Pertama kali main padel biasanya terasa lebih ramai daripada yang dibayangkan. Ada bola yang memantul ke dinding, partner yang harus diajak bergerak, servis dari bawah, dan skor yang mirip tenis. Wajar kalau beberapa pukulan berantakan. Kesalahan itu bukan tanda kamu tidak cocok, tetapi petunjuk tentang bagian yang perlu dilatih.
Kunci sesi pertama bukan membuat semua bola menjadi winner. International Padel Federation menempatkan servis, pantulan lantai, dinding, dan skor sebagai bagian dari aturan dasar. Kalau kamu memahami urutannya, permainan terasa lebih lambat dan keputusanmu menjadi lebih jelas.
Yang perlu diingat: Jangan mengejar tenaga sebelum kontrol. Pegang raket lebih rileks, panggil bola, beri ruang untuk pantulan dinding, dan jaga posisi bersama partner. Dalam sesi awal, bola yang masuk adalah progres yang lebih berguna daripada smash yang sekali berhasil.
1. Memukul terlalu keras sejak poin pertama
Kesalahan pertama pemula biasanya bukan kurang tenaga, melainkan terlalu banyak tenaga. Pukulan keras mengurangi waktu untuk memulihkan posisi dan sering membuat bola keluar. Untuk pemula, pukulan dengan ayunan pendek dan arah yang terkendali lebih mudah diulang.
Mulai dengan target sederhana: bola melewati net dan mendarat di area permainan lawan. Setelah itu, kembali ke posisi siap. Kalau pukulanmu masih sering keluar, turunkan tenaga sampai kamu bisa membuat lima pengembalian berurutan.
Padel memang memakai raket solid dan lapangan berdinding, tetapi dinding bukan alasan untuk bermain serampangan. Bola yang terlalu cepat bisa kembali dengan sudut yang sulit diprediksi. Kontrol memberi kamu waktu untuk membaca pantulan berikutnya.

Posisi bersiap membantu pemain mengontrol arah pukulan sebelum menambah tenaga. Foto: 20Nasium26 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.
2. Memegang raket terlalu kencang
Pegangan yang terlalu kuat membuat pergelangan tangan kaku dan kepala raket sulit diarahkan. Pemula sering mengira genggaman kuat membuat pukulan stabil, padahal ketegangan berlebihan membatasi perubahan arah dan membuat lengan cepat lelah.
Pegang raket secukupnya agar tidak terlepas saat kontak. Rilekskan bahu dan siku, lalu biarkan gerakan tubuh membantu ayunan. Kamu tetap boleh menguatkan genggaman sejenak saat memukul, tetapi jangan mempertahankan ketegangan itu sepanjang rally.
Latihan mudahnya adalah melakukan ayunan tanpa bola. Berdiri dengan kaki selebar bahu, pegang raket santai, lalu gerakkan dari posisi siap ke depan. Jika bahu naik atau napas tertahan, genggamanmu mungkin terlalu tegang.
3. Berdiri terlalu dekat dengan partner
Dalam permainan ganda, dua pemain perlu menutup sisi lapangan bersama-sama. Pemula sering berdiri berdempetan karena ingin mengejar semua bola. Akibatnya, satu sisi lapangan kosong dan dua pemain bisa saling bertabrakan.
Buat jarak yang memungkinkan kalian bergerak menyamping tanpa menabrak. Setelah memukul, kembali ke posisi yang disepakati. Jangan berdiri di depan partner hanya karena bola terakhir mengarah ke sisi kamu.
Komunikasikan gerakan sederhana. Panggil “saya” jika kamu akan mengambil bola. Katakan “biarkan” jika bola sebaiknya dibiarkan. Hindari diam lalu berharap partner bisa menebak niatmu.

Jarak dan posisi membantu pasangan menutup lapangan tanpa saling menghalangi. Foto: 20Nasium26 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.
4. Mengira setiap bola harus dipukul sebelum memantul
Refleks dari tenis atau bulu tangkis sering terbawa ke padel. Pemula buru-buru mendekati bola dan mencoba voli, padahal posisinya belum siap. Akibatnya bola menyangkut net atau melambung terlalu tinggi.
