Nutrisi

Kalori Jagung Rebus: 99 Kkal per Tongkol Sedang (Data USDA)

Rincian kalori jagung rebus per tongkol dan per 100 gram berdasarkan data USDA, plus perbandingan jujur antara jagung rebus polos, jagung bakar bermentega, dan jagung susu keju.

Beberapa tongkol jagung manis rebus berwarna kuning cerah bertumpuk dalam wadah, difoto dari jarak dekat.
Foto: Undeka 11 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

Singkatnya: kalori jagung rebus adalah 96 kkal per 100 gram menurut USDA FoodData Central, dan karena USDA memakai patokan satu tongkol ukuran sedang setara 103 gram bagian yang dimakan, satu tongkol jagung rebus berisi sekitar 99 kkal. Di dalam angka itu ada 21,6 gram karbohidrat, 3,5 gram protein, 2,5 gram serat pangan, dan cuma 1,5 gram lemak. Untuk camilan sore yang benar-benar mengenyangkan, itu tawaran yang sulit dikalahkan.

Tapi angka 99 kkal itu baru permukaannya. Dua hal yang jauh lebih menentukan adalah bagaimana kamu membaca tabel gizinya (banyak orang salah kaprah di sini) dan apa yang dioleskan di atas jagungnya. Selisih antara jagung rebus polos dan segelas jagung susu keju bisa lebih dari tiga kali lipat, dan jagungnya sama persis. Kita bedah satu per satu.

Berapa Kalori Jagung Rebus per Tongkol dan per 100 Gram

Semua angka di bawah ini diambil dari entri "Corn, sweet, yellow, cooked, boiled, drained, without salt" di USDA FoodData Central. Kolom per tongkol adalah hasil penskalaan dari 100 gram ke 103 gram, berat satu tongkol sedang menurut daftar ukuran porsi USDA.

Zat gizi Per 100 gram Per tongkol sedang (103 gram)
Energi 96 kkal ±99 kkal
Karbohidrat 21 g ±21,6 g
Serat pangan 2,4 g ±2,5 g
Gula total 4,54 g ±4,7 g
Protein 3,41 g ±3,5 g
Lemak total 1,5 g ±1,5 g
Air 73,4 g ±75,6 g
Natrium 1 mg ±1 mg
Kalium 218 mg ±225 mg
Magnesium 26 mg ±27 mg
Fosfor 77 mg ±79 mg
Folat 23 mcg ±24 mcg
Vitamin C 5,5 mg ±5,7 mg
Lutein + zeaxanthin 906 mcg ±933 mcg

Perhatikan dua baris yang jarang dilirik orang: air 73,4 gram dan natrium cuma 1 miligram. Hampir tiga perempat isi jagung rebus itu air, dan tanpa tambahan garam, kandungan natriumnya praktis nol. Itu profil yang sangat berbeda dari camilan kemasan mana pun di minimarket.

Ukuran tongkol jelas menggeser angka. USDA mendaftarkan beberapa patokan berat, dan ini terjemahan kalorinya:

Ukuran porsi Berat yang dimakan Estimasi energi
Tongkol kecil 89 g ±85 kkal
Tongkol sedang 103 g ±99 kkal
Tongkol besar 118 g ±113 kkal
Satu cangkir pipilan 149 g ±143 kkal
Satu tongkol jagung muda (baby corn) 8 g ±8 kkal

Diagram batang kalori jagung rebus per ukuran porsi: tongkol kecil 89 gram sekitar 85 kkal, tongkol sedang 103 gram sekitar 99 kkal, tongkol besar 118 gram sekitar 113 kkal, dan satu cangkir pipilan 149 gram sekitar 143 kkal

Grafik: Bugar Selalu, dihitung dari data USDA FoodData Central (FDC 169999) dengan berat porsi standar USDA. Untuk keperluan sehari-hari, patokan 85 sampai 115 kkal per tongkol sudah cukup.

