Penyebab darah tinggi pada kebanyakan orang tidak bisa ditunjuk satu per satu. MedlinePlus dari National Institutes of Health menyebut sebagian besar kasus tidak ditemukan penyebabnya dan disebut hipertensi esensial, yang muncul dari kombinasi faktor risiko: pola makan tinggi garam, kelebihan berat badan, kurang gerak, rokok, alkohol, usia, dan riwayat keluarga. Sebagian kecil lainnya adalah hipertensi sekunder, yaitu darah tinggi yang dipicu penyakit lain seperti gangguan ginjal, gangguan hormon, sleep apnea, atau obat tertentu.
Pembagian ini bukan sekadar istilah. Ia menentukan apa yang bisa kamu lakukan. Faktor gaya hidup bisa diubah mulai minggu ini. Faktor seperti usia dan keturunan tidak bisa diubah, tapi menandai siapa yang perlu lebih rajin memeriksa. Hipertensi sekunder perlu dicari oleh dokter, karena tekanan darah bisa membaik saat penyebabnya ditangani. Kalau kamu belum yakin angka tensimu termasuk tinggi, mulai dulu dari tekanan darah normal per usia, atau baca definisi singkatnya di glosarium hipertensi.
Hipertensi Esensial dan Hipertensi Sekunder
MedlinePlus menjelaskan banyak hal yang memengaruhi tekanan darah, antara lain jumlah air dan garam di dalam tubuh, kondisi ginjal, sistem saraf, atau pembuluh darah, serta kadar hormon. Ketika semua itu bergeser sedikit demi sedikit tanpa satu penyakit yang jelas, hasilnya disebut hipertensi esensial atau primer. Ini jenis yang paling banyak ditemukan.
Hipertensi sekunder berbeda. MedlinePlus mendefinisikannya sebagai tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh kondisi medis lain atau obat yang sedang diminum. Pada anak, MedlinePlus mencatat penyebab sekunder lebih sering ditemukan pada bayi dan anak kecil, dan tekanan darah biasanya kembali normal setelah obat penyebabnya dihentikan atau kondisinya diobati.
| Jenis | Ciri | Contoh penyebab | Apa artinya buatmu |
|---|---|---|---|
| Esensial (primer) | Tidak ada satu penyebab yang ditemukan | Gabungan garam, berat badan, kurang gerak, alkohol, usia, keturunan | Gaya hidup adalah tuas utama, ditambah obat bila dokter menilai perlu |
| Sekunder | Dipicu penyakit lain atau obat | Penyakit ginjal kronis, gangguan adrenal, hiperparatiroidisme, sleep apnea, penyempitan arteri ginjal, obat tertentu | Perlu dicari dokter; tekanan bisa membaik bila penyebabnya ditangani |
Kenapa ini penting dibedakan? Karena kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap semua darah tinggi "karena makan asin". Orang muda dengan tekanan sangat tinggi, atau orang yang tensinya tiba-tiba naik padahal kebiasaannya tidak berubah, perlu diperiksa lebih jauh. Itu keputusan dokter, bukan tebakan dari artikel.
Faktor Risiko yang Bisa Kamu Ubah
WHO menyebut faktor risiko yang dapat diubah meliputi pola makan tidak sehat (garam berlebihan, lemak jenuh dan lemak trans tinggi, kurang buah dan sayur), kurang aktivitas fisik, konsumsi tembakau dan alkohol, serta kelebihan berat badan atau obesitas. WHO juga menyebut faktor lingkungan, dengan polusi udara sebagai yang paling signifikan. Kemenkes, lewat portal Ayo Sehat, menyusun daftar yang hampir sama: merokok, diabetes, kelebihan berat badan atau obesitas, jarang melakukan aktivitas fisik, konsumsi garam berlebihan, dan alkohol.

Grafik: Bugar Selalu, disusun dari bagian Risk factors pada fact sheet Hypertension WHO.
