Nutrisi

Kalori Nasi Uduk per Porsi dan Kenapa Lauknya Menentukan

Rincian kalori nasi uduk per 100 gram dan per porsi berdasarkan data TKPI Kemenkes, kenapa santan menaikkannya dibanding nasi putih, dan hitungan lima kombinasi lauk yang membuat satu sarapan berkisar dari 285 sampai hampir 900 kkal.

Sepiring nasi uduk bertabur bawang goreng disajikan dengan emping, bihun goreng, dan semur daging di atas daun pisang.
Foto: Dina Middin from Jakarta, Indonesia / Wikimedia Commons, CC BY 2.0.

Singkatnya: kalori nasi uduk sekitar 190 kkal per 100 gram, atau kira-kira 285 kkal untuk porsi rumahan 150 gram. Angka itu diambil dari Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) Kemenkes, yang mencatat nasi gurih, yaitu beras yang dimasak dengan santan, sebesar 190 kkal per 100 gram. Porsi warung yang lebih penuh, sekitar 200 gram, mendekati 380 kkal sebelum satu pun lauk dihitung.

Tapi angka itu baru alasnya. Dan di sinilah kebanyakan orang salah menaruh kecurigaan. Satu bungkus nasi uduk sarapan bisa berisi 285 kkal atau hampir 900 kkal, dan yang menggeser angkanya sejauh itu bukan santannya, melainkan apa yang ditumpuk di atasnya. Kita bedah sampai ke gram, termasuk cara menghitungnya sendiri dari bahan mentah.

Berapa Kalori Nasi Uduk per 100 Gram dan Satu Porsi

Perlu satu pengakuan di depan supaya tidak ada yang tertipu presisi palsu. TKPI Kemenkes tidak punya entri bernama persis "nasi uduk". Yang ada dua hidangan bersaudara yang prinsip memasaknya identik, dan salah satunya bahkan dijelaskan oleh TKPI sendiri sebagai nasi uduk.

  • Nasi gurih (kode AP090, asal Medan). Keterangannya di TKPI: "Beras yang dimasak dengan santan". Energi 190 kkal per 100 gram.
  • Nasi gemuk (kode AP089, asal Jambi). Keterangannya di TKPI: "Nasi berbumbu mirip nasi uduk (beras dan santan)". Energi 192 kkal per 100 gram.

Dua angka itu praktis berimpit, dan keduanya menggambarkan hal yang sama dengan nasi uduk Betawi: beras yang ditanak dengan santan plus daun salam, serai, dan garam. Jadi 190 sampai 192 kkal per 100 gram adalah patokan kerja yang jujur. Untuk sisa artikel ini saya pakai 190 kkal per 100 gram, angka yang lebih konservatif.

Zat gizi (per 100 g) Nasi putih Nasi gurih Nasi gemuk Nasi minyak
Energi 180 kkal 190 kkal 192 kkal 207 kkal
Protein 3,0 g 4,7 g 3,8 g 3,5 g
Lemak 0,3 g 7,5 g 8,8 g 5,0 g
Karbohidrat 39,8 g 26,0 g 24,4 g 37,1 g
Serat 0,2 g 0,7 g 0,7 g 0,8 g
Natrium 1 mg 296 mg 355 mg 74 mg
Air 56,7 g 60,5 g 61,4 g 53,3 g

Sekarang terjemahkan ke piring. Tidak ada standar resmi berapa gram satu porsi nasi uduk, jadi saya pakai berat acuan yang bisa kamu cek sendiri dengan timbangan dapur.

Berat nasi uduk Energi Lemak Karbohidrat Protein
100 g (porsi kecil) 190 kkal 7,5 g 26,0 g 4,7 g
125 g 238 kkal 9,4 g 32,5 g 5,9 g
150 g (porsi rumah) 285 kkal 11,3 g 39,0 g 7,0 g
175 g 333 kkal 13,1 g 45,5 g 8,2 g
200 g (porsi warung penuh) 380 kkal 15,0 g 52,0 g 9,4 g
250 g (porsi besar) 475 kkal 18,8 g 65,0 g 11,8 g

Perhatikan kolom protein. Bahkan pada porsi 150 gram, nasi uduknya cuma menyumbang 7 gram protein. Itu setara satu butir telur ukuran sedang. Fakta kecil ini nanti jadi penting waktu kita bicara soal rasa kenyang sampai jam makan siang.

