Nutrisi

Kalori Bihun Kering vs Matang: Angka yang Sering Salah

Rincian kalori bihun beras dalam keadaan kering dan setelah dimasak berdasarkan data USDA, hitungan jujur untuk bihun goreng, perbandingan dengan nasi putih, dan jawaban apakah bihun benar lebih baik untuk diet.

Sepiring bihun goreng dengan udang, telur orak-arik, kol, dan sawi hijau, dihiasi irisan timun, tomat, dan daun peterseli.
Foto: Midori / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0.
Daftar isiLihat semua bagian

Singkatnya: kalori bihun punya dua angka yang sama sekali berbeda, dan itu sumber hampir semua kesalahan hitung yang beredar di internet. Dalam keadaan kering, USDA FoodData Central mencatat bihun beras 364 kkal per 100 gram. Setelah direndam dan dimasak, angkanya jatuh ke 108 kkal per 100 gram, karena bihun menyerap air sampai beratnya sekitar 3,4 kali lipat. Jadi kalau kamu menimbang 50 gram bihun kering, yang masuk ke perutmu tetap sekitar 182 kkal, meskipun di piring beratnya sudah jadi hampir 170 gram.

Kesalahan paling sering muncul ketika orang membandingkan bihun kering dengan nasi matang. Angka 364 kkal berhadapan dengan 130 kkal terlihat seperti bihun jauh lebih berat, padahal yang dibandingkan bukan dua benda yang setara. Yang setara adalah bihun matang lawan nasi matang, dan di situ selisihnya menyusut drastis. Kita mulai dari sana, lalu lanjut ke bagian yang benar-benar menentukan, yaitu minyak di wajan.

Bihun Kering dan Bihun Matang: Selisihnya Tiga Kali Lipat

Semua angka di tabel ini diambil dari dua entri terpisah di USDA FoodData Central, yaitu "Rice noodles, dry" dan "Rice noodles, cooked". Keduanya bihun beras, cuma beda kondisi.

Zat gizi (per 100 gram) Bihun kering Bihun matang
Energi 364 kkal 108 kkal
Air 11,9 g 73,8 g
Karbohidrat 80,2 g 24,0 g
Serat pangan 1,6 g 1,0 g
Protein 5,95 g 1,79 g
Lemak total 0,56 g 0,2 g
Lemak jenuh 0,153 g 0,023 g
Natrium 182 mg 19 mg
Fosfor 153 mg 20 mg
Selenium 15,1 mcg 4,5 mcg

Diagram batang energi bihun beras per 100 gram: bihun kering 364 kkal dengan 11,9 gram air, bihun matang 108 kkal dengan 73,8 gram air

Grafik: Bugar Selalu, dari data USDA FoodData Central (FDC 169742 dan 168914). Rasio 364 banding 108 sama dengan 3,37, cocok dengan patokan pengembangan 3,3 sampai 3,4 kali lipat.

Lihat baris air. Bihun kering cuma berisi 11,9 gram air per 100 gram, sementara bihun matang berisi 73,8 gram. Itu satu-satunya penjelasan yang kamu butuhkan. Kalorinya tidak menguap saat dimasak, cuma terencerkan oleh air rendaman.

Angka pengembangannya bisa dihitung dari data USDA itu sendiri, dan hasilnya konsisten dari dua arah. Kalau dihitung dari energi, 364 dibagi 108 sama dengan 3,37. Kalau dihitung dari bahan keringnya, bihun kering punya 88,1 gram bahan kering per 100 gram, sedangkan bihun matang cuma 26,2 gram, dan 88,1 dibagi 26,2 sama dengan 3,36. Dua jalur yang berbeda mendarat di tempat yang sama, jadi patokan 3,3 sampai 3,4 kali lipat cukup aman dipakai di dapur.