Garam dan kalium. NHLBI menyebut kebiasaan makan makanan tinggi garam dan rendah kalium meningkatkan risiko. Lembaga itu juga menjelaskan bahwa sebagian orang punya sensitivitas tinggi terhadap garam, dan sifat ini bisa menurun dalam keluarga. Orang kulit hitam, lansia, serta penderita penyakit ginjal kronis, diabetes, atau sindrom metabolik lebih sensitif terhadap garam. Kemenkes menyarankan membatasi garam tidak lebih dari 1 sendok teh per hari dan memperhatikan makanan cepat saji yang umumnya tinggi garam. Pola makan yang dirancang khusus untuk ini adalah diet DASH.
Berat badan. Kelebihan berat badan dan obesitas muncul di daftar WHO, Kemenkes, NHS, dan NHLBI. NHLBI bahkan memasukkannya ke kelompok kondisi medis yang dapat menyebabkan darah tinggi. Cara cepat melihat posisimu adalah kalkulator BMI, dan prinsip menurunkan berat dengan aman dijelaskan di defisit kalori.
Kurang gerak. NHLBI menyebut kurang aktivitas fisik sebagai kebiasaan yang meningkatkan risiko. Kemenkes menyarankan olahraga minimal 30 menit setiap hari atau 150 menit per minggu, misalnya senam aerobik, jalan atau lari, bersepeda, dan berenang. Panduan yang lebih spesifik ada di olahraga untuk penderita hipertensi.
Alkohol dan kafein. NHLBI menyebut minum terlalu banyak alkohol atau kafein meningkatkan risiko. MedlinePlus memberi batas yang lebih jelas: risiko lebih tinggi pada yang minum alkohol lebih dari 1 gelas per hari untuk perempuan dan lebih dari 2 gelas per hari untuk laki-laki. NHS menyarankan tidak minum kafein berlebihan, termasuk dari kopi, teh, dan cola.
Rokok. Merokok atau memakai produk tembakau muncul di daftar WHO, MedlinePlus, NHS, dan Kemenkes. National Institute on Aging menambahkan bahwa manfaat berhenti merokok bisa dirasakan di usia berapa pun.
Tidur dan stres. NHLBI memasukkan tidur yang tidak cukup atau tidak berkualitas serta situasi penuh stres ke daftar kebiasaan yang meningkatkan risiko. NHS menyebut stres dalam jangka panjang, dan MedlinePlus menyebut sering stres atau cemas. Ini sering diremehkan karena tidak terlihat di piring makan. Kalau tidurmu berantakan, mulai dari cara mengatasi insomnia; kalau stres kerja menumpuk, ada langkah praktis di cara mengelola stres.
Tips: Jangan menunggu semua faktor beres sekaligus. Pilih satu yang paling besar dalam hidupmu sekarang, misalnya makan siang yang selalu asin atau tidak pernah jalan kaki, lalu ubah itu dulu selama dua minggu sebelum menambah yang lain.
Faktor yang Tidak Bisa Diubah
WHO menyebut faktor risiko yang tidak dapat diubah meliputi riwayat keluarga hipertensi, usia di atas 65 tahun, dan penyakit penyerta seperti diabetes atau penyakit ginjal. Kemenkes memakai daftar yang sama.
Usia. NHLBI menjelaskan tekanan darah cenderung naik seiring usia karena pembuluh darah secara alami menebal dan kaku dari waktu ke waktu. National Institute on Aging menambahkan bahwa ini bisa terjadi bahkan pada orang dengan kebiasaan sehat. Namun NHLBI juga mencatat risiko darah tinggi pada anak dan remaja meningkat, kemungkinan karena makin banyak yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Jadi usia muda bukan jaminan aman.
Keturunan. NHLBI menyebut darah tinggi sering terjadi dalam keluarga, dan banyak gen dikaitkan dengan sedikit kenaikan risiko. Penelitian juga menunjukkan bahwa perubahan DNA tertentu saat janin tumbuh di kandungan dapat meningkatkan risiko di kemudian hari.
Jenis kelamin. National Institute on Aging menyebut sebelum usia 55 tahun, laki-laki lebih berpeluang mengalami darah tinggi, sedangkan perempuan lebih berpeluang setelah menopause. NHLBI juga menyebut perempuan yang mengalami darah tinggi saat hamil lebih berisiko mengalaminya lagi di kemudian hari.