Kenapa Santan Menaikkan Angkanya, dan Berapa Persisnya

Ini bagian yang paling sering dijelaskan setengah-setengah. Orang bilang "nasi uduk tinggi kalori karena santan", lalu berhenti di situ. Datanya menceritakan sesuatu yang lebih menarik.

Lihat lagi tabel di atas. Nasi putih 180 kkal, nasi uduk 190 kkal. Selisihnya cuma 10 kkal per 100 gram. Pada porsi 150 gram, selisihnya 15 kkal. Itu setara satu sendok teh gula. Kalau kamu selama ini menghindari nasi uduk semata karena takut santannya, kamu sedang menghindari 15 kkal sambil kemungkinan besar tidak menghitung minyak di lauknya.

Yang benar-benar berubah bukan totalnya, melainkan komposisinya. Karbohidrat turun dari 39,8 gram ke 26,0 gram per 100 gram, sementara lemak melompat dari 0,3 gram ke 7,5 gram. Kenaikan 25 kali lipat. Santan tidak menumpang di atas nasi, dia menggantikan sebagian berasnya. Air santan mengisi ruang yang tadinya diisi air biasa, dan padatan lemaknya menempati porsi yang tadinya milik pati.

Konsekuensinya terlihat kalau kamu hitung berapa persen energinya datang dari lemak:

  • Nasi putih: 0,3 g lemak berarti 2,7 kkal dari lemak, atau 1,5 persen dari 180 kkal
  • Nasi gurih: 7,5 g lemak berarti 67,5 kkal dari lemak, atau 35,5 persen dari 190 kkal
  • Nasi gemuk: 8,8 g lemak berarti 79,2 kkal dari lemak, atau 41,3 persen dari 192 kkal

WHO dalam pembaruan panduannya tahun 2023 menyatakan orang dewasa sebaiknya membatasi asupan lemak total maksimal 30 persen dari total energi, dengan tidak lebih dari 10 persen berasal dari lemak jenuh. Nasi uduk polos, sebelum ditambah lauk apa pun, sudah berada di 35 sampai 41 persen energi dari lemak. Itu bukan alasan untuk mengharamkannya, karena batas WHO berlaku untuk pola makan sehari penuh, bukan per hidangan. Tapi itu alasan bagus untuk tidak menaruh gorengan di atasnya lalu berharap harinya tetap seimbang.

Soal lemak jenuhnya, Harvard T.H. Chan School of Public Health mencatat minyak kelapa 100 persen lemak, dengan 80 sampai 90 persen di antaranya berupa lemak jenuh, didominasi asam laurat sekitar 47 persen. Lemak dalam santan berasal dari sumber yang sama. Artinya dari 11,3 gram lemak di porsi 150 gram, kira-kira 9 sampai 10 gram adalah lemak jenuh. Batas WHO 10 persen energi pada pola makan 2.000 kkal setara sekitar 22 gram lemak jenuh per hari. Satu porsi nasi uduk saja sudah memakai sekitar 43 persen jatah itu.

Tips: Kalau kamu sedang mengawasi lemak jenuh, pilih hari. Nasi uduk dua kali seminggu dengan lauk rebus atau panggang jauh lebih masuk akal daripada nasi uduk setiap pagi dengan ayam goreng tepung. Yang dihitung tubuh adalah rata-rata mingguan, bukan satu pagi yang dramatis.

