Olahraga

Olahraga Renang: Manfaat, 4 Gaya, dan Kalori yang Terbakar

Panduan lengkap olahraga renang: kenapa beban sendinya rendah, empat gaya utama beserta tingkat kesulitan dan otot dominannya, perkiraan pembakaran kalori per 30 menit, plus perbandingan jujur dengan lari dan bersepeda.

Perenang dewasa melakukan gaya bebas di lintasan kolam renang dengan air jernih
OLAHRAGABUGAR SELALUGambar ilustrasi, bukan foto dokumentasi orang atau tempat tertentu. Kredit: Tim Bugar Selalu.

Singkatnya: olahraga renang adalah latihan kardio yang memakai hampir seluruh otot tubuh sekaligus, tapi dengan beban sendi paling rendah di antara olahraga populer. Tabel Harvard Health mencatat renang santai membakar sekitar 216 kkal per 30 menit untuk orang berbobot 70 kg, dan naik ke 360 kkal kalau kamu berenang lap dengan intensitas tinggi. Angka 360 kkal itu setara dengan lari 9,7 km/jam, hanya saja lututmu tidak menerima ribuan hentakan.

Itu kombinasi yang membuat renang terdengar hampir sempurna. Tapi ada harga yang jarang disebut di artikel motivasi: kamu butuh kolam, butuh biaya masuk, butuh waktu ganti baju dan bilas, dan butuh teknik yang tidak bisa dipelajari dalam satu sore. Artikel ini membahas dua sisinya, lengkap dengan angka yang bisa kamu cek sendiri.

Kenapa Renang Disebut Latihan yang Ramah Sendi

Perbedaan mendasar renang dengan olahraga darat ada pada satu hal: daya apung. Saat tubuhmu terendam, air menanggung sebagian besar bobotmu, sehingga lutut, pinggul, dan pergelangan kaki tidak menerima hentakan berulang seperti waktu berlari. Yang tersisa adalah hambatan air, dan hambatan itu justru yang melatih otot.

CDC menuliskan efeknya dengan cukup lugas di halaman Healthy Swimming: orang mampu berolahraga lebih lama di dalam air tanpa peningkatan nyeri sendi maupun nyeri otot, dan hal ini terbukti sangat membantu penderita artritis serta osteoartritis. CDC menambahkan bahwa latihan berbasis air dapat membantu penderita artritis memperbaiki penggunaan sendi yang bermasalah, menurunkan rasa nyeri, dan tidak memperburuk gejalanya.

Manfaatnya tidak berhenti di sendi. Masih menurut CDC, latihan berbasis air memberi keuntungan bagi lansia lewat peningkatan kualitas hidup dan penurunan disabilitas, serta dapat memperbaiki atau membantu mempertahankan kesehatan tulang perempuan pascamenopause. CDC juga menyebut sisi psikologisnya: renang dapat memperbaiki suasana hati, dan orang melaporkan lebih menikmati olahraga di air dibanding olahraga di darat.

Poin terakhir itu sering diremehkan, padahal menurut saya justru yang paling menentukan. Program olahraga terbaik adalah yang benar-benar kamu jalani berbulan-bulan, bukan yang paling efisien di atas kertas. Kalau kamu termasuk orang yang lutut atau punggungnya protes setiap kali mencoba jogging, renang membuka pintu yang selama ini tertutup.

Satu lagi yang membedakan renang dari kebanyakan olahraga kardio lain: tubuh bagian atas ikut bekerja keras. Lari dan bersepeda hampir sepenuhnya mengandalkan kaki, sementara setiap tarikan lengan di air melibatkan punggung, bahu, dan dada. Kamu tidak akan mendapat massa otot seperti latihan beban, tapi daya tahan otot tubuh atas jelas terlatih. Kalau kamu ingin gambaran lebih luas soal apa saja yang bisa kamu dapat dari rutin bergerak, kami membahasnya terpisah di manfaat olahraga.

Empat Gaya Renang, Tingkat Kesulitan, dan Otot Dominannya

Renang bukan satu gerakan tunggal. Empat gaya utamanya punya beban intensitas yang jauh berbeda, dan ini terlihat jelas di nilai MET yang dikumpulkan Compendium of Physical Activities. MET adalah satuan yang membandingkan intensitas suatu aktivitas dengan kondisi tubuh saat diam, jadi makin tinggi angkanya, makin berat kerja tubuhmu.