Tidak semua bola harus disambar. Jika bola masih aman untuk memantul, beri diri kamu waktu untuk menyiapkan kaki dan raket. Pukulan setelah pantulan bisa menjadi pilihan bertahan yang baik, terutama saat kamu masih mempelajari arah permainan.
Voli tetap penting, tetapi pelajari kapan menggunakannya. Berdiri terlalu dekat dengan net tanpa keseimbangan membuat kamu sulit mundur. Mulai dari pukulan sederhana, lalu masuk ke depan ketika bola lawan cukup tinggi dan lambat.
5. Takut menggunakan dinding
Sebagian pemula menganggap bola yang mendekati dinding sudah gagal. Padahal, aturan padel memungkinkan bola dimainkan setelah memantul ke dinding di sisi sendiri, selama urutan pantulnya sesuai aturan. Dinding dapat memberi waktu tambahan bila kamu tidak panik.
Tunggu bola memantul di lantai, lalu biarkan bola bergerak menuju dinding. Jangan menempelkan badan ke kaca. Ambil satu atau dua langkah mundur, siapkan raket di depan tubuh, dan pukul ketika bola keluar dari dinding menuju ruang yang nyaman.
Latihan pertama tidak perlu memakai kecepatan tinggi. Minta partner mengirim bola pelan ke sisi belakang. Perhatikan arah pantulan, jarak tubuh dari dinding, dan titik kontak. Kamu akan memahami bahwa dinding adalah bagian permainan, bukan penghalang.

Membaca arah bola dan memberi ruang pada dinding membantu pemula memilih waktu pukul yang lebih aman. Foto: 20Nasium26 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.
6. Servis terburu-buru dan lupa aturan dasarnya
Servis padel dilakukan dari bawah pinggang setelah bola dipantulkan, lalu diarahkan menyilang ke kotak servis lawan. Karena gerakannya terlihat sederhana, pemula sering terburu-buru dan lupa menyiapkan kaki atau menyebut skor.
Buat rutinitas pendek. Berdiri di posisi yang benar, pantulkan bola dengan tenang, lihat kotak sasaran, lalu ayunkan raket dari bawah. Jangan mengejar servis keras. Servis yang masuk dan membuat kamu siap menghadapi pengembalian lebih berguna daripada percobaan sulit yang sering fault.
Setelah servis, segera bersiap untuk bola berikutnya. Pukulan servis bukan akhir giliran. Partner dan kamu perlu bergerak ke posisi permainan sesuai rencana, bukan menonton hasil servis dari tempat semula.
7. Tidak melakukan pemanasan karena sesi terasa santai
Padel terasa seperti permainan, tetapi gerakannya tetap melibatkan percepatan, berhenti, putar badan, dan langkah menyamping. Masuk lapangan tanpa pemanasan membuat tubuh langsung menerima perubahan gerak yang belum siap.
Lakukan beberapa menit gerak ringan (contoh lengkapnya ada di panduan pemanasan sebelum olahraga). Jalan di tempat, putar bahu, gerakkan pergelangan kaki, dan lakukan langkah menyamping kecil. Setelah itu, mulai rally dengan tempo rendah sebelum menaikkan intensitas.
WHO merekomendasikan aktivitas fisik rutin dan peningkatan bertahap sesuai kemampuan. Rekomendasi tersebut tidak berarti kamu harus memaksakan sesi panjang. Dengarkan tubuh, berhenti jika muncul nyeri tajam, pusing, atau sesak yang tidak biasa. Setelah sesi, beri waktu untuk pendinginan setelah olahraga.
8. Mengejar semua bola sendirian
Keinginan menyelamatkan setiap bola bisa membuat pemula berlari melintasi area partner. Masalahnya bukan cuma tabrakan. Posisi yang terlalu jauh membuat kamu tidak siap untuk bola berikutnya dan membuka area kosong di sisi lain.