Ada satu jebakan teknis di sini yang membuat banyak orang salah hitung. Berat 103 gram itu berat butiran yang benar-benar kamu makan, bukan berat tongkol utuh beserta bonggol dan kelobotnya. Kalau kamu menimbang jagung rebus lengkap dengan bonggolnya lalu mengalikan dengan 96 kkal per 100 gram, hasilnya akan terlalu tinggi, kadang sampai dua kali lipat. Timbang setelah dipipil kalau kamu memang butuh presisi, atau cukup pakai patokan kasar 85 sampai 115 kkal per tongkol untuk keperluan sehari-hari.

Tips: Kalau kamu memakai aplikasi pencatat kalori, cari entri "jagung manis rebus" dan pastikan satuannya gram butiran, bukan "1 tongkol" tanpa keterangan berat. Entri "1 tongkol" di banyak aplikasi Indonesia tidak menyebutkan ukuran, dan selisih antara tongkol kecil dengan tongkol besar mencapai 28 kkal. Kecil per hari, tapi lumayan kalau kamu makan jagung tiap sore.

Jagung Itu Sumber Karbohidrat, Bukan Sayuran

Ini kesalahpahaman paling mahal soal jagung, dan konsekuensinya nyata di piring orang Indonesia. Karena jagung berwarna cerah, dijual bersama sayuran, dan sering muncul di sup, banyak orang memperlakukannya seperti wortel atau buncis. Padahal profil gizinya jauh lebih dekat ke serealia.

Lihat lagi tabelnya: 21 gram karbohidrat per 100 gram, dengan protein cuma 3,41 gram dan lemak 1,5 gram. Itu makanan pokok, bukan lauk pendamping. Pemerintah Indonesia pun mengelompokkannya begitu. Di Tabel Komposisi Pangan Segar Indonesia yang disusun Badan Pangan Nasional, jagung berdiri sebaris dengan beras, tepung terigu, sagu, dan ubi jalar, bukan bersama bayam atau kangkung.

Data Badan Pangan Nasional juga menjelaskan sumber kebingungan terbesar soal angka kalori jagung. Mereka menguji dua bentuk jagung yang berbeda, dan hasilnya begini:

Parameter (per 100 gram) Jagung segar Jagung pipil kering
Kadar air 78,10% 10,95%
Kadar protein 4,08% 11,13%
Kadar lemak 2,47% 3,52%
Karbohidrat total 15,10% 73,14%
Karbohidrat tersedia 9,86% 58,76%
Serat pangan 5,24% 14,38%

Diagram batang karbohidrat total per 100 gram menurut Badan Pangan Nasional: jagung segar 15,10 gram dengan kadar air 78,10 persen, jagung pipil kering 73,14 gram dengan kadar air 10,95 persen

Grafik: Bugar Selalu, disusun dari Tabel Komposisi Pangan Segar Indonesia, Badan Pangan Nasional. Angka kalori jagung di atas 300 kkal per 100 gram biasanya untuk jagung kering, bukan jagung rebus.

Karbohidrat total jagung pipil kering hampir lima kali lipat jagung segar. Bukan karena jagungnya berbeda spesies, tapi karena airnya hilang. Jagung segar berisi 78,10 persen air, jagung pipil kering hanya 10,95 persen. Buang airnya, dan semua zat gizi lain otomatis terkonsentrasi per 100 gram.

Di sinilah tabel gizi menipu pembaca yang buru-buru. Kalau kamu mencari "kalori jagung" di internet lalu menemukan angka di atas 300 kkal per 100 gram, kemungkinan besar itu jagung pipil kering, bahan baku nasi jagung dan tepung, bukan jagung manis yang direbus lalu dijual di pinggir jalan. Keduanya sama-sama benar untuk objek yang mereka ukur, dan sama-sama menyesatkan kalau tertukar.

Implikasi praktisnya sederhana tapi sering dilanggar. Jagung rebus sebaiknya menggantikan sebagian nasi, bukan menambah di atasnya. Kalau kamu penasaran seberapa besar kontribusi nasi di piringmu, kami sudah membahasnya di kalori nasi putih. Dan kalau kamu memang berniat menukar sumber karbohidrat harian, ada beberapa pilihan lain yang kami bandingkan di pilihan pengganti nasi.

Ini opini pribadi saya setelah bertahun-tahun melihat orang mencatat makanan: kesalahan terbesar bukan makan jagung, melainkan mencatat jagung di kolom sayuran lalu tetap mengambil nasi porsi penuh. Piringnya jadi dobel karbohidrat, dan angka hariannya bocor tanpa terasa.

