Vitamin C termasuk zat gizi yang harus kamu isi ulang dari makanan hampir setiap hari, karena tubuh hanya menyimpannya dalam jumlah kecil. NHS menyatakan vitamin ini tidak bisa disimpan di dalam tubuh sehingga perlu masuk lewat menu harian. Tulisan ini memperlakukan vitamin C sebagai satu zat gizi utuh: apa yang dikerjakannya di dalam sel, berapa angka kecukupannya per kelompok umur menurut aturan Indonesia, dari mana sumber terbaiknya, apa tanda kekurangannya, sampai di mana batas atasnya, dan bagaimana ia berpasangan dengan zat besi.
Kenapa vitamin C harus dipenuhi setiap hari?
Vitamin C atau asam askorbat adalah vitamin larut air. Sifat itu yang menentukan hampir semua perilakunya di dalam tubuh. StatPearls mencatat vitamin ini diserap di ileum distal, penyerapannya efisien pada dosis sampai 100 mg per hari, lalu turun menjadi 50 persen atau kurang ketika asupan melewati 1.500 mg per hari. Institute of Medicine menjelaskan penyerapannya berlangsung lewat transpor aktif bergantung natrium yang bisa jenuh, bukan lewat pintu yang selalu terbuka lebar.
Konsekuensinya terlihat di kadar darah. Linus Pauling Institute merangkum bahwa kadar vitamin C plasma naik tajam pada rentang asupan 30 sampai 100 mg per hari, lalu mencapai kadar tunak (sekitar 60 sampai 80 µmol/L) pada asupan sekitar 200 sampai 400 mg per hari pada orang dewasa muda yang sehat. Pada dosis di atas 500 mg, proporsi yang terserap justru mengecil, dan setelah plasma jenuh, sebagian besar kelebihannya dibuang lewat urine. StatPearls menambahkan bahwa tubuh hanya menyimpan sedikit vitamin C di leukosit, kelenjar adrenal, dan kelenjar hipofisis, dengan total cadangan sekitar 1.500 mg saja.
Angka yang perlu kamu pegang dulu. Penyerapan efisien sampai sekitar 100 mg per hari, kadar plasma naik paling tajam pada asupan 30 sampai 100 mg lalu jenuh di kisaran 200 sampai 400 mg, dan cadangan seluruh tubuh hanya sekitar 1.500 mg. Tiga fakta ini menjelaskan kenapa asupan yang teratur setiap hari lebih berarti daripada satu dosis besar sesekali.
Karena cadangannya terbatas dan pembuangannya cepat, pola makan yang stabil jauh lebih menentukan daripada lonjakan asupan sesaat. NHS sendiri menyatakan seluruh kebutuhan vitamin C semestinya bisa dipenuhi dari makanan sehari-hari.
Apa manfaat vitamin C untuk tubuh?
Institute of Medicine menyebut vitamin C sebagai donor elektron untuk delapan enzim manusia. Tiga di antaranya bekerja pada hidroksilasi kolagen, dua pada biosintesis karnitin, dan tiga pada biosintesis hormon serta asam amino, termasuk dopamin beta hidroksilase yang dibutuhkan untuk membentuk katekolamin norepinefrin dan epinefrin, serta peptidyl glycine monooxygenase yang mengamidasi hormon peptida.
Daftar enzim itu terdengar teknis, tetapi akibatnya sangat kasat mata. Kolagen adalah protein struktural pada pembuluh darah, jaringan ikat, dan tulang. Ketika hidroksilasi kolagen terganggu, jaringan yang bergantung padanya melemah, dan itulah yang menjelaskan gejala perdarahan serta luka yang lambat menutup pada kekurangan berat. Karnitin dibutuhkan untuk mengambil energi dari lemak, sehingga rasa lelah termasuk keluhan awal yang masuk akal secara biokimia.
Peran kedua vitamin C adalah sebagai antioksidan larut air dengan daya reduksi tinggi. Institute of Medicine mencatat vitamin C mampu meredam berbagai spesies oksigen dan nitrogen reaktif di lingkungan berair, dengan bukti in vivo berupa penangkapan oksidan pada leukosit teraktivasi, paru, dan mukosa lambung. Selain itu, vitamin C mengatur penyerapan, transportasi, dan penyimpanan zat besi, bagian yang dibahas tersendiri di bawah.
