Nutrisi

TDEE Adalah: Pengertian, Komponen, dan Cara Menghitungnya

Panduan TDEE (total daily energy expenditure) dari sumber resmi: definisi pengeluaran energi total menurut FAO/WHO/UNU, tiga komponen pembentuknya, rumus BMR dikali faktor aktivitas, cara memilih faktor aktivitas tanpa menaksir berlebihan, tabel contoh hitung, perbandingan dengan Angka Kecukupan Gizi Kemenkes, dan cara memakainya untuk target berat badan.

Kaki seseorang berdiri di atas timbangan badan analog di samping handuk biru di lantai kamar mandi.
Foto: Bill Branson, National Cancer Institute / Wikimedia Commons, Public domain.

TDEE adalah singkatan dari total daily energy expenditure, yaitu total energi yang tubuhmu pakai dalam sehari penuh: untuk fungsi dasar (BMR), untuk mencerna makanan, dan untuk semua gerakan dari berjalan sampai olahraga. Cara menghitungnya, kalikan BMR dengan faktor aktivitas antara 1,2 dan 1,9. Untuk orang dewasa yang beratnya stabil, TDEE inilah kebutuhan kalori harian.

Kalau BMR adalah biaya operasional tubuh saat diam, TDEE adalah tagihan sebenarnya di akhir hari. Artikel ini menjelaskan dari mana TDEE berasal, komponen apa saja yang membentuknya, bagaimana memilih faktor aktivitas tanpa menipu diri sendiri, dan bagaimana memakai angkanya. Untuk hitungan instan, kalkulator kalori di situs ini menampilkan BMR dan TDEE sekaligus.

TDEE Adalah Total Energi yang Kamu Pakai dalam Sehari

Istilah TDEE populer di dunia kebugaran. Di literatur gizi internasional, konsep yang sama disebut pengeluaran energi total atau total energy expenditure (TEE). Laporan konsultasi ahli FAO, WHO, dan UNU tentang kebutuhan energi manusia (Roma, 2001) mendefinisikannya sebagai energi yang dipakai rata-rata dalam 24 jam oleh seseorang atau sekelompok orang.

Laporan itu menambahkan satu catatan penting: TEE mencerminkan rata-rata energi yang dipakai pada hari yang khas, bukan jumlah persis yang dipakai setiap hari. Ini berarti TDEE paling tepat dipahami sebagai rata-rata mingguan. Hari ketika kamu jalan kaki keliling pasar jelas memakai energi lebih banyak daripada hari ketika kamu seharian rapat daring, dan itu tidak membuat TDEE-mu salah.

Kenapa angka ini penting? Karena berat badan orang dewasa ditentukan oleh keseimbangan antara energi yang masuk dari makanan dan energi yang keluar. Laporan FAO/WHO/UNU mendefinisikan kebutuhan energi sebagai jumlah energi dari makanan yang diperlukan untuk menyeimbangkan pengeluaran energi supaya ukuran tubuh, komposisi tubuh, dan tingkat aktivitas fisik yang sehat bisa dipertahankan. Kalau asupanmu kurang lebih sama dengan TDEE, berat badan cenderung stabil. Kalau terus di bawahnya, berat cenderung turun. Kalau terus di atasnya, berat cenderung naik.

Catatan: TDEE untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak yang sedang tumbuh tidak cukup dihitung dengan BMR dikali faktor aktivitas, karena ada kebutuhan tambahan untuk pertumbuhan jaringan dan produksi ASI. Tabel Angka Kecukupan Gizi Permenkes 28/2019 misalnya mencantumkan tambahan energi 180 kkal pada trimester pertama dan 300 kkal pada trimester kedua dan ketiga. Untuk kelompok ini, tentukan kebutuhan bersama tenaga kesehatan.

Tiga Komponen TDEE: Metabolisme Basal, Respons terhadap Makanan, dan Aktivitas

Laporan FAO/WHO/UNU membagi pengeluaran energi harian orang dewasa ke dalam tiga komponen utama.

