuh dikunyah lama.

Kombinasi ini yang membuat apel jadi pengganti camilan yang efektif. Sembilan puluh lima kkal itu murah untuk sesuatu yang mengisi tangan dan mulutmu selama lima menit. Camilan kemasan dengan kalori setara habis dalam dua puluh detik dan tidak meninggalkan jejak rasa kenyang sama sekali.

Sekarang bagian jujurnya, dan ini opini pribadi saya setelah lama melihat orang menaruh harapan berlebihan pada satu jenis makanan: "an apple a day" bukan sihir. Apel tidak membakar lemak, tidak punya kalori negatif, dan tidak mengandung senyawa pelangsing. Yang benar-benar dilakukan apel jauh lebih membosankan sekaligus jauh lebih berguna: apel menggeser sesuatu yang lebih padat energi dari piringmu. Kalau apel itu kamu makan sebagai tambahan di atas pola makanmu yang sekarang, itu cuma 95 kkal ekstra per hari, dan hasilnya justru berlawanan dengan yang kamu mau.

Data risetnya sendiri jauh lebih berhati-hati daripada judul artikel kesehatan pada umumnya. Harvard merangkum hasil yang campur aduk: studi pada lebih dari 66.000 perempuan dalam Nurses' Health Study tidak menemukan perbedaan angka serangan jantung atau kematian akibat penyakit jantung antara asupan flavonoid tertinggi dan terendah. Sementara itu, kohort yang mengikuti hampir 75.000 orang dewasa Swedia selama 10 tahun menemukan kaitan signifikan, yaitu risiko stroke lebih rendah pada kelompok dengan asupan apel tertinggi. Untuk diabetes tipe 2, studi pada lebih dari 38.000 perempuan menemukan mereka yang makan satu apel atau lebih per hari punya risiko 28 persen lebih rendah, tapi kaitan itu tidak muncul saat peneliti memeriksa flavonoid spesifik seperti quercetin.

Baca kalimat terakhir itu sekali lagi. Manfaatnya terlihat pada apelnya, bukan pada zat tertentu di dalam apel. Ini petunjuk kuat bahwa yang bekerja adalah pola makan orang yang rutin makan apel, bukan molekul ajaib yang bisa kamu beli dalam bentuk kapsul suplemen quercetin.

Jadi kalau tujuanmu turun berat badan, apel adalah alat bantu yang bagus, bukan mesinnya. Yang menurunkan berat badan tetap defisit kalori total, dan kami sudah menjelaskan mekanismenya secara terpisah di defisit kalori untuk turun berat badan. Untuk tahu berapa sebenarnya kebutuhan kalori harianmu, hitung dulu lewat kalkulator kalori kami, lalu tempatkan apel di dalam angka itu, bukan di luarnya. Pola makan berjadwal seperti intermittent fasting juga bekerja lewat prinsip yang sama persis, yaitu mengurangi total asupan, bukan lewat keajaiban jam makan.

Satu peringatan yang perlu ditulis terang: jauhi "diet apel" yang menyuruhmu makan apel saja selama beberapa hari. Pola seperti itu praktis tanpa protein (0,47 gram per buah), tanpa lemak esensial, monoton, dan hampir selalu berakhir dengan makan berlebihan begitu dietnya berhenti. Apel adalah pemain pendukung yang sangat baik. Jadikan dia bintang utama, dan kamu akan kalah.

Apel Malang, Apel Impor, dan Cara Menutup Hitungannya

Di sinilah data USDA punya batas yang jujur harus diakui. USDA punya entri untuk Granny Smith, Red Delicious, dan Fuji, tapi tidak punya entri untuk apel manalagi, rome beauty, atau anna yang tumbuh di Batu dan Malang. Tidak ada basis data gizi yang mengukur kultivar lokal kita dengan kedalaman yang sama.

Apakah itu masalah? Untuk keperluan menghitung kalori sehari-hari, tidak. Lihat lagi tabel varietas di atas: rentang seluruh varietas apel yang diukur USDA cuma 52 sampai 58 kkal per 100 gram. Itu selisih 6 kkal, sekitar 11 persen, di antara varietas yang secara rasa, warna, dan tekstur sangat berbeda. Apel adalah buah yang komposisinya konservatif. Manalagi tidak akan tiba-tiba jadi 90 kkal per 100 gram hanya karena tumbuh di Batu.

Jadi pakai saja 52 kkal per 100 gram sebagai angka kerja untuk apel apa pun, termasuk apel malang, lalu fokuskan perhatianmu ke variabel yang benar-benar menggerakkan angka: ukuran buahnya.

Dan di sinilah apel lokal punya perbedaan nyata yang sering dilewatkan. Apel manalagi umumnya berukuran kecil, jauh di bawah patokan apel sedang 182 gram versi USDA yang mengacu pada apel supermarket Amerika. Kalau apel manalagi di tanganmu beratnya sekitar 100 gram, artinya sekitar 52 kkal, mendekati baris "ekstra kecil" di tabel awal artikel ini. Konsekuensi praktisnya: dua apel manalagi kira-kira setara satu apel Fuji impor. Kalau selama ini kamu mencatat "1 apel = 95 kkal" untuk apel manalagi, kamu sedang melebihkan hitunganmu hampir dua kali lipat.