Perlu ditegaskan bahwa fungsi enzimatik ini adalah pekerjaan pemeliharaan, bukan efek obat. Zat gizi lain punya pembagian tugasnya sendiri, misalnya vitamin B12 yang menurut NHS terlibat dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga kesehatan sistem saraf. Tidak ada satu vitamin yang bisa mengambil alih pekerjaan vitamin lain.
Berapa kebutuhan vitamin C per hari menurut AKG?
Acuan resmi di Indonesia adalah Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Tabel 2 pada lampiran peraturan itu memuat angka kecukupan vitamin per orang per hari, termasuk kolom vitamin C dalam miligram.
| Kelompok umur | Laki-laki (mg/hari) | Perempuan (mg/hari) |
|---|---|---|
| 0-5 bulan | 40 | 40 |
| 6-11 bulan | 50 | 50 |
| 1-3 tahun | 40 | 40 |
| 4-6 tahun | 45 | 45 |
| 7-9 tahun | 45 | 45 |
| 10-12 tahun | 50 | 50 |
| 13-15 tahun | 75 | 65 |
| 16-18 tahun | 90 | 75 |
| 19-29 tahun | 90 | 75 |
| 30-49 tahun | 90 | 75 |
| 50-64 tahun | 90 | 75 |
| 65-80 tahun | 90 | 75 |
| 80 tahun ke atas | 90 | 75 |
Peraturan tersebut menuliskan kelompok bayi dan anak sampai usia 9 tahun tanpa pemisahan jenis kelamin, jadi nilainya sama untuk keduanya. Catatan kaki tabel itu juga menegaskan bahwa kebutuhan gizi bayi 0-5 bulan dipenuhi dari pemberian ASI eksklusif. Pembahasan kebutuhan zat gizi anak yang lebih luas ada di artikel vitamin anak. Ibu hamil mendapat tambahan 10 mg per hari pada trimester satu, dua, dan tiga. Ibu menyusui mendapat tambahan 45 mg per hari, baik pada enam bulan pertama maupun enam bulan kedua.
Menarik untuk dibandingkan dengan acuan luar. Institute of Medicine di Amerika Serikat menetapkan angka kecukupan 90 mg per hari untuk laki-laki dewasa dan 75 mg per hari untuk perempuan dewasa, persis sama dengan angka dewasa Indonesia. Sebaliknya, NHS di Inggris hanya menganjurkan 40 mg per hari untuk orang dewasa usia 19 sampai 64 tahun. Selisih lebih dari dua kali lipat ini bukan kesalahan hitung, karena tiap lembaga memakai kriteria penetapannya sendiri. Institute of Medicine, misalnya, menyatakan angkanya diturunkan dari asupan yang cukup untuk mempertahankan kadar vitamin C neutrofil mendekati maksimal dengan kehilangan lewat urine yang minimal, jadi sasarannya mendekati kejenuhan jaringan, bukan sekadar titik bebas gejala.
Ada satu kelompok yang butuh lebih banyak. Dalam acuan Amerika Serikat, Institute of Medicine menaikkan kebutuhan perokok sebesar 35 mg per hari karena merokok meningkatkan stres oksidatif dan perputaran metabolik vitamin C. Tabel 2 Permenkes 28/2019 sendiri tidak memuat baris tambahan khusus untuk perokok. StatPearls juga memasukkan merokok sebagai faktor risiko kekurangan dengan alasan yang sama.
Makanan apa yang paling banyak mengandung vitamin C?
Institute of Medicine mencatat hampir 90 persen vitamin C dalam pola makan tipikal berasal dari buah dan sayur, dengan jeruk, tomat serta jusnya, dan kentang sebagai penyumbang terbesar. Sumber lain yang disebut adalah kubis brussel, kembang kol, brokoli, stroberi, kubis, dan bayam. Sebagian pangan olahan juga ditambahi vitamin C sebagai antioksidan.