Sebelum poin dimulai, tentukan pembagian sederhana. Siapa yang mengambil bola di tengah? Bagaimana cara memanggil bola? Kapan kalian mundur? Tidak ada jawaban tunggal untuk semua situasi, tetapi kesepakatan singkat membuat keputusan lebih cepat.
Jika bola berada di tengah dan kamu ragu, panggil lebih awal. Partner yang mendengar panggilan bisa berhenti. Partner yang tidak mendengar akan ikut mengejar, lalu dua raket mungkin bertemu di ruang yang sama.
9. Hanya mengejar smash dan mengabaikan rally
Smash terlihat menarik di video, sehingga pemula ingin menirunya pada setiap bola tinggi. Masalahnya, pukulan atas kepala membutuhkan posisi dan waktu yang tepat. Bola tinggi yang tidak nyaman sering lebih aman dikembalikan dengan pukulan terkontrol.
Gunakan pertanyaan sederhana: apakah tubuh sudah berada di bawah bola, apakah partner siap, dan apakah arah pukulan jelas? Jika jawabannya belum, kembalikan bola dengan aman. Pilih kesempatan yang lebih baik pada poin berikutnya.
Latihan rally juga membangun kemampuan membaca permainan. Kamu belajar kapan maju, kapan bertahan, dan bagaimana bola berubah setelah menyentuh dinding. Kemampuan itu menjadi dasar untuk pukulan serang yang lebih konsisten.
10. Menganggap skor lebih penting daripada proses belajar
Pada sesi pertama, skor bisa membuat perhatian terpecah. Pemula sibuk menghitung game sambil lupa mengamati posisi kaki dan arah bola. Jika tujuan awal adalah belajar, sepakati format latihan sebelum mulai.
Kalian bisa memainkan rally dengan target tertentu, misalnya lima pengembalian aman sebelum mulai mengejar poin. Kalian juga bisa mencatat satu hal yang ingin diperbaiki setiap game. Format seperti ini membuat kemajuan terlihat meski hasil pertandingan belum bagus.
Aturan resmi FIP tetap perlu dipahami bertahap. Mulai dari servis, skor dasar, urutan pantulan, dan penggunaan dinding. Setelah itu, pelajari detail yang relevan dengan klub atau format pertandingan yang kamu ikuti.
Ringkasan: sepuluh kesalahan dan perbaikan pertamanya
Kalau waktumu sempit sebelum sesi, tabel ini merangkum sepuluh kesalahan di atas beserta satu perbaikan yang bisa langsung dicoba. Pilih satu atau dua baris saja untuk sesi berikutnya, jangan semuanya sekaligus.
| No | Kesalahan | Perbaikan pertama yang bisa dicoba |
|---|---|---|
| 1 | Memukul terlalu keras sejak poin pertama | Pukul dengan tenaga sedang dan utamakan bola masuk |
| 2 | Memegang raket terlalu kencang | Longgarkan genggaman, biarkan pergelangan lebih rileks |
| 3 | Berdiri terlalu dekat dengan partner | Jaga jarak dan bagi area sebelum poin dimulai |
| 4 | Mengira setiap bola harus dipukul sebelum memantul | Biarkan bola memantul sekali bila posisimu belum siap |
| 5 | Takut menggunakan dinding | Latih pantulan kaca dengan bola lambat dari partner |
| 6 | Servis terburu-buru | Buat rutinitas: posisi, pantulkan bola, lihat sasaran, ayun dari bawah |
| 7 | Tidak pemanasan | Gerak ringan beberapa menit, lalu rally tempo rendah |
| 8 | Mengejar semua bola sendirian | Panggil bola lebih awal dan sepakati siapa mengambil bola tengah |
| 9 | Hanya mengejar smash | Kembalikan bola tinggi dengan aman bila tubuh belum di bawah bola |
| 10 | Terlalu fokus pada skor | Mulai dengan target rally sebelum menghitung poin |
Aturan resmi yang paling sering dilanggar pemula
Sebagian kesalahan di lapangan sebenarnya bukan soal teknik, tetapi soal aturan yang belum dipahami. Dokumen Rules of Padel dari International Padel Federation (FIP) memuat beberapa ketentuan yang langsung berkaitan dengan kesalahan di artikel ini.