Menghitung Ulang dari Bahannya: Beras, Santan, dan Sedikit Minyak

Angka TKPI itu hasil analisis laboratorium terhadap sampel nyata. Tapi kamu tidak harus percaya begitu saja. Kita bisa menyusun ulang angkanya dari bahan mentah dan melihat apakah hasilnya bertemu. Ini estimasi berbasis komposisi, bukan pengukuran laboratorium, jadi perlakukan sebagai pemeriksaan silang.

Bahan acuan, semuanya dari TKPI:

  • Beras giling mentah (AR001): 357 kkal per 100 gram, kadar air sekitar 12 persen
  • Santan murni (KP004): 324 kkal per 100 gram, kadar air 54,9 persen, lemak 34,3 gram
  • Santan encer dengan air (KP003): 122 kkal per 100 gram
  • Minyak kelapa sawit (KR012): 884 kkal per 100 gram

Ambil resep rumahan sederhana: 200 gram beras ditanak dengan 125 gram santan murni yang diencerkan dengan air secukupnya. Energinya:

  • Beras: 200 gram dikali 3,57 kkal per gram sama dengan 714 kkal
  • Santan murni: 125 gram dikali 3,24 kkal per gram sama dengan 405 kkal
  • Total bahan berkalori: 1.119 kkal

Sekarang berapa berat hasil matangnya. Kuncinya bahan kering, karena air yang masuk saat menanak tidak menambah kalori sama sekali. Beras 200 gram mengandung sekitar 176 gram bahan kering. Santan murni 125 gram mengandung sekitar 56 gram bahan kering, karena 54,9 persennya air. Totalnya 232 gram bahan kering. TKPI mencatat nasi gurih matang berkadar air 60,5 persen, jadi bahan keringnya menempati 39,5 persen dari berat akhir. Maka 232 dibagi 0,395 menghasilkan sekitar 588 gram nasi uduk matang.

Energi per 100 gram: 1.119 dibagi 588, dikali 100, sama dengan 190 kkal. Persis menemui angka TKPI untuk nasi gurih. Dua jalur yang benar-benar berbeda, satu dari laboratorium dan satu dari aritmetika bahan, mendarat di titik yang sama. Sebagai cek tambahan, model ini memprediksi 7,9 gram lemak per 100 gram, sementara TKPI mencatat 7,5 gram. Selisih 5 persen, wajar untuk resep yang takarannya tidak pernah benar-benar seragam.

Resep yang lebih royal santan, misalnya 250 gram beras dengan 200 gram santan murni, mendarat di sekitar 196 kkal per 100 gram. Jadi rentang jujurnya 190 sampai 200 kkal per 100 gram, bergantung seberapa kental santan yang dipakai warung langgananmu.

Bagaimana dengan minyak? Nasi uduk tradisional sebenarnya tidak memakai minyak di dalam nasinya. Yang sering terjadi adalah bumbu ditumis sebentar dengan satu sendok makan minyak sebelum dicampurkan, dan satu sendok makan minyak sawit (sekitar 10 gram) menyumbang 88 kkal untuk seluruh panci berisi 588 gram, atau cuma 15 kkal per 100 gram. Bandingkan dengan nasi minyak khas Palembang yang memang memakai minyak samin sebagai medium: TKPI mencatatnya 207 kkal per 100 gram, tertinggi di antara keempat jenis nasi tadi. Minyak baru jadi masalah besar ketika dia datang lewat penggorengan lauk, bukan lewat panci nasi.

Tips: Mau tahu angka nasi uduk buatan rumahmu sendiri? Timbang beras dan santan sebelum masak, jumlahkan kalorinya, lalu timbang panci berisi nasi matang setelah dikurangi berat panci kosong. Bagi total kalori dengan berat matang. Itu perhitungan paling akurat yang bisa kamu dapat tanpa laboratorium.

Lauknya yang Menentukan, Bukan Nasinya

Ini inti artikelnya. Nasi uduk hampir tidak pernah dimakan polos, dan begitu lauk masuk, kontribusi santan tadi jadi terlihat kecil.