1. Metabolisme basal (BMR). Energi untuk fungsi yang wajib berjalan agar tetap hidup, seperti kerja jantung dan paru, fungsi otak, menjaga suhu tubuh, serta pergantian sel. Menurut laporan tersebut, BMR mengisi 45 sampai 70 persen pengeluaran energi harian, tergantung usia dan gaya hidup. Penjelasan lengkapnya ada di artikel BMR adalah.

2. Respons metabolik terhadap makanan. Setelah makan, tubuh memakai energi untuk mencerna, menyerap, mengolah, dan menyimpan zat gizi. Proses ini dikenal dengan beberapa nama, seperti thermic effect of food atau termogenesis akibat makanan. Laporan FAO/WHO/UNU menyebut respons ini menambah pengeluaran energi total sekitar 10 persen dari BMR dalam 24 jam pada orang yang makan menu campuran.

3. Aktivitas fisik. Ini komponen yang paling bervariasi dan, menurut laporan yang sama, terbesar kedua setelah BMR. Aktivitas fisik mencakup aktivitas wajib yang sulit dihindari, seperti bekerja, berjalan ke halte, atau mengurus rumah, dan aktivitas pilihan seperti olahraga dan rekreasi.

Komponen Isi Besarnya menurut FAO/WHO/UNU
Metabolisme basal Fungsi dasar tubuh saat istirahat total 45-70% dari pengeluaran energi harian
Respons terhadap makanan Mencerna, menyerap, mengolah, menyimpan zat gizi Sekitar 10% dari BMR per 24 jam (menu campuran)
Aktivitas fisik Pekerjaan, perjalanan, pekerjaan rumah, olahraga Paling bervariasi, terbesar kedua setelah BMR

Tiga kartu: metabolisme basal 45 sampai 70 persen pengeluaran energi harian, respons terhadap makanan sekitar 10 persen dari BMR, aktivitas fisik komponen terbesar kedua dan paling bervariasi

Grafik: Bugar Selalu, disusun dari laporan FAO/WHO/UNU Human Energy Requirements (2001).

Dari tabel ini terlihat kenapa aktivitas fisik menjadi penentu utama perbedaan TDEE antarorang dengan ukuran tubuh yang mirip. BMR dua orang dengan berat, tinggi, dan usia yang sama hampir sama, respons terhadap makanan juga kecil, tetapi aktivitas hariannya bisa berbeda jauh.

Rumus TDEE: BMR Dikali Faktor Aktivitas

Laporan FAO/WHO/UNU memakai konsep physical activity level (PAL), yaitu pengeluaran energi total 24 jam dibagi BMR 24 jam. Laporan itu menulis bahwa pada pria dewasa serta wanita dewasa yang tidak hamil dan tidak menyusui, BMR dikali PAL sama dengan pengeluaran energi total, yaitu kebutuhan energi harian. Inilah dasar rumus TDEE yang dipakai kalkulator:

TDEE = BMR x faktor aktivitas

Kalkulator kalori, termasuk kalkulator di situs ini, biasanya memakai rumus Mifflin-St Jeor untuk BMR lalu mengalikannya dengan salah satu dari lima faktor aktivitas. Lima faktor ini, yaitu 1,20, 1,375, 1,55, 1,725, dan 1,90, adalah pengali yang dipasangkan dengan rumus Mifflin-St Jeor dalam metode My Nutrition Index yang terbit di BMC Nutrition tahun 2022.

Tingkat Faktor Gambaran kebiasaan (penjelasan kami, bukan definisi baku)
Minim gerak 1,2 Kerja duduk, bepergian dengan kendaraan, jarang olahraga
Ringan 1,375 Kerja duduk, olahraga ringan 1-3 kali seminggu
Sedang 1,55 Olahraga 3-5 kali seminggu, atau pekerjaan yang banyak berdiri dan berjalan
Aktif 1,725 Olahraga berat 6-7 kali seminggu, atau pekerjaan fisik sepanjang hari
Sangat aktif 1,9 Pekerjaan fisik berat ditambah latihan, atau latihan dua kali sehari

Kolom ketiga adalah gambaran yang kami susun untuk membantu memilih. Studi sumbernya mencantumkan kelima angka faktor, tetapi tidak menetapkan deskripsi baku untuk tiap tingkat, sehingga kalkulator lain bisa memakai deskripsi yang sedikit berbeda.