| Ketentuan | Isi aturan FIP | Kesalahan pemula yang terkait |
|---|---|---|
| Tinggi servis | Bola dipukul setinggi pinggang atau lebih rendah, minimal satu kaki menyentuh tanah | Servis dari atas seperti tenis atau sambil melompat |
| Arah servis | Servis diarahkan menyilang ke kotak servis penerima dan wajib memantul di dalam garis kotak itu | Servis lurus ke depan atau terlalu panjang |
| Tinggi net | 0,88 meter di tengah, 0,92 meter di kedua ujung | Mengarahkan bola ke sisi net yang lebih tinggi sehingga sering menyangkut |
| Pagar logam di sisi sendiri | Poin hilang bila bola yang kamu pukul menyentuh pagar logam di sisimu | Memukul bola ke pagar kawat, bukan ke dinding kaca |
Ketentuan di tabel diambil dari dokumen Rules of Padel FIP edisi Desember 2025 (lihat daftar sumber). Untuk pembahasan lengkap soal let, golden point, dan urutan pantulan dinding, baca peraturan padel.
Cara memperbaiki permainan dalam empat sesi pertama
Sesi pertama dapat berfokus pada pegangan dan pukulan yang masuk. Sesi kedua menambahkan posisi bersama partner. Sesi ketiga melatih pantulan dinding dengan bola lambat. Sesi keempat mencoba skor sambil mempertahankan komunikasi.
Kalau belum punya teman bermain, baca dulu cara cari partner padel untuk pemula. Rencana ini bukan program wajib. Sesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh. Jika kamu baru mulai berolahraga, beri jeda pemulihan dan jangan menambah durasi secara mendadak. Padel juga bisa dipadukan dengan olahraga kardio lain di hari berbeda, dan ulasan manfaat olahraga menjelaskan kenapa rutinitas lebih penting daripada satu sesi berat. Untuk memperkirakan kebutuhan energi harian, coba kalkulator kalori.
Untuk memahami dasar olahraga ini lebih lengkap, baca panduan olahraga padel untuk pemula. Jika ingin memahami pola pukulan dengan lebih rinci, lihat teknik dasar padel dan peraturan padel.
Latihan khusus untuk membetulkan kesalahan pemula
Kesalahan akan lebih cepat berkurang jika latihan memiliki satu tujuan. Untuk masalah pegangan, lakukan shadow swing tanpa bola selama dua menit. Perhatikan apakah kepala raket kembali ke depan tubuh setelah ayunan. Untuk masalah arah, letakkan target imajiner di tengah lapangan dan coba mengirim bola melewati sasaran dengan tenaga sedang.
Untuk latihan dinding, minta partner mengirim bola pelan ke sudut belakang. Jangan langsung mengembalikan bola dengan winner. Tunggu satu pantulan, baca jalur keluar, lalu arahkan bola tinggi ke area aman lawan. Ulangi beberapa kali sebelum menambah kecepatan.
Latihan berikutnya bisa memakai pola dua bola. Partner mengirim satu bola ke sisi forehand, lalu satu bola ke sisi backhand. Kamu tidak perlu memukul keras. Tujuannya adalah memindahkan kaki, menjaga badan tetap seimbang, dan kembali ke posisi siap setelah setiap pukulan.
Untuk komunikasi ganda, buat aturan giliran. Bola di sisi luar diambil pemain terdekat, sedangkan bola di tengah harus dipanggil sebelum dipukul. Jika kedua pemain tetap ragu, biarkan bola lewat daripada memaksakan gerakan yang bisa menyebabkan benturan.
Catat satu kesalahan setelah sesi, bukan sepuluh sekaligus. Misalnya, minggu ini kamu fokus pada posisi setelah servis. Minggu berikutnya, kamu bisa beralih ke pantulan dinding. Perubahan kecil membuat latihan terasa terukur dan mencegah kamu menilai permainan hanya dari menang atau kalah.