Satu detail kecil yang jarang disorot: natrium bihun kering 182 mg per 100 gram, sementara nasi putih matang cuma 1 mg per 100 gram. Bihun sudah membawa garam sejak dari pabriknya. Setelah direbus, sebagian garam itu larut ke air rebusan, dan angkanya turun ke 19 mg per 100 gram. Ini bukan jumlah yang mengkhawatirkan, tapi menjelaskan kenapa bihun polos terasa jauh lebih gurih daripada nasi polos.

Berapa Bihun yang Sebenarnya Ada di Piringmu

Bagian ini yang paling praktis. Kalau kamu menimbang bihun dalam keadaan kering, hitunganmu langsung selesai dan tidak perlu menebak berapa banyak air yang terserap. Tabel berikut memakai patokan 3,64 kkal per gram bihun kering, angka yang datang langsung dari USDA.

Bihun kering ditimbang Perkiraan berat setelah matang Energi
30 g ±100 g ±109 kkal
40 g ±135 g ±146 kkal
50 g ±170 g ±182 kkal
57 g (2 ons, porsi acuan USDA) ±190 g ±207 kkal
60 g ±200 g ±218 kkal
75 g ±250 g ±273 kkal
100 g ±340 g ±364 kkal

Untuk kamu yang tidak punya timbangan, USDA juga memberi satu patokan volume: satu gelas takar bihun matang setara 176 gram, atau sekitar 190 kkal. Itu kira-kira sepiring bihun ukuran sedang, bukan porsi warung yang menggunung.

Yang perlu kamu waspadai, kebiasaan memasak satu bungkus sekaligus lalu membaginya "kira-kira". Ambil contoh bungkus 200 gram yang dimasak untuk dua orang. Masing-masing mendapat 100 gram bihun kering, yaitu sekitar 364 kkal, sebelum minyak dan lauk. Dihitung dari energinya, itu setara sekitar 280 gram nasi putih matang, karena nasi putih 130 kkal per 100 gram menurut USDA. Jadi kesan "bihun itu ringan" sering datang dari teksturnya yang tipis, bukan dari porsinya.

Tips: Timbang bihunmu dalam keadaan kering, sebelum direndam. Ini satu-satunya cara mengukur bihun yang tidak bisa menipu, karena berat setelah matang bergantung pada berapa lama kamu merendamnya dan berapa banyak air yang masih menempel saat ditiriskan. Kalau tidak punya timbangan, pakai patokan kasar satu genggam bihun kering orang dewasa, kira-kira 50 gram, lalu masukkan angka 182 kkal ke catatanmu.

Kalori Bihun Goreng: Bihunnya Kecil, Minyaknya yang Besar

Ini pertanyaan yang paling sering diketik orang, dan jawaban jujurnya mengecewakan: tidak ada satu angka pasti untuk bihun goreng. Bukan karena datanya tidak ada, tapi karena variabel terbesarnya bukan bihun.

Bihunnya sendiri gampang dihitung, asal kita sepakat dulu soal porsinya. Saya pakai 75 gram bihun kering sebagai patokan kerja untuk sepiring bihun goreng, dan itu sekitar 273 kkal. Perlu ditegaskan: 75 gram itu asumsi saya, bukan hasil pengukuran porsi warung mana pun, jadi geser sendiri kalau porsimu berbeda. Sisanya datang dari wajan.

USDA mencatat minyak sawit 884 kkal per 100 gram, dengan satu sendok makan setara 13,6 gram dan satu sendok teh setara 4,5 gram. Artinya satu sendok makan minyak menyumbang sekitar 120 kkal, dan satu sendok teh sekitar 40 kkal. Sekarang lihat apa yang terjadi kalau angka itu ditumpuk ke porsi bihun tadi.