Tips: Faktor aktivitas menggambarkan rata-rata seluruh harimu, bukan hanya jam olahraga. Orang yang lari 30 menit setiap pagi tapi duduk 10 jam di kantor dan pulang naik motor sering lebih cocok dengan faktor ringan daripada sedang.

Memilih Faktor Aktivitas yang Jujur

Faktor aktivitas adalah bagian paling rawan dari hitungan TDEE. BMR dari rumus biasanya meleset dalam rentang yang relatif sempit. Tinjauan sistematis Frankenfield dan rekan (2005) menemukan rumus Mifflin-St Jeor paling sering memperkirakan laju metabolisme istirahat dalam rentang 10 persen dari hasil ukur. Sebaliknya, salah memilih faktor satu tingkat saja bisa menggeser TDEE ratusan kilokalori.

Laporan FAO/WHO/UNU memberi rujukan yang berguna untuk menilai diri sendiri. Laporan itu mengelompokkan gaya hidup orang dewasa berdasarkan PAL:

  • Gaya hidup menetap atau aktivitas ringan, PAL 1,40 sampai 1,69. Contohnya pekerja kantor di perkotaan yang jarang melakukan aktivitas fisik berat, bepergian dengan kendaraan bermotor, tidak rutin berolahraga, dan menghabiskan waktu luang dengan duduk atau berdiri tanpa banyak berpindah tempat.
  • Gaya hidup aktif atau cukup aktif, PAL 1,70 sampai 1,99. Misalnya orang dengan pekerjaan duduk yang rutin meluangkan waktu untuk aktivitas fisik sedang sampai berat, atau pekerja bangunan.
  • Gaya hidup sangat aktif, PAL 2,00 sampai 2,40. Laporan itu menyebut nilai PAL di atas 2,40 sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Laporan yang sama memberi contoh konkret: satu jam aktivitas fisik sedang sampai berat setiap hari, seperti joging, bersepeda, senam aerobik, atau olahraga lain, baik sekaligus maupun dicicil sepanjang hari, bisa menaikkan PAL rata-rata seseorang dari 1,55 (kategori menetap) ke 1,75 (kategori cukup aktif).

Perhatikan bahwa rentang PAL dalam laporan FAO/WHO/UNU tidak sama persis dengan lima faktor kalkulator. Laporan itu dibuat untuk perencanaan kebutuhan energi populasi dan memakai pendekatan perhitungan yang berbeda. Faktor kalkulator 1,2 misalnya berada di bawah rentang terendah PAL laporan itu. Karena itu jangan mencampur keduanya dalam satu hitungan. Pakai satu sistem secara konsisten, lalu koreksi dengan data nyata.

Cara praktis memilih faktor:

  1. Hitung rata-rata menit olahraga per minggu, bukan minggu terbaikmu.
  2. Tambahkan gambaran pekerjaan dan perjalanan harian. Pekerjaan yang banyak berdiri dan berjalan menggeser faktor naik satu tingkat.
  3. Kalau ragu di antara dua tingkat, pilih yang lebih rendah.
  4. Pantau berat badan dua sampai tiga minggu dengan asupan yang kamu catat. Kalau berat stabil, faktor yang kamu pilih kira-kira tepat.

Contoh Hitung TDEE untuk Empat Profil

Tabel berikut memakai BMR dari rumus Mifflin-St Jeor yang dibulatkan, lalu dikalikan lima faktor aktivitas. Hasilnya dibulatkan ke kilokalori terdekat, sama seperti cara kerja kalkulator kalori.