Serat Jagung dan Efek Kenyang yang Sering Diremehkan

Satu tongkol jagung rebus sedang menyumbang sekitar 2,5 gram serat pangan menurut data USDA. Kedengarannya kecil, sampai kamu tahu konteksnya di Indonesia.

Kemenkes RI menyebut nilai kecukupan asupan serat yang dianjurkan untuk orang dewasa Indonesia adalah 20-35 gram per hari, tapi hasil survei menunjukkan asupan rata-rata orang dewasa di Indonesia baru 10,5 gram per hari. Artinya kebanyakan orang berjalan dengan defisit serat sekitar separuh dari kebutuhan. Dalam kondisi itu, tambahan 2,5 gram dari satu tongkol bukan angka remeh, apalagi kalau ia menggantikan camilan yang seratnya nol.

Menariknya, angka serat jagung versi Indonesia lebih tinggi lagi. Badan Pangan Nasional mencatat serat pangan jagung segar 5,24 persen, jauh di atas 2,4 gram per 100 gram versi USDA. Perbedaan sebesar ini wajar terjadi dan lembaga itu sendiri mengingatkannya: nilai bisa bervariasi tergantung jenis atau varietas, tingkat kematangan, lokasi, dan metode analisis. Saya lebih suka menyampaikan dua angka sekaligus daripada memilih yang paling enak dibaca. Yang penting untukmu bukan digit ketiganya, melainkan kesimpulan yang sama dari kedua sumber: jagung punya serat, dan seratnya berarti.

Efek kenyangnya datang dari tiga arah sekaligus. Pertama, air. Dengan 73,4 gram air per 100 gram, jagung rebus memberi volume besar dengan energi yang relatif kecil. Kedua, serat yang memperlambat pengosongan lambung. Ketiga, dan ini bagian yang paling jarang dibahas, waktu makannya. Menggigit jagung langsung dari tongkolnya memaksa kamu makan pelan. Bandingkan dengan keripik yang bisa habis setengah bungkus sambil menonton tanpa sadar. Kecepatan makan itu variabel nyata, dan jagung rebus kebetulan sangat buruk untuk dimakan cepat-cepat. Dalam konteks diet, itu keunggulan.

Kemenkes juga mencatat detail yang layak diketahui: lemak jagung terkonsentrasi pada lembaga, sehingga mengonsumsi jagung utuh lebih baik daripada jagung yang lembaganya sudah dibuang. Ini salah satu alasan jagung rebus utuh lebih bergizi daripada produk jagung olahan yang lembaganya dihilangkan saat pemrosesan.

Jagung Rebus, Jagung Bakar Bermentega, dan Jagung Susu Keju

Di sinilah angka mulai bergerak liar, dan pelakunya bukan jagung.

Data USDA untuk bahan tambahan yang lazim dipakai di jagung Indonesia bicara sendiri. Mentega asin berisi 717 kkal per 100 gram, dengan satu sendok makan setara 14,2 gram. Susu kental manis 321 kkal per 100 gram. Keju cheddar 403 kkal per 100 gram. Bandingkan dengan jagung rebus yang cuma 96 kkal per 100 gram, dan kamu langsung melihat siapa yang sebenarnya mahal.

Ini estimasi untuk porsi yang wajar di warung dan gerobak kaki lima:

Sajian Rincian porsi Estimasi energi
Jagung rebus polos 1 tongkol sedang, 103 g ±99 kkal
Jagung rebus pipilan 1 cangkir, 149 g ±143 kkal
Jagung bakar olesan tipis 1 tongkol + 1/2 sdm mentega (7,1 g) ±150 kkal
Jagung bakar olesan penuh 1 tongkol + 1 sdm mentega (14,2 g) ±201 kkal
Jagung susu keju 149 g jagung + 38 g susu kental manis + 20 g keju parut ±347 kkal

Diagram batang estimasi kalori sajian jagung: jagung rebus polos sekitar 99 kkal, pipilan satu cangkir 143 kkal, jagung bakar olesan tipis 150 kkal, olesan penuh 201 kkal, dan jagung susu keju sekitar 347 kkal

Grafik: Bugar Selalu, dihitung dari data USDA FoodData Central (jagung FDC 169999, mentega 173410, susu kental manis 171275, keju cheddar 173414). Lebih dari separuh kalori jagung susu keju datang dari topingnya.