Gaya Tingkat kesulitan Otot yang paling terasa MET rekreasi MET latihan atau kompetisi
Gaya dada (breaststroke) Paling mudah dipelajari Dada, paha bagian dalam, bokong 5,3 10,3
Gaya punggung (backstroke) Mudah sampai menengah Punggung, bahu, otot inti, kaki 4,8 9,5
Gaya bebas (freestyle atau crawl) Menengah Punggung sayap, bahu, trisep, otot inti 5,8 9,8
Gaya kupu-kupu (butterfly) Paling sulit Dada, bahu, punggung atas, otot inti tidak lazim dipakai santai 13,8

Angka-angka itu menyimpan cerita yang jarang diceritakan. Gaya punggung santai ada di 4,8 MET, yaitu yang paling ringan dari keempatnya, sementara gaya kupu-kupu berada di 13,8 MET. Selisihnya hampir tiga kali lipat. Artinya kalimat "saya rutin berenang" sebenarnya nyaris tidak memberi informasi apa pun soal seberapa keras kamu berlatih.

Gaya dada adalah pintu masuk paling ramah. Kepala bisa diangkat untuk bernapas tanpa perlu memutar badan, ritmenya lambat, dan kamu bisa berhenti kapan saja. Ini juga gaya yang paling banyak dipakai di kolam umum Indonesia. Kelemahannya, tendangan katak yang tekniknya berantakan sering dikaitkan dengan keluhan di sisi dalam lutut, jadi kalau lututmu sudah bermasalah justru gaya ini yang perlu paling diawasi.

Gaya punggung enak untuk pemula yang takut memasukkan wajah ke air, karena hidung selalu di atas permukaan. Masalahnya kamu tidak bisa melihat ke depan, sehingga rawan menabrak tepi kolam atau perenang lain. Pakai penanda lintasan atau hitung jumlah kayuhan.

Gaya bebas adalah gaya paling efisien untuk menempuh jarak dan gaya yang dipakai hampir semua atlet renang jarak jauh. Kuncinya bukan kekuatan lengan, melainkan rotasi badan dan pengaturan napas. Sebagian besar orang yang merasa "cepat capek berenang" sebenarnya sedang kehabisan napas, bukan kehabisan tenaga otot.

Gaya kupu-kupu jujur saja tidak relevan untuk sebagian besar pembaca. Dengan 13,8 MET, gaya ini menuntut kekuatan bahu, mobilitas punggung atas, dan timing yang rapi. Kalau tekniknya belum matang, kamu hanya akan menghabiskan tenaga di 25 meter pertama lalu berhenti. Simpan untuk nanti.

Tips: Jangan mengukur latihanmu dengan panjang kolam. Ukur dengan waktu dan napas. Contoh target yang jauh lebih berguna untuk pemula: berenang gaya dada selama 20 menit dengan istirahat maksimal 20 detik di tiap ujung kolam. Jarak akan bertambah sendiri seiring teknikmu membaik.

Kalau kamu masih menimbang-nimbang olahraga mana yang paling cocok dengan jadwal dan kondisi tubuhmu, ada baiknya membandingkan dulu beberapa pilihan di pembahasan jenis olahraga.

Berapa Kalori yang Terbakar Saat Berenang 30 Menit

Harvard Health Publishing menyusun tabel pembakaran kalori untuk aktivitas 30 menit dengan tiga patokan berat badan: 125 pon, 155 pon, dan 185 pon, yang kira-kira setara 57 kg, 70 kg, dan 84 kg. Ini datanya untuk renang, dibandingkan dengan beberapa olahraga lain dari tabel yang sama.