Minyak yang terserap Berat minyak Tambahan energi Total dengan 75 g bihun kering
Tidak ada (direbus atau dikuah) 0 g 0 kkal ±273 kkal
1 sendok teh 4,5 g ±40 kkal ±313 kkal
1 sendok makan 13,6 g ±120 kkal ±393 kkal
2 sendok makan 27 g ±240 kkal ±513 kkal
3 sendok makan 41 g ±361 kkal ±634 kkal

Diagram batang perkiraan kalori bihun goreng dari 75 gram bihun kering: tanpa minyak 273 kkal, 1 sendok teh minyak 313 kkal, 1 sendok makan 393 kkal, 2 sendok makan 513 kkal, 3 sendok makan 634 kkal

Grafik: Bugar Selalu, dihitung dari data USDA FoodData Central (bihun kering FDC 169742, minyak sawit FDC 171015). Belum termasuk telur, kecap, bakso, atau lauk lain.

Perhatikan baris terakhir. Pada tiga sendok makan minyak, kontribusi minyak (361 kkal) sudah melewati kontribusi bihunnya sendiri (273 kkal). Piringmu secara teknis lebih banyak "minyak" daripada "bihun" kalau diukur dengan satuan energi. Dan tiga sendok makan bukan jumlah yang mengada-ada untuk sepiring bihun goreng yang ditumis sampai berkilat.

Angka di tabel itu juga belum menghitung kecap manis, telur, bakso, ayam suwir, sosis, atau bawang goreng yang biasanya ikut. Saya sengaja tidak memberi angka untuk itu, karena jumlahnya berbeda-beda di tiap warung dan tidak ada label yang bisa dibaca. Menyebut satu angka bulat untuk "bihun goreng komplet" berarti menebak, dan menebak dengan percaya diri adalah kebiasaan yang membuat banyak orang gagal memahami asupannya sendiri.

Kesimpulan yang lebih berguna daripada satu angka: kalau kamu ingin memperkirakan bihun goreng, hitung bihunnya dari berat kering, lalu tambahkan minyak berdasarkan seberapa berminyak tampilannya. Kalau piringnya meninggalkan noda minyak, kamu ada di baris bawah tabel. Pola yang sama berlaku untuk semua makanan yang lewat wajan, dan kami membahasnya lebih dalam di kalori gorengan.

Tips: Rendam bihun di air hangat sampai lentur, tiriskan sampai benar-benar kering, baru masuk wajan. Bihun yang masih basah menolak bumbu dan membuatmu refleks menambah minyak supaya tidak lengket. Sisanya soal alat: wajan antilengket dengan satu sendok teh minyak plus dua sendok makan air kaldu menghasilkan tekstur yang mirip, dengan selisih sekitar 80 kkal dibanding satu sendok makan minyak penuh.

Bihun Kuah dan Bihun Goreng: Mana yang Lebih Ringan

Pertanyaan ini jauh lebih mudah dijawab daripada versi mie instan, karena bihun tidak digoreng saat produksi. Bihun kering hanya mengandung 0,56 gram lemak per 100 gram menurut USDA. Bandingkan dengan blok mie instan yang sudah membawa lemaknya sendiri dari pabrik, seperti yang kami rinci di kalori mie instan. Bihun datang ke dapurmu dalam keadaan hampir bebas lemak.

Artinya seluruh lemak di piring bihunmu adalah lemak yang kamu atau penjualnya tambahkan sendiri. Ini kabar bagus, karena berarti kamu benar-benar memegang kendalinya.

Bihun kuah menang telak dalam hal ini, dengan satu syarat. Kuahnya harus kuah kaldu bening, bukan kuah santan atau kuah yang dituang di atas tumisan berminyak. Semangkuk bihun kuah dari 60 gram bihun kering, dengan kaldu bening dan sayuran, berada di sekitar 218 kkal untuk bihunnya, ditambah kontribusi kecil dari kaldu dan sayur. Versi gorengnya, dengan bihun kering sebanyak itu juga, gampang menembus 450 kkal begitu dua sendok makan minyak ikut masuk.