Etnis dan faktor sosial. NHLBI dan NHS menyebut risiko lebih tinggi pada kelompok etnis tertentu. NHLBI juga mencatat faktor sosial dan ekonomi seperti penghasilan, tingkat pendidikan, tempat tinggal, jenis pekerjaan, dan stres kerja dapat meningkatkan risiko, termasuk bekerja dengan sif pagi buta atau larut malam.
Faktor yang tidak bisa diubah ini sebaiknya dibaca sebagai alasan untuk lebih rajin memeriksa, bukan alasan untuk pasrah. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kemenkes menunjukkan kenapa: prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran pada penduduk 18 tahun ke atas adalah 30,8 persen, dengan provinsi tertinggi Kalimantan Tengah (40,7 persen), Kalimantan Selatan (35,8 persen), dan Jawa Barat (34,4 persen).

Grafik: Bugar Selalu, disusun dari Hasil Utama SKI 2023, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes RI.
Penyakit Lain yang Memicu Darah Tinggi
NHLBI menjelaskan sejumlah kondisi medis mengubah cara tubuh mengatur cairan, natrium, dan hormon di dalam darah, sehingga tekanan naik. MedlinePlus merinci penyebab hipertensi sekunder sebagai berikut:
- Penyakit ginjal kronis. Ginjal berperan besar mengatur cairan dan garam, jadi gangguannya langsung berdampak pada tekanan darah.
- Gangguan kelenjar adrenal, misalnya feokromositoma atau sindrom Cushing.
- Hiperparatiroidisme.
- Kehamilan atau preeklamsia.
- Penyempitan arteri yang memasok darah ke ginjal (stenosis arteri renalis).
- Sleep apnea obstruktif, yaitu napas yang berulang kali terhenti saat tidur.
NHLBI menambahkan beberapa tumor, sindrom metabolik, kelebihan berat badan dan obesitas, serta gangguan tiroid ke dalam daftar kondisi yang dapat menyebabkan darah tinggi.

Grafik: Bugar Selalu, disusun dari bagian Causes pada halaman High blood pressure in adults MedlinePlus (NIH).
Hubungan dengan diabetes perlu disebut khusus. MedlinePlus memasukkan diabetes ke faktor yang meningkatkan risiko darah tinggi, dan WHO menyebutnya sebagai penyakit penyerta yang tidak bisa diubah. Dalam praktik, keduanya sering berjalan bersama kolesterol tinggi. Kalau kamu punya salah satunya, ada baiknya memahami juga penyebab diabetes dan ciri kolesterol tinggi, karena pencegahannya saling menguatkan.
Bagaimana dokter mencari penyebabnya? MedlinePlus menjelaskan dokter akan mengukur tekanan darah beberapa kali sebelum menetapkan diagnosis, lalu melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda penyakit jantung, kerusakan mata, dan perubahan lain di tubuh. Pemeriksaan tambahan bisa dilakukan untuk mencari kolesterol tinggi, penyakit jantung (misalnya dengan elektrokardiogram atau ekokardiogram), serta diabetes dan penyakit ginjal lewat tes darah, tes urine, atau USG ginjal. Jadi kalau dokter meminta tes darah dan urine saat kamu datang karena tensi tinggi, itu bukan pemeriksaan berlebihan. Tes itu justru dipakai untuk memisahkan hipertensi esensial dari hipertensi sekunder dan melihat apakah organ sudah ikut terdampak.
Satu kelompok yang perlu perhatian khusus adalah perempuan yang pernah mengalami darah tinggi saat hamil. NHLBI menyebut mereka lebih berisiko mengalami darah tinggi di kemudian hari, dan penelitian menunjukkan obat untuk mengendalikan tekanan darah selama kehamilan menurunkan peluang komplikasi tanpa membahayakan janin. Kalau kamu punya riwayat ini, sampaikan ke dokter saat pemeriksaan rutin, bahkan bertahun-tahun setelah melahirkan.
Kapan curiga penyebab sekunder: Tekanan darah yang tiba-tiba melonjak, darah tinggi di usia sangat muda, atau tensi yang tetap tinggi walau sudah berobat teratur adalah hal yang pantas kamu sampaikan ke dokter. Hanya pemeriksaan dokter yang bisa memastikan ada penyakit lain di baliknya.