Perhatikan baris terakhir. Jagungnya menyumbang 143 kkal, susu kental manisnya sekitar 123 kkal, kejunya sekitar 81 kkal. Artinya lebih dari separuh kalori segelas jagung susu keju datang dari dua bahan yang bahkan bukan jagung. Dan angka 347 kkal itu masih konservatif, karena banyak penjual menambahkan margarin ke jagungnya sebelum dituang susu, plus saus cokelat atau keju bubuk kalau kamu memesan varian spesial.

Satu sendok makan mentega, benda yang muat di telapak tangan, menyumbang sekitar 102 kkal. Itu lebih banyak dari satu tongkol jagung rebus utuh. Kalau ada satu kalimat yang layak kamu bawa pulang dari artikel ini, kalimat itulah.

Tips: Kalau kamu memang ingin jagung bakar, minta olesannya dikurangi dan mintalah tanpa oles ulang setelah dibakar. Kebanyakan penjual mengoles dua kali, sebelum dan sesudah pembakaran. Menghilangkan olesan kedua saja sudah memangkas sekitar 50 sampai 100 kkal tanpa mengurangi rasa asap yang sebenarnya kamu cari.

Saya tidak akan menyuruhmu berhenti makan jagung susu keju. Yang lebih realistis adalah memindahkannya dari kategori camilan harian ke kategori makanan yang kamu nikmati sesekali dengan sadar. Camilan harian sebaiknya diisi jagung rebus polos yang 99 kkal itu.

Indeks Glikemik Jagung dan Siapa yang Perlu Berhati-hati

Pertanyaan ini selalu muncul, dan jawaban jujurnya lebih rumit daripada satu angka.

Kemenkes RI menyebut jagung mengandung serat pangan dengan indeks glikemik relatif rendah dibanding beras dari padi, sehingga beras jagung menjadi bahan anjuran bagi penderita diabetes. Mereka mencantumkan kisaran indeks glikemik beras atau padi 50-120 dan beras jagung 50-90, sambil menegaskan bahwa nilai tersebut sangat relatif dan bergantung pada varietasnya.

Dua catatan penting sebelum kamu memakai angka itu. Pertama, yang dibahas di situ adalah beras jagung, yaitu butiran jagung kering yang dimasak sebagai makanan pokok, bukan jagung manis rebus di tongkol. Keduanya berbeda kadar air, berbeda kematangan, dan berbeda cara masak. Kedua, Kemenkes sendiri sudah memberi peringatan bahwa rentangnya lebar. Rentang 50-90 mencakup kategori rendah sampai tinggi sekaligus, jadi menyebut satu angka pasti untuk jagung rebus akan menyesatkan. Saya memilih tidak melakukannya.

Yang bisa kamu pegang justru hal yang lebih praktis daripada indeks glikemik. Satu tongkol jagung rebus sedang membawa sekitar 21,6 gram karbohidrat dengan 4,7 gram di antaranya berupa gula alami. Itu porsi karbohidrat yang nyata. Jagung manis modern memang dibiakkan agar lebih manis daripada jagung zaman dulu, dan lidahmu bisa merasakannya. Jadi perlakukan jagung rebus seperti kamu memperlakukan nasi atau kentang, dengan porsi yang dihitung, bukan seperti timun yang bisa dimakan sebanyak-banyaknya.

Kalau kamu punya diabetes, pradiabetes, atau sedang hamil dengan pemantauan gula darah, tentukan porsi dan waktu makan jagung bersama dokter atau ahli gizi yang memegang datamu. Respons gula darah tiap orang berbeda, dan tabel di internet tidak tahu hasil laboratoriummu.

Tips: Kalau kamu mau menurunkan lonjakan gula darah setelah makan jagung, jangan makan jagung sendirian sebagai camilan polos. Pasangkan dengan sumber protein atau lemak sehat, misalnya sebutir telur rebus atau segenggam kacang. Kombinasi ini memperlambat penyerapan karbohidrat dan membuat rasa kenyangnya bertahan lebih lama.