Profil BMR x 1,2 x 1,375 x 1,55 x 1,725 x 1,9
Pria 25 th, 65 kg, 168 cm 1.580 1.896 2.173 2.449 2.726 3.002
Wanita 25 th, 55 kg, 159 cm 1.258 1.510 1.730 1.950 2.170 2.390
Pria 45 th, 80 kg, 170 cm 1.643 1.972 2.259 2.547 2.834 3.122
Wanita 55 th, 60 kg, 155 cm 1.133 1.360 1.558 1.756 1.954 2.153

Diagram batang TDEE pria 25 tahun dengan BMR 1.580 kkal: minim gerak 1.896, ringan 2.173, sedang 2.449, aktif 2.726, sangat aktif 3.002 kkal

Grafik: Bugar Selalu, hitungan Mifflin-St Jeor dikali faktor aktivitas. Angka sama dengan hasil kalkulator kalori situs ini.

Contoh lengkap untuk baris pertama: BMR pria 25 tahun dengan berat 65 kg dan tinggi 168 cm adalah 10 x 65 + 6,25 x 168 - 5 x 25 + 5 = 1.580 kkal. Kalau dia berolahraga tiga sampai lima kali seminggu, TDEE-nya 1.580 x 1,55 = 2.449 kkal per hari.

Lihat selisih antarkolom. Pada profil yang sama, beda faktor ringan dan sedang sekitar 276 kkal, dan beda minim gerak dan sangat aktif lebih dari 1.100 kkal. Bandingkan dengan pengaruh usia dalam rumus BMR yang hanya 5 kkal per tahun. Inilah kenapa memilih faktor aktivitas dengan jujur jauh lebih penting daripada memperdebatkan rumus BMR mana yang paling tepat.

TDEE Dibandingkan Angka Kecukupan Energi Kemenkes

Di Indonesia, rujukan resmi kebutuhan energi adalah tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG) dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019. Tabel itu mencantumkan kecukupan energi per kelompok umur, lengkap dengan berat dan tinggi badan acuan.

Kelompok Berat acuan Tinggi acuan Energi (AKG 2019)
Laki-laki 19-29 tahun 60 kg 168 cm 2.650 kkal
Laki-laki 30-49 tahun 60 kg 166 cm 2.550 kkal
Laki-laki 50-64 tahun 60 kg 166 cm 2.150 kkal
Perempuan 19-29 tahun 55 kg 159 cm 2.250 kkal
Perempuan 30-49 tahun 56 kg 158 cm 2.150 kkal
Perempuan 50-64 tahun 56 kg 158 cm 1.800 kkal

Diagram batang Angka Kecukupan Energi Permenkes 28/2019: laki-laki 19-29 tahun 2.650, 30-49 tahun 2.550, 50-64 tahun 2.150, perempuan 19-29 tahun 2.250, 30-49 tahun 2.150, 50-64 tahun 1.800 kkal per hari

Grafik: Bugar Selalu, disusun dari tabel AKG Permenkes Nomor 28 Tahun 2019.

Bagaimana angka ini dibandingkan dengan TDEE dari kalkulator? Sebagai ilustrasi, kami menghitung BMR Mifflin-St Jeor untuk berat dan tinggi acuan kelompok 19 sampai 29 tahun dengan usia 25 tahun. Laki-laki 60 kg dan 168 cm menghasilkan BMR 1.530 kkal, sehingga angka AKG 2.650 kkal setara dengan faktor sekitar 1,73. Perempuan 55 kg dan 159 cm menghasilkan BMR 1.258 kkal, sehingga angka AKG 2.250 kkal setara dengan faktor sekitar 1,79.

Ilustrasi ini adalah hitungan kami, bukan metode yang dipakai Kemenkes saat menyusun AKG. Tujuannya hanya menunjukkan bahwa angka AKG kira-kira sejalan dengan orang dewasa yang cukup aktif. Kalau kamu bekerja di kantor dan jarang berolahraga, TDEE pribadimu kemungkinan lebih rendah dari angka AKG kelompok umurmu. AKG tetap berguna sebagai gambaran nasional, tetapi target pribadimu lebih tepat dihitung dari ukuran tubuh dan aktivitasmu sendiri.

Memakai TDEE untuk Target Berat Badan

Setelah punya angka TDEE, cara memakainya bergantung pada tujuanmu.