Berikut berat acuan dan sumber angka untuk lauk yang paling lazim menemani nasi uduk. Semua nilai per 100 gram diambil dari TKPI, lalu diskalakan ke berat porsi warung yang wajar. Bagian yang saya susun dari beberapa bahan ditandai sebagai estimasi komponen.

  • Ayam goreng, satu potong paha sekitar 70 gram. TKPI mencatat ayam goreng kalasan bagian paha 275 kkal per 100 gram, jadi sekitar 193 kkal. Versi berkremes atau bertepung tebal lebih tinggi lagi.
  • Telur balado, satu butir. Estimasi komponen: telur ayam ras 55 gram (154 kkal per 100 gram) sama dengan 85 kkal, ditambah sekitar 10 gram minyak dari menggoreng dan sambalnya (884 kkal per 100 gram) sama dengan 88 kkal, ditambah cabai dan bumbu sekitar 10 kkal. Totalnya sekitar 183 kkal, saya bulatkan 180 kkal.
  • Semur tahu tempe, satu sendok sayur. Estimasi komponen: tahu goreng 50 gram (115 kkal per 100 gram) sama dengan 58 kkal, tempe goreng 30 gram (336 kkal per 100 gram) sama dengan 101 kkal, kuah kecap 25 gram (71 kkal per 100 gram) sama dengan 18 kkal. Totalnya sekitar 176 kkal, saya bulatkan 175 kkal.
  • Bihun goreng, satu jumput sekitar 40 gram matang. Estimasi komponen: berasal dari sekitar 13 gram bihun kering (348 kkal per 100 gram) sama dengan 45 kkal, ditambah 5 gram minyak tumis sama dengan 44 kkal. Totalnya sekitar 89 kkal, saya bulatkan 90 kkal.
  • Kerupuk udang goreng, dua keping sekitar 10 gram. TKPI mencatat 477 kkal per 100 gram, jadi sekitar 48 kkal.

Sekarang gabungkan. Kolom nasi memakai 190 kkal per 100 gram.

Kombinasi Nasi uduk Lauk Total % dari 2.000 kkal
Nasi uduk polos, porsi rumah 150 g 285 kkal 0 285 kkal 14%
150 g + bihun goreng + kerupuk 285 kkal 138 kkal 423 kkal 21%
150 g + semur tahu tempe + kerupuk 285 kkal 223 kkal 508 kkal 25%
150 g + telur balado + bihun + kerupuk 285 kkal 318 kkal 603 kkal 30%
150 g + ayam goreng + bihun + kerupuk 285 kkal 331 kkal 616 kkal 31%
Porsi warung 200 g + ayam goreng + telur balado + bihun + kerupuk 380 kkal 511 kkal 891 kkal 45%

Rentangnya 285 sampai 891 kkal. Faktor 3,1 kali, untuk hidangan yang di semua kasus tetap disebut "nasi uduk". Kalau ada artikel yang memberimu satu angka bulat untuk kalori nasi uduk tanpa menyebut lauknya, artikel itu sedang menebak.

Perhatikan juga barisan mana yang paling murah secara kalori. Bihun dan kerupuk, dua benda yang paling sering dianggap "cuma pelengkap", bersama-sama cuma 138 kkal. Sementara satu potong ayam goreng sendirian 193 kkal. Ini kebalikan dari intuisi kebanyakan orang, yang biasanya minta bihunnya dikurangi lalu menerima paha ayam tanpa protes. Kalau kamu penasaran seberapa cepat gorengan menaikkan angka, kami sudah membahas rinciannya di kalori ayam goreng dan kalori tempe goreng.

Porsi Warung versus Porsi Rumah

Berat porsi adalah variabel yang paling sering diabaikan padahal pengaruhnya paling besar, dan sekaligus paling sulit dipastikan. Tidak ada standar resmi. TKPI mencantumkan komposisi per 100 gram tapi tidak menyebutkan berat porsi untuk nasi gurih maupun nasi gemuk. Jadi siapa pun yang menyebut "satu porsi nasi uduk pasti 250 gram" sedang mengarang.