Untuk banyak orang Indonesia, pertarungan camilan sore sesungguhnya bukan antara jagung dan buah, melainkan antara jagung rebus dan gorengan di ujung gang.

Alasan gorengan berat bukan bahan dasarnya. Tahu, tempe, pisang, dan singkong semuanya wajar sebelum masuk wajan. Yang berat adalah minyak yang terserap saat menggoreng. Skalanya bisa kamu bayangkan dari data lemak: mentega yang hampir seluruhnya lemak berisi 717 kkal per 100 gram, sementara jagung rebus 96 kkal per 100 gram. Per gram, bahan berlemak sekitar tujuh kali lebih padat energi. Setiap gram minyak yang menempel di gorengan adalah tambahan yang tidak pernah muncul di jagung rebus, karena metode merebus memang tidak punya celah untuk menyelundupkan lemak.

Kami membahas angka per potong gorengan secara terpisah di kalori gorengan, dan perbandingannya biasanya membuat orang berhenti sejenak.

Beberapa cara membuat jagung rebus benar-benar bertahan sebagai kebiasaan, bukan cuma niat seminggu:

  1. Rebus sekaligus, simpan di kulkas. Rebus empat sampai enam tongkol di awal, dinginkan, simpan dalam wadah tertutup. Jagung rebus dingin tetap enak dan tidak butuh dipanaskan ulang.
  2. Bumbui tanpa lemak. Perasan jeruk nipis, sedikit garam, bubuk cabai, atau bubuk bawang. Nol tambahan berarti, rasa naik banyak.
  3. Pipil dulu untuk bekal kantor. Jagung utuh merepotkan di meja kerja. Pipilan dalam wadah kecil jauh lebih mungkin benar-benar kamu makan.
  4. Jangan menyimpan margarin di dekat kompor saat merebus. Kedengaran sepele, tapi olesan biasanya terjadi karena bahannya kebetulan ada di jangkauan tangan.
  5. Pasangkan dengan protein. Jagung rebus plus telur rebus adalah camilan sore yang jauh lebih tahan lama daripada jagung sendirian.

Kalau kamu sedang mengumpulkan opsi camilan yang aman untuk defisit kalori, kami sudah menyusun daftarnya di camilan rendah kalori. Untuk pilihan sejenis yang sama-sama direbus dan sama-sama mengenyangkan, kentang rebus juga layak masuk rotasi supaya kamu tidak bosan pada satu bahan saja.

Ada satu hal yang perlu diluruskan sebelum kamu terlalu bersemangat. Jagung rebus tidak membakar lemak, tidak mempercepat metabolisme, dan tidak punya sifat ajaib apa pun. Ia hanya kebetulan mengisi perut dengan biaya kalori yang rendah, dan itu sudah cukup berguna. Yang menurunkan berat badan tetap defisit kalori total, bukan satu bahan makanan tunggal.

Kesimpulan Singkat

Kalori jagung rebus adalah 96 kkal per 100 gram, atau sekitar 99 kkal untuk satu tongkol sedang 103 gram, lengkap dengan 21,6 gram karbohidrat, 2,5 gram serat, dan hampir tanpa natrium. Untuk camilan yang bisa kamu beli di pinggir jalan dengan harga beberapa ribu rupiah, itu profil gizi yang sangat masuk akal.

Tiga hal yang perlu kamu ingat. Jagung adalah sumber karbohidrat, jadi ia menggantikan nasi, bukan menemani nasi. Angka kalori yang berbeda-beda di internet biasanya karena bentuk jagungnya berbeda, segar atau kering, bukan karena ada yang berbohong. Dan yang paling menentukan bukan jagungnya, melainkan mentega, susu kental manis, serta keju yang menempel di atasnya, karena bertiga mereka bisa melipattigakan angkanya.

Untuk tahu berapa banyak ruang kalori yang sebenarnya kamu punya per hari, coba hitung dulu lewat kalkulator kalori kami, lalu pahami mekanismenya di defisit kalori untuk turun berat badan. Mau membandingkan bahan makanan lain yang sering ada di dapurmu? Jelajahi pembahasan lengkapnya di kategori nutrisi.