Aktivitas selama 30 menit ±57 kg ±70 kg ±84 kg
Aerobik air (water aerobics) 120 kkal 144 kkal 168 kkal
Jalan kaki 5,6 km/jam 107 kkal 133 kkal 159 kkal
Renang umum, santai 180 kkal 216 kkal 252 kkal
Sepeda 19-22 km/jam 240 kkal 288 kkal 336 kkal
Lari 8 km/jam 240 kkal 288 kkal 336 kkal
Renang lap, intensitas tinggi 300 kkal 360 kkal 420 kkal
Sepeda 23-26 km/jam 300 kkal 360 kkal 420 kkal

Perhatikan urutannya, karena di sinilah banyak orang salah paham. Renang santai (216 kkal untuk orang 70 kg) ternyata membakar lebih sedikit daripada bersepeda 19-22 km/jam atau lari 8 km/jam yang sama-sama 288 kkal. Renang baru unggul ketika kamu benar-benar berenang lap dengan intensitas tinggi, dan di titik itu angkanya persis sama dengan bersepeda cepat. Harvard juga mencatat lari 9,7 km/jam ada di 360 kkal untuk orang 70 kg, jadi setara.

Kesimpulan yang jujur: renang bukan pembakar kalori ajaib. Yang membuatnya istimewa adalah kamu bisa mencapai zona 360 kkal itu tanpa membebani sendi, bukan karena airnya punya sifat khusus yang melipatgandakan pembakaran.

Ada satu ironi teknis yang layak kamu tahu. Makin bagus tekniknya, makin sedikit energi yang terbuang untuk melawan hambatan air, sehingga perenang mahir justru membakar lebih sedikit kalori untuk jarak yang sama dibanding pemula yang gerakannya berantakan. Jadi jangan kaget kalau setelah tiga bulan latihan, 20 lintasan terasa jauh lebih ringan. Itu tanda kemajuan, tapi juga tanda bahwa kamu perlu menaikkan intensitas kalau target utamamu adalah defisit kalori.

Semua angka di atas tetap perkiraan. Untuk tahu berapa kebutuhan kalorimu sendiri sebagai titik awal, hitung dulu lewat kalkulator kalori kami, lalu baca soal mekanisme penurunan berat badan di olahraga menurunkan berat badan. Renang menambah sisi pengeluaran, tapi sisi asupan tetap yang paling menentukan.

Tips: Banyak orang melaporkan rasa lapar yang jauh lebih kuat setelah berenang dibanding setelah olahraga darat. Apa pun penyebabnya, antisipasi dengan menyiapkan camilan berprotein yang sudah kamu rencanakan sebelum berangkat. Kalau tidak, sepiring nasi goreng di warung depan kolam bisa menghapus seluruh 360 kkal yang barusan kamu bakar.

Renang, Lari, atau Sepeda: Perbandingan yang Jujur

Bagian ini penting karena banyak artikel menjual renang sebagai olahraga terbaik untuk semua orang. Itu tidak benar. Renang menang telak di beberapa hal dan kalah telak di hal lain.

Yang membuat renang unggul. Pertama, beban sendinya paling rendah, dan ini keunggulan yang tidak bisa ditiru lari maupun bersepeda. Untuk orang dengan kelebihan berat badan, lansia, atau siapa pun yang lututnya sudah bermasalah, ini bukan sekadar nilai tambah melainkan syarat agar olahraga tetap mungkin dilakukan. Kedua, renang melatih tubuh bagian atas, sesuatu yang tidak dilakukan lari maupun bersepeda secara berarti. Ketiga, renang tidak terganggu cuaca panas Indonesia dan tidak menuntutmu berbagi jalan dengan lalu lintas.

Yang membuat renang kalah. Renang jauh lebih repot secara logistik. Kamu perlu kolam yang layak, tiket masuk atau keanggotaan, perjalanan pulang pergi, waktu ganti baju, bilas, dan mengeringkan rambut. Sesi renang 30 menit realistis memakan satu setengah sampai dua jam dari harimu. Bandingkan dengan olahraga lari yang cukup pakai sepatu lalu keluar pintu, atau bahkan jalan kaki yang membakar kalori dan bisa diselipkan di sela aktivitas harian tanpa persiapan sama sekali.