Menjaga berat badan. Jadikan TDEE sebagai rata-rata asupan harian. Tidak harus tepat setiap hari. Yang penting rata-rata mingguannya mendekati TDEE.

Menurunkan berat badan. Kalkulator kalori di situs ini menampilkan target defisit 20 persen di bawah TDEE, dengan dua pengaman: target tidak pernah ditampilkan di bawah BMR dan tidak pernah di bawah 1.200 kkal. Untuk pria 25 tahun berolahraga sedang di tabel tadi, TDEE 2.449 kkal menjadi target sekitar 1.959 kkal. Pengurangan bertahap seperti ini lebih mudah dijalani daripada pemangkasan besar. Panduan lengkapnya ada di artikel defisit kalori.

Menaikkan berat badan. Kalkulator menampilkan surplus 10 persen di atas TDEE. Untuk profil yang sama, angkanya sekitar 2.694 kkal. Kalau tujuanmu menambah massa otot, kombinasikan dengan latihan beban dan asupan protein yang cukup.

Hitung ulang setiap kali berat berubah cukup banyak. Karena berat badan ada di dalam rumus BMR, TDEE ikut bergeser ketika beratmu berubah. Ambil contoh pria 25 tahun setinggi 168 cm tadi. Pada berat 65 kg dan faktor 1,55, TDEE-nya 2.449 kkal. Setelah beratnya turun ke 60 kg, BMR-nya menjadi 10 x 60 + 6,25 x 168 - 5 x 25 + 5 = 1.530 kkal, dan TDEE pada faktor yang sama menjadi sekitar 2.372 kkal. Selisihnya 77 kkal per hari. Kalau ia tetap memakai target lama, defisitnya pelan-pelan mengecil tanpa ia sadari, dan penurunan berat terasa melambat. Ini bukan tanda metabolisme rusak, melainkan konsekuensi wajar dari tubuh yang lebih ringan membutuhkan energi lebih sedikit.

Apa pun tujuanmu, perlakukan TDEE sebagai titik awal. Rumus tidak tahu bahwa kamu mungkin lebih banyak bergerak di hari kerja atau lebih sering duduk di akhir pekan. Pantau berat badan dan lingkar pinggang selama beberapa minggu, lalu sesuaikan asupan sedikit demi sedikit bila hasilnya tidak sesuai harapan. Cara mengoreksi angka dari data timbangan dibahas di artikel kebutuhan kalori harian, dan cara menaksir asupanmu ada di panduan cara menghitung kalori makanan.

Catatan: Target dari kalkulator ditujukan untuk orang dewasa sehat. Kalau kamu sedang hamil atau menyusui, berusia lanjut, punya diabetes, penyakit ginjal, penyakit jantung, riwayat gangguan makan, atau sedang menjalani pengobatan, tentukan target energi bersama dokter atau ahli gizi. Hindari diet dengan asupan sangat rendah tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

Untuk melengkapi gambaran, cek juga posisi berat badanmu di kalkulator BMI, dan baca perbedaan BMR dan TDEE kalau kamu masih ragu angka mana yang dipakai untuk tujuan apa.

Catatan redaksi: naskah ini disusun dan ditinjau Tim Redaksi Bugar Selalu dengan mencocokkan setiap angka, rumus, dan anjuran ke sumber resmi yang dicantumkan di bawah. Peninjauan ini dilakukan tim redaksi, bukan dokter atau ahli gizi perorangan. Isinya informasi umum untuk orang dewasa sehat dan tidak menggantikan nasihat dokter atau ahli gizi.

Untuk memperluas konteks bmr-tdee, kamu bisa melanjutkan ke Kalori Adalah, Kalori Ketoprak per Porsi, Vitamin.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu TDEE?

TDEE (total daily energy expenditure) adalah total energi yang kamu pakai dalam sehari penuh, mencakup metabolisme basal, energi untuk mencerna makanan, dan semua aktivitas fisik. Laporan FAO/WHO/UNU menyebutnya pengeluaran energi total (TEE), yaitu rata-rata energi yang dipakai dalam 24 jam pada hari yang khas, bukan jumlah persis untuk setiap hari.