Tabel berikut memakai angka Linus Pauling Institute, yang menyarankan pembaca mengecek pangan lain lewat basis data FoodData Central milik USDA. Takarannya mengikuti sumber aslinya, dengan cangkir ukuran standar Amerika.
| Bahan pangan | Takaran | Vitamin C (mg) |
|---|---|---|
| Kiwi kuning (varietas SunGold) | 1 buah (81 g) | 130 |
| Stroberi | 1 cangkir utuh | 85 |
| Jeruk navel | 1 buah (140 g) | 83 |
| Jus grapefruit putih, kalengan atau botolan | 3/4 cangkir | 76 |
| Jus jeruk dari konsentrat beku | 3/4 cangkir | 68 |
| Paprika merah manis, mentah | 1/2 cangkir | 59 |
| Brokoli, matang | 1/2 cangkir | 51 |
| Kubis brussel, matang | 1/2 cangkir | 48 |
| Kiwi hijau | 1 buah (81 g) | 48 |
| Grapefruit merah muda, mentah | 1/2 buah sedang | 38 |
| Kentang panggang dengan kulit | 1 buah sedang | 22 |
| Tomat merah, mentah | 1 buah sedang | 17 |
| Pisang, mentah | 1 buah sedang | 10 |
| Apel, mentah | 1 buah sedang | 8 |
| Bayam, mentah | 1 cangkir | 8 |
Yang perlu dibaca dari tabel itu bukan peringkat juaranya, melainkan sebarannya. Linus Pauling Institute menghitung bahwa lima porsi buah dan sayur yang beragam rata-rata memberi 150 sampai 200 mg vitamin C, terutama bila ada buah kaya vitamin C di dalamnya. Artinya target harian 75 sampai 90 mg bisa terpenuhi tanpa satu pun suplemen, asalkan buah dan sayurnya benar-benar masuk piring. Kalau kamu sedang menyusun pola makan dengan porsi buah yang terukur, pembahasan buah untuk diet bisa dipakai sebagai peta porsinya.
Apakah vitamin C hilang saat dimasak?
Angka pada tabel juga bukan konstanta. Institute of Medicine mengingatkan kandungan vitamin C pangan berubah menurut kondisi tanam, musim, tingkat kematangan, lokasi, cara memasak, dan lama penyimpanan sebelum dikonsumsi. StatPearls menambahkan bahwa vitamin C peka panas sehingga dapat terurai saat dimasak pada suhu tinggi, perebusan dapat membuatnya larut ke dalam air rebusan, dan buah serta sayur segar mengandung lebih banyak vitamin C dibanding versi beku atau kalengan, meski dua bentuk terakhir tetap berguna saat yang segar tidak terjangkau.
Seberapa besar kehilangannya? Studi Lee dan rekan pada 2018 di Food Science and Biotechnology mengukur retensi vitamin C setelah blansir, rebus, microwave, dan kukus pada sejumlah sayuran. Hasilnya membentang lebar, dari 0 sampai 91,1 persen, dengan retensi tertinggi umumnya pada pemasakan microwave dan terendah pada perebusan. Pesan praktisnya sederhana: kalau sayur harus dimasak, hindari merebus lama dalam banyak air, dan sebagian sumber vitamin C sebaiknya dimakan dalam keadaan segar.
Apa tanda kekurangan vitamin C?
StatPearls menyebut total vitamin C tubuh berkisar 1.500 mg dan tanda klinis kekurangan muncul ketika simpanan itu turun di bawah 350 mg. Gejala skorbut muncul dalam 4 sampai 12 minggu setelah asupan tidak memadai. Tanda klasiknya adalah rambut melingkar seperti pembuka botol, perdarahan kecil di sekitar folikel rambut, dan gusi berdarah.
Linus Pauling Institute menambahkan daftar keluhan yang lebih luas, mencakup perdarahan di bawah kulit, luka yang sulit menutup, memar yang gampang muncul, kerontokan rambut dan tanggalnya gigi, serta nyeri dan bengkak pada sendi. Semua itu berpangkal pada melemahnya pembuluh darah, jaringan ikat, dan tulang yang sama-sama mengandung kolagen. Rasa lelah di tahap awal dikaitkan dengan turunnya kadar karnitin dan berkurangnya sintesis norepinefrin.