Untuk memperluas konteks nutrisi, kamu bisa melanjutkan ke Kalori Kurma per Butir dan per 100 Gram (Data USDA), Kalori Telur Dadar per Butir dan Porsi Warung (Data USDA).

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa kalori jagung rebus satu tongkol?

Menurut USDA FoodData Central, jagung manis rebus mengandung 96 kkal per 100 gram. USDA memakai patokan satu tongkol ukuran sedang setara 103 gram bagian yang dimakan, jadi satu tongkol jagung rebus berisi sekitar 99 kkal. Tongkol kecil 89 gram sekitar 85 kkal, dan tongkol besar 118 gram sekitar 113 kkal.

Kenapa angka kalori jagung di berbagai tabel gizi bisa berbeda jauh?

Karena bentuk jagungnya berbeda, bukan karena datanya salah. Badan Pangan Nasional mencatat jagung segar berkadar air 78,10 persen dengan karbohidrat total 15,10 persen, sementara jagung pipil kering hanya berkadar air 10,95 persen dengan karbohidrat total 73,14 persen. Jagung kering kehilangan air, jadi setiap 100 gramnya jauh lebih padat energi daripada jagung segar.

Berapa kalori jagung susu keju dibanding jagung rebus polos?

Selisihnya besar. Satu cangkir jagung rebus pipilan (149 gram) sekitar 143 kkal. Kalau ditambah 38 gram susu kental manis (sekitar 123 kkal berdasarkan data USDA 321 kkal per 100 gram) dan 20 gram keju cheddar parut (sekitar 81 kkal dari 403 kkal per 100 gram), totalnya menjadi sekitar 347 kkal. Jagungnya sama, topingnya yang melipatgandakan angka.

Berapa serat dalam satu tongkol jagung rebus?

USDA mencatat 2,4 gram serat pangan per 100 gram jagung manis rebus, jadi sekitar 2,5 gram untuk satu tongkol sedang 103 gram. Kemenkes RI menyebut kecukupan serat orang dewasa Indonesia adalah 20-35 gram per hari, sementara asupan rata-rata baru 10,5 gram per hari. Satu tongkol menyumbang porsi kecil tapi nyata dari kekurangan itu.

Apakah jagung rebus aman untuk penderita diabetes?

Kemenkes RI menyebut jagung punya indeks glikemik relatif rendah dibanding beras dari padi, dengan kisaran indeks glikemik beras jagung 50-90, sambil menegaskan nilai itu sangat relatif dan bergantung pada varietasnya. Jagung tetap sumber karbohidrat, jadi porsinya perlu dihitung. Kalau kamu punya diabetes, tentukan jumlah dan waktu makannya bersama dokter atau ahli gizi, bukan dari tabel di internet.

Apakah jagung rebus bisa menggantikan nasi?

Bisa, asal kamu memperlakukannya sebagai karbohidrat, bukan sebagai sayuran pendamping. Satu tongkol jagung rebus sedang berisi sekitar 21,6 gram karbohidrat dengan 2,5 gram serat. Kesalahan paling sering justru menaruh jagung di piring yang sudah penuh nasi, sehingga total karbohidratnya bertambah, bukan berkurang.

Berapa kalori jagung bakar pakai mentega?

Jagungnya sendiri tetap sekitar 99 kkal per tongkol sedang (103 gram). Yang menambah adalah olesannya: USDA mencatat mentega asin 717 kkal per 100 gram, dan satu sendok makan setara 14,2 gram atau sekitar 102 kkal. Jadi jagung bakar dengan olesan setengah sendok makan berisi sekitar 150 kkal, sedangkan olesan satu sendok makan penuh sekitar 201 kkal, dua kali lipat jagung rebus polos.

Sangkalan medis. Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan diagnosis atau resep tenaga medis. Konsultasikan kondisi khusus (kehamilan, cedera, diabetes, hipertensi) ke tenaga kesehatan sebelum mengubah pola makan atau program latihan.

Baca juga

Artikel lain yang masih satu topik.

Semua Nutrisi
Butuh arahan personal?

Mau program yang pas dengan kondisimu?

Ngobrol dengan tim Bugar Selalu lewat WhatsApp, gratis untuk mulai.

Chat coach via WhatsApp