Jadi kalau ada satu keputusan tunggal yang paling berdampak pada kalori bihunmu, itu bukan memilih merek, bukan memilih bihun beras atau bihun jagung, melainkan memilih apakah bihunmu lewat wajan atau lewat panci.

Bihun Beras, Bihun Jagung, dan Soun: Tiga Benda yang Sering Dikira Sama

Tiga nama ini sering dipakai bergantian di dapur, padahal bahan bakunya berbeda.

Bihun beras adalah yang paling umum dan satu-satunya yang datanya tersedia di USDA. Warnanya putih buram, dibuat dari tepung beras, dan itu yang jadi acuan seluruh angka di artikel ini.

Bihun jagung dibuat dari pati jagung, teksturnya lebih kenyal, dan tidak gampang hancur saat digoreng. Di sini saya harus jujur soal batas data. Saya tidak menemukan label gizi bihun jagung produksi Indonesia yang dipublikasikan dan bisa ditelusuri secara terbuka. Artikel yang memberimu satu angka bulat untuk bihun jagung tanpa menyebut merek dan sumber labelnya kemungkinan besar menyalin dari artikel lain.

Yang bisa dikatakan dengan yakin adalah aritmetikanya. Produk kering yang isinya hampir seluruhnya pati, dengan kadar air sekitar 10 sampai 12 persen, akan selalu mendarat di kisaran 350 sampai 370 kkal per 100 gram, karena pati menyumbang sekitar 4 kkal per gram. Bihun beras kering versi USDA berada tepat di sana, yaitu 364 kkal dengan 80,2 gram karbohidrat dan 11,9 gram air. Selama bihun jagungmu tidak digoreng saat produksi dan tidak ditambahi minyak, tidak ada alasan struktural bagi angkanya untuk jauh berbeda. Pakai patokan yang sama per gram kering, lalu balik bungkusmu sendiri kalau butuh presisi.

Soun beda lagi. Soun dibuat dari pati kacang hijau atau pati tapioka, bukan beras, dan berubah bening saat matang. Karena bahan dasarnya berbeda, angka bihun beras di artikel ini tidak otomatis berlaku untuk soun, dan saya tidak akan meminjamkannya.

Satu hal yang berlaku untuk ketiganya: semuanya sumber karbohidrat, bukan sumber protein. Kemenkes memasukkan mi ke dalam kelompok karbohidrat kompleks bersama nasi, kentang, ubi, singkong, dan jagung. Kalau di piringmu bihun berperan sebagai pengganti nasi, perlakukan seperti nasi, bukan seperti lauk. Untuk pilihan lain di kelompok yang sama, kami sudah membandingkannya di pengganti nasi untuk diet.

Apakah Bihun Lebih Sehat dari Nasi untuk Diet?

Sekarang bagian yang paling sering ditanyakan, dan jawabannya lebih rumit daripada yang biasa kamu temukan.

Per 100 gram matang Bihun beras Nasi putih
Energi 108 kkal 130 kkal
Karbohidrat 24,0 g 28,2 g
Serat pangan 1,0 g 0,4 g
Protein 1,79 g 2,69 g
Lemak total 0,2 g 0,28 g
Air 73,8 g 68,4 g
Natrium 19 mg 1 mg
Porsi gelas takar USDA 176 g, ±190 kkal 158 g, ±205 kkal

Diagram batang energi bihun matang dan nasi putih: per 100 gram bihun 108 kkal dan nasi 130 kkal, per gelas takar bihun 176 gram sekitar 190 kkal dan nasi 158 gram sekitar 205 kkal

Grafik: Bugar Selalu, dari data USDA FoodData Central (FDC 168914 dan 168878). Selisih per gelas takar sekitar 15 kkal, setara satu suapan.