Ini pola yang berulang di banyak makanan Indonesia. Patokan porsi di basis data gizi internasional hampir selalu lebih besar daripada porsi yang benar-benar ada di piring kita, dan itu juga yang terjadi saat menghitung kalori nasi putih. Solusinya bukan mencari basis data yang lebih tepat, melainkan berhenti berpikir "per buah" dan mulai berpikir "per gram".

Ringkasnya: apel berisi 52 kkal per 100 gram, atau sekitar 95 kkal untuk satu buah sedang 182 gram, dengan 4,4 gram serat, 18,9 gram gula alami, dan hampir tanpa protein maupun lemak. Varietasnya nyaris tidak penting, ukurannya penting, dan kulitnya jangan dibuang. Yang benar-benar menentukan adalah bentuknya: apel utuh mengalahkan jus apel telak, bukan karena kalorinya jauh lebih rendah, tapi karena apel utuh membuatmu berhenti makan lebih cepat.

Kalau kamu penasaran seberapa besar sebenarnya efek bahan-bahan lain yang sering diklaim "menurunkan berat badan", ulasan kami soal teh hijau untuk diet memakai cara membaca data yang sama. Atau jelajahi pembahasan bahan makanan sehari-hari lainnya di kategori nutrisi.

Pertanyaan yang sering muncul

FAQ

Apel berapa kalori untuk satu buah?

Menurut USDA FoodData Central, apel mentah dengan kulit berisi 52 kkal per 100 gram. USDA memakai patokan apel sedang berdiameter 3 inci seberat 182 gram, sehingga satu buah apel sedang setara sekitar 95 kkal. Apel kecil (149 gram) sekitar 78 kkal, dan apel besar (223 gram) sekitar 116 kkal.

Apel merah atau apel hijau yang lebih rendah kalori?

Apel hijau sedikit lebih rendah. Data USDA mencatat Granny Smith 53 kkal per 100 gram, Red Delicious 56 kkal, dan Fuji 58 kkal. Selisih Granny Smith dan Fuji cuma sekitar 5 kkal per 100 gram, atau sekitar 10 kkal per buah sedang. Perbedaan berat 20 gram antar buah sudah cukup untuk menghapus seluruh selisih varietas itu.

Berapa kalori jus apel dibandingkan apel utuh?

Per 100 gram, jus apel tanpa gula tambahan justru lebih rendah (46 kkal) daripada apel utuh (52 kkal). Tapi porsinya berbeda jauh. Satu gelas jus 248 gram berisi sekitar 114 kkal dengan serat hanya 0,5 gram, sementara satu apel sedang 182 gram berisi 95 kkal dengan serat 4,4 gram. Jus memberi lebih banyak kalori dan hampir tanpa serat.

Apakah kulit apel perlu dikupas?

Sebaiknya tidak. USDA mencatat apel dengan kulit punya 2,4 gram serat per 100 gram, sedangkan yang dikupas hanya 1,3 gram. Vitamin K turun dari 2,2 mikrogram jadi 0,6 mikrogram. Harvard T.H. Chan School of Public Health juga menyebut membuang kulit menghilangkan sebagian besar serat dan mayoritas flavonoidnya.

Berapa kalori apel kering atau keripik apel?

USDA mencatat apel kering tanpa gula tambahan berisi 243 kkal per 100 gram, dengan 57,2 gram gula. Satu cup (86 gram) setara sekitar 209 kkal. Angka ini untuk apel yang dikeringkan, bukan digoreng. Keripik apel yang digoreng menyerap minyak, jadi kalorinya lebih tinggi lagi dan bergantung pada proses tiap produsen.

Apakah makan apel bisa menurunkan berat badan?

Apel membantu, tapi bukan penyebab langsungnya. Sebuah studi pada 58 orang dewasa yang terbit di jurnal Appetite menemukan makan apel utuh sebelum makan siang menurunkan asupan energi sekitar 15 persen atau 187 kkal dibanding tanpa pembuka. Meski begitu, yang menurunkan berat badan tetap defisit kalori total sepanjang hari, bukan satu jenis buah.

Apakah apel aman untuk penderita diabetes?

Apel mengandung gula alami sekitar 18,9 gram per buah sedang, tapi datang bersama serat. Harvard mencatat studi pada lebih dari 38.000 perempuan menemukan mereka yang makan satu apel atau lebih per hari punya risiko diabetes tipe 2 sekitar 28 persen lebih rendah dibanding yang tidak makan apel. Kalau kamu sudah terdiagnosis diabetes, porsi buah yang tepat sebaiknya dibicarakan dengan dokter atau ahli gizi.

Sangkalan medis. Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan diagnosis atau resep tenaga medis. Konsultasikan kondisi khusus (kehamilan, cedera, diabetes, hipertensi) ke tenaga kesehatan sebelum mengubah pola makan atau program latihan.
Baca juga

Artikel terkait

Butuh arahan personal?

Mau program yang pas dengan kondisimu?

Ngobrol dengan tim Bugar Selalu lewat WhatsApp, gratis untuk mulai.

Chat coach via WhatsApp