Renang juga punya hambatan masuk berupa keterampilan. Orang yang belum bisa berenang tidak bisa langsung mendapat manfaat kardio, sementara siapa pun bisa langsung jalan cepat hari ini juga. Dan karena renang bukan olahraga menahan beban tubuh, kalau targetmu spesifik ke kekuatan tungkai atau kepadatan tulang, kamu tetap butuh latihan darat sebagai pelengkap. Catatannya, CDC tetap mencatat latihan berbasis air dapat membantu mempertahankan kesehatan tulang pada perempuan pascamenopause, jadi ini soal pelengkap, bukan soal renang tidak berguna untuk tulang.

Opini saya setelah melihat banyak orang gagal konsisten: pilih olahraga berdasarkan hambatan terkecil dalam hidupmu, bukan berdasarkan angka pembakaran kalori tertinggi. Kalau kolam terdekat 40 menit dari rumah dan hanya buka sampai jam lima sore, renang akan berhenti di minggu ketiga betapa pun bagus manfaatnya. Sebaliknya, kalau ada kolam di kompleks tempat tinggalmu dan lututmu sudah lama protes tiap kali jogging, renang adalah pilihan paling masuk akal yang bisa kamu ambil.

WHO menegaskan hal yang sejalan: setiap jumlah aktivitas fisik lebih baik daripada tidak sama sekali, dan semua bentuk aktivitas dihitung. WHO juga mencatat sekitar 31 persen orang dewasa di dunia, atau 1,8 miliar orang, belum memenuhi rekomendasi minimal 150 menit aktivitas intensitas sedang per minggu. Masalah utamanya jelas bukan salah pilih cabang olahraga.

Cara Memulai Kalau Kamu Belum Bisa Berenang

Banyak orang dewasa malu mengaku belum bisa berenang, lalu memilih tidak pernah mencoba. Padahal urutan belajarnya cukup jelas dan tidak ada yang memalukan di dalamnya.

Tahap satu: nyaman dengan air. Berdiri di area dangkal, celupkan wajah, dan buang napas lewat hidung sampai muncul gelembung. Ulangi sampai gerakan ini terasa otomatis. Sebagian besar rasa panik di air berasal dari refleks menahan napas, bukan dari ketidakmampuan bergerak.

Tahap dua: belajar mengapung. Latih posisi telentang sambil berpegangan tepi kolam, lalu lepas perlahan. Tubuh manusia cenderung mengapung kalau paru-paru terisi dan badan rileks. Yang menenggelamkan orang biasanya ketegangan otot dan gerakan panik.

Tahap tiga: tendangan dengan papan luncur. Pegang kickboard, luruskan badan, dan tendang dari pangkal paha, bukan dari lutut. Ini membangun rasa terhadap posisi tubuh yang datar di air, fondasi semua gaya.

Tahap empat: satukan dengan napas. Baru di sini kamu menambahkan tarikan lengan. Untuk sebagian besar orang dewasa, gaya dada adalah titik masuk termudah karena pola napasnya paling sederhana.

Beberapa hal praktis yang sebaiknya kamu siapkan sejak awal. Ambil instruktur renang untuk beberapa sesi pertama kalau memungkinkan, karena kebiasaan teknik yang salah sangat sulit dibongkar setelah tertanam. Selalu berlatih di area dangkal yang kakimu masih menapak. Kalau butuh bantuan mengapung, CDC menyarankan memakai jaket pelampung yang pas dan tersertifikasi, dan secara khusus mengingatkan agar tidak mengandalkan mainan berisi udara seperti pelampung lengan.

Jangan lewatkan pemanasan juga. Air yang lebih dingin dari suhu tubuh membuat otot lebih kaku di menit-menit awal, dan kram betis di tengah kolam bukan pengalaman yang menyenangkan. Beberapa menit gerakan dinamis di tepi kolam sudah cukup, dan kami menguraikan pilihannya di pemanasan sebelum olahraga.

Tips: Untuk delapan minggu pertama, targetkan frekuensi, bukan jarak. Dua sampai tiga sesi seminggu, masing-masing 30 menit termasuk istirahat, jauh lebih membentuk kebiasaan dibanding satu sesi heroik 90 menit yang membuatmu pegal tiga hari dan malas kembali.