Baris terakhir itu yang menurut saya paling penting, dan hampir tidak pernah muncul di artikel lain. Per 100 gram, bihun memang unggul 17 persen. Tetapi USDA memakai berat porsi yang berbeda untuk keduanya, karena bihun matang lebih ringan dan lebih memuai. Begitu dibandingkan per gelas takar, selisihnya tinggal sekitar 15 kkal. Itu setara satu suapan.

Jadi kalau kamu berharap mengganti nasi dengan bihun akan memangkas kalorimu secara berarti, harapan itu perlu diturunkan. Perbedaan 15 kkal per porsi tidak akan menggeser apa pun di timbangan. Yang menggeser angka adalah minyak di wajan, dan ironisnya bihun jauh lebih sering digoreng daripada nasi.

Bihun juga kalah di kolom protein, yaitu 1,79 gram berbanding 2,69 gram per 100 gram. Angka keduanya kecil, tapi arah selisihnya penting: mengganti nasi dengan bihun berarti mengurangi sedikit protein dari sumber karbohidratmu, bukan menambah. Ini alasan kenapa sepiring bihun polos sering terasa cepat lapar lagi.

Lalu bagaimana dengan gula darah? Di sini bihun punya keunggulan yang nyata. Sebuah studi yang terbit di Int J Food Sci Nutr menguji sembilan jenis beras dan dua jenis rice vermicelli yang dijual di Inggris Raya, pada 14 orang dewasa sehat, dengan porsi uji yang masing-masing berisi 50 gram karbohidrat tersedia. Sepuluh makanan yang dilaporkan menunjukkan rentang indeks glikemik 37 sampai 92, dan studi tersebut menyimpulkan bahwa mie beras, nasi long grain, easy cook long grain, serta basmati putih termasuk makanan indeks glikemik rendah, sementara sisanya masuk kategori sedang dan tinggi.

Tapi jangan berhenti di situ, karena Kemenkes menambahkan konteks yang justru membalik kesimpulan praktisnya. Dalam artikelnya soal memilih makanan sumber karbohidrat, Kemenkes menjelaskan bahwa naik turunnya gula darah tidak hanya diprediksi dari nilai indeks glikemik, melainkan juga dari beban glikemik, yaitu indeks glikemik dikalikan jumlah karbohidrat per porsi lalu dibagi 100. Kategorinya: indeks glikemik rendah bila di bawah 55, sedang 56 sampai 70, tinggi di atas 71. Untuk beban glikemik, rendah bila di bawah 10, sedang 11 sampai 19, dan tinggi bila di atas 20.

Coba masukkan porsi nyata ke rumus itu. Sepiring bihun dari 50 gram bihun kering menghasilkan sekitar 170 gram bihun matang, yang berisi sekitar 41 gram karbohidrat. Kalaupun kita pakai batas atas kategori indeks glikemik rendah, yaitu 55, beban glikemiknya menjadi 55 dikali 41 dibagi 100, yaitu sekitar 22. Itu sudah masuk kategori tinggi menurut patokan Kemenkes yang sama.

Kemenkes sendiri menutup artikelnya dengan kalimat yang senada: bahan makanan berindeks glikemik dan berbeban glikemik rendah memang baik dikonsumsi, tapi bila dimakan dalam jumlah banyak dengan jadwal makan yang kurang teratur, dampaknya tetap kurang baik bagi kontrol glukosa darah.

Ini contrarian take yang jarang diangkat: label "indeks glikemik rendah" pada bihun itu benar, tetapi berlaku pada porsi laboratorium, bukan pada porsi warung. Begitu porsinya membesar, keunggulan itu larut. Kalau kamu punya diabetes, prediabetes, atau sedang mengatur gula darah atas saran tenaga kesehatan, porsimu perlu dibicarakan dengan dokter atau ahli gizi, bukan disimpulkan dari tabel di internet.