Peta latihan teknis: dari bola netral ke bola berdinding
Setelah pemanasan, buat urutan latihan yang tetap. Mulai dengan bola netral dari garis belakang. Berdirilah dengan lutut sedikit menekuk, dada menghadap net, dan raket berada di depan badan. Jangan menunggu raket berada di belakang pinggul. Posisi depan membuat kamu lebih cepat menanggapi bola pendek.
Latih split step kecil ketika lawan menyentuh bola. Gerakannya bukan lompatan tinggi. Angkat tumit sedikit, lalu mendarat dengan kedua telapak kaki siap bergerak ke kanan atau kiri. Banyak pemula terlambat bukan karena tidak cepat, tetapi karena kaki mereka berhenti saat lawan melakukan kontak.
Berikutnya, latihan forehand dan backhand silang. Kirim bola melewati bagian tengah net dengan ketinggian aman. Fokus pada bahu yang berputar, bukan hanya lengan. Setelah kontak, tahan akhir ayunan sebentar agar arah raket bisa diperiksa. Jika bola terus melebar, kurangi putaran pergelangan dan arahkan bahu ke sasaran.
Latihan bola tinggi juga perlu memiliki urutan. Bedakan lob bertahan dari bola serang. Lob bertahan diarahkan tinggi dan dalam supaya kamu punya waktu kembali ke posisi. Jangan memaksa lob datar dari posisi sulit. Jika bola lawan terlalu tinggi tetapi kamu belum berada di bawahnya, kembalikan dengan margin aman.
Untuk dinding belakang, mulai dari kecepatan rendah. Biarkan bola memantul di lantai, mengenai kaca, lalu keluar menuju bahu yang tidak dominan. Ambil langkah menyamping, bukan berlari lurus ke kaca. Pukul setelah bola keluar dari dinding, bukan ketika bola masih menempel di sudut.
Dinding samping membutuhkan perhatian pada sudut. Bola yang menyentuh kaca samping dapat bergerak melintang lebih cepat daripada perkiraan. Beri ruang satu lengan dari kaca, baca jalur pantulan, dan arahkan wajah raket ke ruang kosong. Jika tubuh sudah terlanjur masuk sudut, pilihan aman adalah mengembalikan bola tinggi.
Di dekat net, latih volley pendek tanpa mengayun besar. Kepala raket berada di depan, siku lentur, dan gerakan cukup berupa dorongan kecil. Bola yang dipukul terlalu keras justru memberi lawan kesempatan melakukan counter. Tujuan pertama adalah menjaga posisi net, bukan mencari pukulan mematikan.
Istilah pukulan atas kepala juga tidak perlu dikejar sekaligus. Bandeja membutuhkan persiapan badan menyamping dan kontak yang stabil. Vibora menambah efek samping dan menuntut kontrol lebih tinggi. Bajada memakai bola yang keluar dari dinding dengan sudut serang. Pemula cukup memahami urutan persiapannya sebelum mencoba variasi tersebut.
Gunakan format tiga putaran. Putaran pertama hanya bola netral. Putaran kedua menambahkan satu pantulan dinding. Putaran ketiga memasukkan skor sederhana. Di setiap putaran, partner menyebut satu umpan balik yang dapat diamati, misalnya kaki terlambat, raket terlalu rendah, atau jarak dari kaca terlalu dekat. Hindari komentar umum seperti “kurang bagus”.
Kalau kamu mengalami panik saat bola berubah arah, minta pengirim menurunkan tempo. Latihan yang lebih lambat bukan kemunduran. Kamu sedang membangun urutan membaca, bergerak, menyiapkan raket, dan memukul. Kecepatan baru ditambahkan setelah urutan itu bisa diulang tanpa banyak keputusan mendadak.
Kalau penasaran dengan olahraga raket lain yang juga ramah pemula, bandingkan dengan olahraga pickleball dan olahraga squash.
Kesalahan pertama kali main padel akan berkurang jika kamu memberi waktu pada tubuh dan tidak mengejar semua hal sekaligus. Kuasai kontrol, posisi, komunikasi, lalu tambahkan variasi pukulan. Dengan cara itu, setiap sesi memberi pelajaran yang bisa dibawa ke permainan berikutnya.