Bagaimana cara menghitung TDEE?

Hitung BMR dulu dengan rumus Mifflin-St Jeor, lalu kalikan dengan faktor aktivitas. Lima faktor yang lazim dipakai bersama rumus ini adalah 1,2, 1,375, 1,55, 1,725, dan 1,9. Contohnya, BMR 1.580 kkal dikali 1,55 menghasilkan TDEE sekitar 2.449 kkal per hari.

Apa saja komponen TDEE?

Laporan FAO/WHO/UNU merinci tiga komponen: metabolisme basal (45 sampai 70 persen dari pengeluaran energi harian, tergantung usia dan gaya hidup), respons metabolik terhadap makanan (sekitar 10 persen dari BMR dalam 24 jam pada orang yang makan menu campuran), dan aktivitas fisik, yang paling bervariasi dan menjadi komponen terbesar kedua setelah BMR.

Faktor aktivitas mana yang harus saya pilih?

Pilih berdasarkan rata-rata satu minggu penuh, termasuk pekerjaan dan perjalanan, bukan hanya jam olahraga. Kalau ragu di antara dua tingkat, pilih yang lebih rendah lalu koreksi setelah dua sampai tiga minggu memantau berat badan. Banyak orang menaksir aktivitasnya terlalu tinggi karena menghitung olahraga satu jam tapi lupa sisa hari yang dihabiskan duduk.

Apakah TDEE sama dengan kebutuhan kalori harian?

Untuk orang dewasa yang beratnya stabil, ya. Laporan FAO/WHO/UNU menyebut bahwa pada pria dewasa serta wanita dewasa yang tidak hamil dan tidak menyusui, BMR dikali tingkat aktivitas fisik (PAL) sama dengan pengeluaran energi total atau kebutuhan energi harian. Pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak yang sedang tumbuh, kebutuhannya lebih besar dari itu.

Kenapa TDEE dari kalkulator berbeda dengan angka AKG Kemenkes?

Angka Kecukupan Gizi dalam Permenkes 28/2019 adalah angka kebutuhan untuk kelompok umur dengan berat dan tinggi acuan tertentu, dipakai untuk perencanaan gizi masyarakat. TDEE dari kalkulator dihitung dari data pribadimu sendiri dan tingkat aktivitas yang kamu pilih. Selisihnya wajar karena ukuran tubuh dan aktivitas tiap orang berbeda dari angka acuan.

Apakah TDEE berubah saat berat badan turun?

Ya. Berat badan ada di dalam rumus BMR Mifflin-St Jeor, jadi TDEE ikut turun ketika beratmu turun. Contohnya, pria 25 tahun setinggi 168 cm dengan faktor aktivitas 1,55 punya TDEE sekitar 2.449 kkal pada berat 65 kg, lalu sekitar 2.372 kkal setelah turun ke 60 kg. Karena itu, hitung ulang targetmu setiap kali berat berubah cukup banyak supaya defisitnya tidak diam-diam mengecil.

Ditinjau Tim Redaksi Bugar Selalu pada 2026-10-10. Setiap angka, anjuran, dan klaim kesehatan di artikel ini sudah kami cocokkan satu per satu dengan 6 sumber resmi yang tercantum di atas (lembaga pemerintah, badan kesehatan, organisasi profesi, atau jurnal ilmiah). Tinjauan ini dilakukan tim redaksi, bukan dokter, dan tidak menggantikan pemeriksaan tenaga kesehatan. Baca cara kami meninjau konten kesehatan.
Sangkalan medis. Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan diagnosis atau resep tenaga medis. Konsultasikan kondisi khusus (kehamilan, cedera, diabetes, hipertensi) ke tenaga kesehatan sebelum mengubah pola makan atau program latihan.

Baca juga

Artikel lain yang masih satu topik.

Semua Nutrisi
Butuh arahan personal?

Mau program yang pas dengan kondisimu?

Ngobrol dengan tim Bugar Selalu lewat WhatsApp, gratis untuk mulai.

Chat coach via WhatsApp