Kesimpulan jujurnya: bihun sedikit lebih ringan dan indeks glikemiknya lebih bersahabat, tetapi ia bukan makanan diet. Ia sumber karbohidrat biasa yang kebetulan menyerap banyak air. Yang menurunkan berat badan tetap defisit kalori total, mekanismenya kami jelaskan di defisit kalori untuk turun berat badan, dan kamu bisa memperkirakan kebutuhan hariannya lewat kalkulator kalori kami.

Cara Makan Bihun Tanpa Merusak Hitungan Kalorimu

Beberapa langkah praktis, diurutkan dari yang paling besar dampaknya.

  1. Kurangi minyak sebelum mengurangi bihun. Melihat tabel tadi, memangkas satu sendok makan minyak menghemat sekitar 120 kkal, sementara memangkas 20 gram bihun kering cuma menghemat sekitar 73 kkal. Minyak adalah pengungkit terbesar yang kamu punya, dan yang paling tidak terasa hilangnya.
  2. Tambahkan protein, jangan cuma bumbu. Telur, ayam suwir, tahu, tempe, atau udang. Bihun sendiri hampir tidak menyumbang protein, dan itu sebabnya bihun polos jarang mengenyangkan lebih dari dua jam.
  3. Naikkan volume dengan sayur, bukan dengan bihun. Kol, sawi, tauge, wortel, dan buncis menambah isi piring dengan tambahan energi yang kecil. Ini cara paling murah membuat porsi terlihat banyak tanpa menaikkan angka.
  4. Jangan pasangkan bihun dengan nasi. Kebiasaan ini sangat Indonesia dan sangat mahal secara kalori, karena keduanya sumber karbohidrat yang sama perannya. Kalau penasaran berapa besar tambahannya, lihat rincian kalori nasi putih.
  5. Hati-hati dengan bihun sebagai pendamping, bukan makanan utama. Bihun sering muncul sebagai isian di hidangan lain, misalnya di lauk pendamping nasi kuning. Dalam posisi itu bihun jadi karbohidrat tambahan di atas karbohidrat, bukan pengganti. Kami membahas kasus semacam itu di kalori nasi kuning.
  6. Masak sekali untuk satu porsi. Memasak satu bungkus penuh lalu "makan seadanya" hampir selalu berakhir dengan porsi yang lebih besar dari rencana. Timbang di depan, bukan di belakang.

Tips: Kalau kamu makan bihun goreng di luar dan tidak bisa mengendalikan minyaknya, tukar satu variabel lain di hari yang sama. Kurangi porsi karbohidrat di makan berikutnya, atau tambahkan jalan kaki setelah makan. Menghitung mundur seperti ini jauh lebih realistis daripada memaksa diri menolak sepiring bihun goreng yang sudah tersaji di meja.

Yang membuat bihun menarik sebenarnya bukan angka kalorinya, melainkan betapa transparannya ia. Bihun kering datang tanpa lemak, tanpa gula tambahan, dan angka energinya tetap dan bisa kamu timbang sendiri sebelum masak. Hampir semua yang terjadi setelah itu adalah keputusanmu. Itu posisi yang jauh lebih enak daripada menebak isi sepiring makanan warung.

Mau menghitung bahan lain di dapurmu? Jelajahi artikel di kategori nutrisi untuk rincian bahan makanan sehari-hari yang angkanya sudah ditelusuri dari sumber resmi.

Untuk memperluas konteks nutrisi, kamu bisa melanjutkan ke Kalori per Hari untuk Diet, Perbedaan BMR dan TDEE, dan Angka Mana yang Dipakai untuk Diet, Minuman Diet.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa kalori bihun per 100 gram?

Tergantung kamu menimbangnya kapan. USDA FoodData Central mencatat bihun beras kering 364 kkal per 100 gram, sementara bihun beras yang sudah dimasak hanya 108 kkal per 100 gram. Bedanya bukan karena kalorinya hilang, tapi karena bihun menyerap air sampai beratnya sekitar 3,4 kali lipat. Kalau kamu memakai satu angka untuk dua kondisi yang berbeda, hasil hitunganmu pasti meleset jauh.