Yang bisa saya berikan adalah kerangka berpikir, bukan angka pasti. Nasi uduk yang dibungkus daun pisang untuk sarapan biasanya lebih kecil, kira-kira 100 sampai 150 gram, karena bungkusnya membatasi volume. Nasi uduk yang disajikan di piring untuk makan di tempat cenderung lebih banyak, 150 sampai 250 gram, karena penjual mengisi sesuai ruang piring. Nasi uduk buatan rumah paling bervariasi, karena centongnya tergantung siapa yang mengambil.

Selisih antara 150 gram dan 250 gram adalah 100 gram nasi uduk, atau 190 kkal. Itu lebih besar daripada seluruh penambahan kalori akibat santan dibanding nasi putih, dan hampir setara satu potong ayam goreng. Dengan kata lain: keputusan "nambah setengah centong" punya bobot yang lebih besar daripada keputusan "pilih nasi uduk atau nasi putih".

Cara paling praktis mengendalikannya bukan menimbang setiap pagi, karena tidak ada yang bertahan melakukan itu. Timbang sekali saja. Beli nasi uduk seperti biasa dari warung langgananmu, timbang nasinya, dan sesudah itu kamu punya angka pribadi yang bisa dipakai selamanya untuk warung tersebut. Sepuluh menit sekali seumur hidup, lalu selesai.

Kalau sudah tahu berat porsimu, masukkan ke kalkulator kalori bersama sisa menu harianmu supaya kelihatan porsinya terhadap kebutuhan total. Untuk konteks hidangan berbasis nasi lain di warung, kami juga sudah membedah kalori nasi putih, kalori nasi goreng, dan kalori nasi padang.

Nasi Uduk untuk Sarapan: Kenyang sampai Siang atau Tidak?

Nasi uduk adalah sarapan, hampir selalu. Jadi pertanyaannya bukan cuma berapa kalorinya, tapi apakah kalori itu bekerja sampai jam makan siang atau habis di jam sepuluh.

Kembali ke tabel porsi. Nasi uduk 150 gram menyumbang 39 gram karbohidrat, 11,3 gram lemak, dan cuma 7 gram protein. Protein adalah komponen yang paling lemah di sini. Sebagai pembanding, satu butir telur 55 gram sendirian sudah menyumbang sekitar 6,8 gram protein menurut data TKPI untuk telur ayam ras. Artinya menambahkan satu butir telur ke piringmu hampir menggandakan kandungan proteinnya.

Soal karbohidratnya, Harvard T.H. Chan School of Public Health mencatat nasi tergolong pangan berindeks glikemik tinggi, dengan laporan berkisar 48 sampai 93 tergantung jenis dan pengolahan, dan rata-rata nasi putih di angka 64. Halaman yang sama menyebut sebuah meta-analisis dari tujuh studi kohort besar menemukan peningkatan risiko diabetes tipe 2 sebesar 55 persen pada populasi Asia ketika membandingkan asupan nasi putih tertinggi dengan terendah. Perlu dibaca dengan hati-hati: itu studi observasional tentang pola makan bertahun-tahun, bukan vonis terhadap satu bungkus nasi uduk. Kalau kamu punya diabetes atau prediabetes, porsi karbohidrat yang tepat untukmu sebaiknya ditentukan bersama dokter atau ahli gizi, bukan dari tabel di internet.

Ini opini saya, dan saya sebut sebagai opini: masalah terbesar sarapan nasi uduk bukan kalorinya, melainkan struktur gizinya yang berat sebelah. Karbohidrat tinggi, lemak tinggi, protein rendah, serat nyaris nol (0,7 gram per 100 gram). Kombinasi itu memang cenderung membuat orang mencari camilan sebelum siang. Solusinya bukan menghapus nasi uduknya, tapi memperbaiki komposisinya: kurangi sedikit nasinya, tambahkan satu sumber protein, dan kalau bisa selipkan sayur atau lalapan. Prinsip yang sama kami bahas lebih panjang di sarapan untuk diet.