Obat dan Zat yang Bisa Menaikkan Tekanan
Bagian ini sering terlewat. NHLBI menyebut beberapa obat dapat membuat tubuh lebih sulit mengendalikan tekanan darah, yaitu antidepresan, dekongestan (obat pelega hidung tersumbat), pil KB hormonal, dan obat antiinflamasi nonsteroid seperti aspirin atau ibuprofen. MedlinePlus menambahkan pil diet, sebagian obat flu, obat migrain, kortikosteroid, sebagian antipsikotik, dan obat tertentu untuk kanker.
| Kelompok | Contoh yang disebut sumber | Sumber |
|---|---|---|
| Pereda nyeri antiinflamasi | Aspirin, ibuprofen | NHLBI |
| Obat flu dan hidung tersumbat | Dekongestan, sebagian obat flu | NHLBI, MedlinePlus |
| Hormon | Pil KB hormonal, kortikosteroid | NHLBI, MedlinePlus |
| Obat saraf dan jiwa | Antidepresan, sebagian antipsikotik, obat migrain | NHLBI, MedlinePlus |
| Lainnya | Pil diet, obat kanker tertentu | MedlinePlus |
| Zat stimulan | Kokain, metamfetamin, stimulan lain | NHLBI |
Daftar ini bukan alasan untuk berhenti minum obat. Banyak obat di atas dibutuhkan dan diresepkan dengan pertimbangan matang. Yang perlu kamu lakukan adalah memberi tahu dokter atau apoteker semua obat yang kamu minum, termasuk obat bebas yang dibeli sendiri di warung atau apotek. Kebiasaan minum obat flu atau pereda nyeri berhari-hari tanpa sadar bisa ikut menjelaskan kenapa tensimu naik. Informasi tentang obat yang justru dipakai untuk menurunkan tekanan ada di obat darah tinggi.
NHLBI juga mencatat penggunaan zat seperti kokain, metamfetamin, "bath salts", atau stimulan lain sebagai kebiasaan yang meningkatkan risiko darah tinggi.
Dari Penyebab ke Pencegahan
Kabar baiknya, hampir semua faktor yang bisa diubah juga merupakan cara pencegahan. NHLBI menyebut gaya hidup sehat untuk jantung dapat membantu mencegah darah tinggi dan komplikasinya, termasuk memilih makanan rendah garam dan kaya kalium seperti buah dan sayur. Kemenkes lewat Ayo Sehat menyusun langkah pencegahan yang mudah diingat:
- Olahraga teratur minimal 30 menit setiap hari atau 150 menit per minggu.
- Menjaga berat badan ideal dengan pola makan sehat, atau menurunkannya bila berlebih.
- Makan seimbang, menghindari makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan kolesterol, serta membatasi garam tidak lebih dari 1 sendok teh per hari.
- Memperbanyak buah, sayur, dan ikan.
- Menghindari rokok dan asap rokok.
- Menghindari alkohol.
- Memeriksa tekanan darah secara rutin, termasuk secara mandiri di rumah.
Yang menarik dari daftar ini adalah betapa biasanya. Tidak ada suplemen ajaib, tidak ada jamu khusus. Menurut kami, justru di situ kekuatannya: langkah yang sama juga menurunkan risiko diabetes dan kolesterol tinggi. Kalau kamu ingin memulai dari pola makan, makanan penurun kolesterol dan diet DASH berbagi prinsip yang hampir sama: banyak sayur, buah, biji-bijian utuh, dan sedikit garam.
Langkah terakhir dalam daftar Kemenkes adalah yang paling sering dilupakan. Karena darah tinggi jarang menimbulkan keluhan, seperti dijelaskan di gejala darah tinggi, satu-satunya cara tahu apakah faktor risikomu sudah berubah menjadi penyakit adalah dengan mengukur.
Artikel ini adalah informasi umum. Kalau tekanan darahmu tinggi, dokter yang akan menilai apakah ada penyebab sekunder dan apakah perlu pengobatan.