Keamanan Dasar di Kolam yang Sering Dilewatkan

Kolam renang umum aman selama dikelola dengan benar, tapi ada beberapa hal yang layak kamu tahu tanpa perlu jadi paranoid. CDC menyebut penyakit terkait berenang paling umum adalah diare, ruam kulit, infeksi telinga luar atau swimmer's ear, penyakit mirip flu atau pneumonia, serta iritasi mata dan saluran napas. Penularannya terjadi kalau kamu menelan air, bersentuhan dengan air yang mengandung kuman, atau menghirup uap airnya.

Yang paling sering mengejutkan orang: klorin tidak membunuh kuman seketika. CDC menjelaskan bahwa klorin atau bromin pada air yang dirawat dengan benar menonaktifkan sebagian besar kuman dalam hitungan menit, tapi sebagian kuman bertahan lebih lama. Cryptosporidium, penyebab diare berair yang bisa berlangsung berminggu-minggu, mampu bertahan lebih dari 7 hari di air yang sudah diklorinasi dengan benar.

Daftar pendek kebiasaan yang direkomendasikan CDC dan mudah diikuti:

  1. Mandi satu menit sebelum masuk kolam. Ini menghilangkan sebagian besar kotoran, keringat, dan minyak di tubuhmu yang kalau tidak dibilas akan menghabiskan zat kimia pembunuh kuman di air kolam.
  2. Jangan menelan air kolam. Sekalipun airnya terlihat jernih, kuman tetap bisa ada di dalamnya.
  3. Tidak berenang saat sedang diare. Kalau kamu terdiagnosis Cryptosporidium, CDC meminta menunggu sampai dua minggu setelah diare benar-benar berhenti.
  4. Tutup luka terbuka. Sebaiknya tidak berenang dengan luka terbuka, terutama bekas operasi atau tindik. Kalau tetap masuk, tutup rapat dengan perban tahan air.
  5. Keringkan telinga dengan benar setelah berenang. Ini langkah pencegahan swimmer's ear yang paling sederhana dan paling sering dilupakan.
  6. Perhatikan kondisi kolam. CDC menyarankan memastikan lubang saluran di ujung dalam kolam terlihat dan penutupnya terpasang baik, serta mengecek keberadaan penjaga kolam atau setidaknya alat penyelamat seperti ring dan galah.

Soal batas medis, ini bagian yang perlu kamu baca pelan-pelan. NHS meminta kamu berbicara dulu dengan tenaga kesehatan sebelum mulai berolahraga kalau sudah lama tidak aktif, atau kalau punya kondisi medis dan kekhawatiran tertentu. Panduan itu berlaku ganda untuk renang, karena air menambah satu variabel yang tidak ada di olahraga darat: kalau kamu pingsan atau kejang di lintasan lari, orang bisa langsung menolong; di dalam air, situasinya berbeda.

Karena itu, kalau kamu punya kondisi jantung, riwayat epilepsi atau kejang, atau sedang mengalami infeksi telinga, jangan menentukan sendiri aman atau tidaknya berenang dari artikel mana pun, termasuk artikel ini. Bicarakan dengan dokter yang memegang riwayatmu. CDC juga mengingatkan orang dengan sistem imun yang lemah untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum berenang, dan menghubungi tenaga kesehatan kalau jatuh sakit setelah beraktivitas di air. Ini bukan alasan untuk takut ke kolam, hanya alasan untuk bertanya dulu.

Jadi, Untuk Siapa Renang Paling Masuk Akal?

Renang paling masuk akal kalau salah satu dari ini menggambarkan kondisimu: sendimu tidak tahan olahraga berhentak, kamu punya kelebihan berat badan yang membuat lari terasa menyakitkan, kamu berusia lanjut dan ingin menjaga kemandirian bergerak, atau kamu sudah punya akses kolam yang nyaman dan murah sehingga logistiknya tidak jadi beban.

Renang kurang masuk akal kalau kolam terdekat jauh, biayanya memberatkan, waktumu sempit, atau kamu belum bisa berenang sama sekali dan tidak punya rencana belajar. Dalam kondisi itu, jalan cepat harian atau bersepeda akan memberimu hasil kesehatan yang sebanding dengan hambatan jauh lebih kecil.