Tips: Kalau sarapan nasi uduk sering berakhir dengan lapar jam sepuluh, coba tukar posisinya sebelum menguranginya. Kurangi nasi seperempat centong, lalu pakai kalori yang dihemat itu untuk satu butir telur tambahan. Total kalorinya nyaris sama, tapi kandungan proteinnya naik hampir dua kali lipat, dan itu variabel yang paling sering hilang dari piring sarapan Indonesia.

Cara Memesan Nasi Uduk yang Lebih Ringan

Saran "hindari nasi uduk" adalah saran yang gagal sebelum dicoba, karena tidak ada yang benar-benar berhenti makan nasi uduk gara-gara membaca artikel. Yang bisa dilakukan adalah memesan dengan lebih sadar. Enam langkah di bawah ini semuanya bisa diucapkan di depan penjual tanpa terdengar aneh.

  1. Minta nasinya setengah atau tiga perempat. Ini tuas terbesar dan paling gampang. Turun dari 200 gram ke 150 gram langsung memangkas 95 kkal, tanpa mengurangi satu pun lauk.
  2. Pilih telur di atas ayam goreng kalau harus pilih satu. Selisihnya cuma sekitar 13 kkal berdasarkan hitungan tadi, tapi telurnya memberi protein lebih tinggi per kalori. Kalau tersedia telur rebus atau telur pindang, itu pilihan terbaik karena tidak menyerap minyak sama sekali.
  3. Ambil bihun dan kerupuknya, bukan gorengan tambahan. Bihun 90 kkal dan kerupuk 48 kkal jauh lebih murah daripada tempe atau tahu goreng yang jadi lauk kedua.
  4. Minta semur tahu tempenya tanpa banyak kuah berminyak. Kuah kecapnya sendiri ringan, sekitar 18 kkal per sendok sayur. Yang berat adalah minyak yang ikut terangkut bersamanya.
  5. Tolak sambal goreng yang menggenang minyak. Cabai hampir nol kalori, minyaknya tidak. Sambal yang tidak berminyak boleh diambil sepuasnya.
  6. Tambahkan timun, kemangi, atau lalapan apa pun yang tersedia. Ini satu-satunya cara memperbaiki kolom serat yang di piring nasi uduk hampir selalu kosong.

Hitung dampaknya. Piring 891 kkal tadi, begitu nasinya turun dari 200 ke 150 gram, jadi 796 kkal. Begitu kamu memilih satu lauk protein saja dan melepas ayam gorengnya, tinggal 603 kkal. Dua langkah, hemat 288 kkal, tanpa kamu merasa sedang berdiet. Ganti lagi telur baladonya dengan telur rebus atau telur pindang yang tidak menyerap minyak, dan angkanya mendekati 500 kkal untuk sarapan yang tetap terasa seperti nasi uduk sungguhan.

Satu catatan penutup yang jujur. Nasi uduk bukan makanan bermasalah. Dia cuma nasi yang ditanak dengan santan, dan santan itu bahan pangan yang wajar dalam pola makan Indonesia selama total lemak jenuh harianmu masih terkendali sesuai anjuran WHO. Yang membuat sarapan nasi uduk menjadi 900 kkal adalah keputusan-keputusan kecil sesudahnya: porsi yang tidak diukur, gorengan kedua yang diambil karena kelihatan enak, dan kerupuk yang entah kenapa selalu dua kali lipat dari yang direncanakan.

Kalau kamu ingin melanjutkan menghitung menu Indonesia lain, jelajahi pembahasan bahan dan hidangan sehari-hari di kategori nutrisi.

Untuk memperluas konteks nutrisi, kamu bisa melanjutkan ke Kalori Ayam Geprek Satu Porsi Lengkap dengan Nasi dan Sambal, Kalori Ketoprak per Porsi.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa kalori nasi uduk satu porsi?