Berapa kalori bihun goreng satu porsi?

Tidak ada satu angka pasti, karena yang menentukan justru minyaknya. Bihunnya sendiri, kalau porsimu berasal dari 75 gram bihun kering, berisi sekitar 273 kkal. USDA mencatat minyak sawit 884 kkal per 100 gram, dan satu sendok makan (13,6 gram) setara sekitar 120 kkal. Kalau bihunmu menyerap dua sendok makan minyak, totalnya sudah sekitar 513 kkal sebelum telur, bakso, atau ayam suwir dihitung.

Bihun atau nasi, mana yang lebih rendah kalori?

Per 100 gram matang, bihun lebih rendah: 108 kkal berbanding 130 kkal untuk nasi putih menurut USDA. Tetapi per porsi takar yang dipakai USDA, selisihnya menyusut. Satu gelas takar bihun matang (176 gram) sekitar 190 kkal, sementara satu gelas takar nasi putih (158 gram) sekitar 205 kkal. Selisihnya hanya sekitar 15 kkal, jauh lebih kecil daripada yang kebanyakan orang kira.

Berapa gram bihun kering untuk satu porsi?

USDA memakai porsi acuan 2 ons, yaitu 57 gram bihun kering, yang setara sekitar 207 kkal. Kalau kamu memakai rentang 40 sampai 60 gram bihun kering per orang, hasil matangnya sekitar 135 sampai 200 gram dengan energi sekitar 146 sampai 218 kkal. Timbang selalu dalam keadaan kering, karena berat setelah matang bergantung pada lama perendaman.

Apakah bihun bagus untuk diet?

Bisa membantu, tapi bukan karena bihun punya sifat ajaib. Keunggulannya cuma kepadatan energi yang lebih rendah setelah menyerap air. Kelemahannya jarang disebut: protein bihun matang hanya 1,79 gram per 100 gram, lebih rendah daripada nasi putih yang 2,69 gram per 100 gram menurut USDA. Jadi bihun perlu dipasangkan lauk berprotein, bukan dimakan polos dengan kerupuk.

Apakah kalori bihun jagung sama dengan bihun beras?

Saya tidak menemukan label gizi bihun jagung yang bisa diverifikasi secara terbuka, jadi saya tidak akan menyebut satu angka pasti. Yang bisa dipastikan secara aritmetika: produk kering yang isinya hampir seluruhnya pati dengan kadar air sekitar 10 sampai 12 persen akan selalu mendarat di kisaran 350 sampai 370 kkal per 100 gram. Anggap bihun jagung setara bihun beras per gram kering, lalu cek label di bungkusmu sendiri kalau butuh presisi.

Apakah bihun aman untuk penderita diabetes?

Sebuah studi di Int J Food Sci Nutr yang menguji dua jenis rice vermicelli bersama sembilan jenis beras menyimpulkan mie beras termasuk makanan indeks glikemik rendah, sementara sebagian besar beras yang diuji masuk kategori sedang dan tinggi. Tetapi Kemenkes mengingatkan bahwa bahan dengan indeks glikemik rendah pun tetap berdampak kurang baik kalau dimakan dalam jumlah banyak. Kalau kamu punya diabetes atau prediabetes, porsinya sebaiknya dibicarakan dengan dokter atau ahli gizi.

Sangkalan medis. Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan diagnosis atau resep tenaga medis. Konsultasikan kondisi khusus (kehamilan, cedera, diabetes, hipertensi) ke tenaga kesehatan sebelum mengubah pola makan atau program latihan.

Baca juga

Artikel lain yang masih satu topik.

Semua Nutrisi
Butuh arahan personal?

Mau program yang pas dengan kondisimu?

Ngobrol dengan tim Bugar Selalu lewat WhatsApp, gratis untuk mulai.

Chat coach via WhatsApp