Angka penutupnya biar mudah diingat: sekitar 216 kkal per 30 menit untuk renang santai dan 360 kkal untuk renang lap intensitas tinggi pada orang 70 kg menurut Harvard Health, dengan rentang intensitas antargaya dari 4,8 MET sampai 13,8 MET menurut Compendium of Physical Activities. NHS menargetkan 150 menit intensitas sedang atau 75 menit intensitas tinggi per minggu, ditambah latihan penguatan otot 2 hari seminggu yang tidak sepenuhnya digantikan renang.

Yang menentukan hasilnya bukan gaya mana yang kamu pilih, melainkan berapa kali kamu benar-benar sampai di tepi kolam bulan ini.

Pertanyaan yang sering muncul

FAQ

Berapa kalori yang terbakar saat berenang 30 menit?

Menurut tabel Harvard Health, renang santai membakar sekitar 180 kkal untuk orang 57 kg, 216 kkal untuk 70 kg, dan 252 kkal untuk 84 kg per 30 menit. Kalau kamu berenang lap dengan intensitas tinggi, angkanya naik jadi 300, 360, dan 420 kkal. Semua angka itu perkiraan, karena teknik dan tingkat usaha tiap orang berbeda.

Gaya renang apa yang paling mudah untuk pemula?

Gaya dada biasanya paling mudah dipelajari karena kepala bisa diangkat untuk bernapas tanpa memutar badan, dan gerakannya paling lambat. Compendium of Physical Activities mencatat gaya dada rekreasi ada di 5,3 MET, jadi intensitasnya moderat dan tidak langsung menguras tenaga. Gaya bebas menyusul setelah kamu nyaman mengatur napas di dalam air.

Apakah renang bisa menurunkan berat badan?

Bisa, tapi hanya kalau total asupan kalorimu lebih kecil dari yang kamu bakar. Renang lap intensitas tinggi menyumbang sekitar 360 kkal per 30 menit untuk orang 70 kg menurut Harvard Health, dan itu setara lari 9,7 km/jam. Masalahnya, banyak orang merasa jauh lebih lapar setelah keluar kolam, jadi pantau juga apa yang kamu makan seusai berenang.

Berapa kali seminggu sebaiknya berenang?

NHS menyarankan orang dewasa 19-64 tahun mengumpulkan minimal 150 menit aktivitas intensitas sedang atau 75 menit intensitas tinggi per minggu, disebar ke 4-5 hari. Kalau renang jadi olahraga utamamu, tiga sesi 45-50 menit sudah memenuhi target intensitas sedang. NHS juga meminta tambahan latihan penguatan otot minimal 2 hari seminggu, dan itu tidak sepenuhnya tergantikan oleh renang.

Apakah renang aman untuk orang yang kelebihan berat badan atau punya masalah lutut?

Umumnya ya, karena daya apung air menanggung sebagian besar berat tubuh sehingga sendi tidak menerima hentakan. CDC menyebut orang bisa berolahraga lebih lama di air tanpa peningkatan nyeri sendi atau otot, dan ini terbukti sangat membantu penderita artritis serta osteoartritis. Meski begitu, kalau kamu punya cedera aktif atau baru operasi, tanyakan dulu ke dokter atau fisioterapis.

Bagaimana mencegah infeksi telinga setelah berenang?

CDC menyarankan mengeringkan telinga dengan benar setiap selesai berenang, karena telinga yang lembap membuat kuman gampang tumbuh di liang telinga luar dan memicu swimmer's ear. Jangan mengorek telinga dengan cotton bud karena bisa melukai kulit di dalamnya. Kalau telinga sudah terasa nyeri, gatal berat, atau keluar cairan, periksakan ke tenaga kesehatan, jangan diobati sendiri.

Sangkalan medis. Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan diagnosis atau resep tenaga medis. Konsultasikan kondisi khusus (kehamilan, cedera, diabetes, hipertensi) ke tenaga kesehatan sebelum mengubah pola makan atau program latihan.
Baca juga

Artikel terkait

Butuh arahan personal?

Mau program yang pas dengan kondisimu?

Ngobrol dengan tim Bugar Selalu lewat WhatsApp, gratis untuk mulai.

Chat coach via WhatsApp