Untuk porsi rumahan sekitar 150 gram, nasi uduknya saja berisi kira-kira 285 kkal. Porsi warung yang lebih penuh, sekitar 200 gram, mendekati 380 kkal. Angka ini memakai patokan 190 kkal per 100 gram dari entri nasi gurih di Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) Kemenkes. Kalau lauknya ikut dihitung, satu piring lengkap dengan ayam goreng, telur balado, bihun, dan kerupuk bisa menembus 890 kkal.

Berapa kalori nasi uduk per 100 gram?

Sekitar 190 kkal per 100 gram. TKPI Kemenkes tidak memuat entri bernama nasi uduk, tapi memuat dua hidangan yang sama persis prinsipnya: nasi gurih (beras dimasak dengan santan) 190 kkal per 100 gram dan nasi gemuk 192 kkal per 100 gram, yang keterangannya di TKPI ditulis sebagai nasi berbumbu mirip nasi uduk. Di dalamnya ada 7,5 gram lemak dan 26 gram karbohidrat per 100 gram.

Berapa selisih kalori nasi uduk dengan nasi putih?

Jauh lebih kecil dari yang orang kira. Memakai data TKPI untuk keduanya, nasi putih 180 kkal per 100 gram dan nasi uduk 190 kkal per 100 gram. Pada porsi 150 gram, selisihnya cuma 15 kkal. Yang membuat sarapan nasi uduk terasa berat bukan santannya, melainkan paket lauk gorengnya.

Apakah nasi uduk boleh dimakan saat diet?

Boleh, selama masuk ke total kalori harianmu. Nasi uduk polos 150 gram sekitar 285 kkal, atau kira-kira 14 persen dari pola makan 2.000 kkal. Yang perlu diatur adalah lauknya, karena satu potong ayam goreng menambah sekitar 193 kkal dan telur balado sekitar 180 kkal. Kalau kamu punya kondisi kesehatan tertentu, bicarakan porsinya dengan dokter atau ahli gizi.

Kenapa nasi uduk lebih tinggi lemaknya padahal kalorinya mirip nasi putih?

Karena santan menggantikan sebagian beras, bukan sekadar menambah. TKPI mencatat nasi putih punya 39,8 gram karbohidrat dan 0,3 gram lemak per 100 gram, sementara nasi uduk punya 26 gram karbohidrat dan 7,5 gram lemak. Karbohidratnya turun, lemaknya naik 25 kali lipat, dan total kalorinya nyaris tidak bergeser.

Berapa lemak jenuh dalam satu porsi nasi uduk?

Satu porsi 150 gram berisi sekitar 11,3 gram lemak total. Karena lemak santan berasal dari kelapa, dan Harvard T.H. Chan School of Public Health mencatat lemak kelapa 80 sampai 90 persen berupa lemak jenuh, perkiraannya sekitar 9 sampai 10 gram lemak jenuh. WHO menyarankan lemak jenuh maksimal 10 persen dari total energi, yang setara sekitar 22 gram per hari pada pola makan 2.000 kkal.

Nasi uduk atau nasi goreng, mana yang lebih tinggi kalorinya?

Per gram, nasi goreng warung umumnya lebih tinggi karena minyak dan kecapnya, sekitar 190 sampai 220 kkal per 100 gram, sementara nasi uduk sekitar 190 kkal per 100 gram. Tapi keduanya berada di kelas yang mirip, dan penentu sebenarnya tetap porsi dan lauk tambahannya, bukan nama hidangannya.

Sangkalan medis. Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan diagnosis atau resep tenaga medis. Konsultasikan kondisi khusus (kehamilan, cedera, diabetes, hipertensi) ke tenaga kesehatan sebelum mengubah pola makan atau program latihan.

Baca juga

Artikel lain yang masih satu topik.

Semua Nutrisi
Butuh arahan personal?

Mau program yang pas dengan kondisimu?

Ngobrol dengan tim Bugar Selalu lewat WhatsApp, gratis untuk mulai.

Chat coach via WhatsApp