Kabar baiknya, ambang pencegahannya rendah. Linus Pauling Institute mencatat skorbut dapat dicegah hanya dengan sekitar 10 mg vitamin C per hari. Angka kecukupan dewasa 75 sampai 90 mg per hari dalam AKG Indonesia berada jauh di atas ambang itu. Angka dewasa AS yang nilainya sama ditetapkan Institute of Medicine untuk mengejar kadar neutrofil mendekati maksimal, bukan sekadar batas bebas gejala.
Siapa yang paling berisiko kekurangan vitamin C?
Siapa yang perlu lebih waspada? StatPearls menyebut status sosial ekonomi rendah, kerawanan pangan, dan akses terbatas ke pangan bergizi sebagai latar yang sering muncul. Faktor risiko lain yang dirinci meliputi gangguan penggunaan alkohol dengan konsumsi etanol lebih dari 80 gram per hari, pemberian susu sapi pada bayi sebagai pengganti ASI atau formula terfortifikasi, merokok, gangguan makan seperti anoreksia nervosa dan kebiasaan makan yang sangat selektif, serta diabetes tipe 1.
Satu catatan penting soal pemeriksaan. StatPearls mengingatkan kadar vitamin C plasma lebih menggambarkan konsumsi terkini daripada cadangan tubuh, sehingga nilainya bisa menyesatkan bila pasien baru saja minum suplemen. Kadar plasma di bawah 0,2 mg/dL dapat mengarah ke skorbut, tetapi kekurangan kronis bisa tertutupi. Sumber yang sama juga mencatat pasien skorbut kerap disertai kekurangan zat gizi lain, termasuk vitamin B12, folat, kalsium, seng, dan zat besi, jadi penilaiannya tidak berhenti di satu vitamin. Kalau kamu mencurigai adanya gejala di atas, periksakan diri ke tenaga kesehatan, jangan menegakkan diagnosis sendiri dan jangan mengobati sendiri dengan dosis besar.
Apakah vitamin C membantu penyerapan zat besi?
Bagian ini yang paling sering terlewat ketika vitamin C hanya dibicarakan sebagai penopang daya tahan tubuh. Hallberg, Brune, dan Rossander menjelaskan bahwa peran kunci asam askorbat pada penyerapan zat besi nonheme sudah diterima luas, dengan dua alasan. Pertama, asam askorbat mencegah terbentuknya senyawa besi yang tidak larut dan tidak dapat diserap. Kedua, ia mereduksi besi ferri menjadi ferro, bentuk yang tampaknya diperlukan agar besi bisa masuk ke sel mukosa usus.
Institute of Medicine memberi keterangan senada: asam askorbat yang ditambahkan ke dalam makanan memudahkan penyerapan besi nonheme, kemungkinan dengan menurunkan besi ke bentuk ferro yang lebih mudah diserap atau dengan meredam efek zat penghambat penyerapan besi dalam makanan. NIH Office of Dietary Supplements menjelaskan zat besi nonheme terdapat pada pangan nabati dan pangan yang difortifikasi besi, misalnya bayam dan kacang-kacangan, sedangkan daging, makanan laut, dan unggas mengandung besi heme maupun nonheme. Lembaga yang sama menyebut besi dari sumber nabati lebih baik terserap bila dimakan bersama daging, makanan laut, unggas, atau pangan yang mengandung vitamin C, sehingga pasangan ini terutama relevan bagi pola makan yang jarang menyertakan daging.
Namun ada catatan yang jujur harus disampaikan. Institute of Medicine juga menyebut penelitian yang menambahkan vitamin C ke dalam makanan dalam jangka panjang tidak menunjukkan perbaikan berarti pada status besi tubuh, yang menandakan pengaruh asam askorbat terhadap ketersediaan hayati besi lebih kecil daripada perkiraan berdasarkan uji satu kali makan. Jadi memeras jeruk nipis ke tumis bayam itu masuk akal, tetapi bukan pengganti penanganan anemia. Bawa keluhan anemia ke tenaga kesehatan alih-alih menebak sendiri penyebabnya.
Sisi lain dari interaksi ini muncul pada dosis tinggi. Institute of Medicine mendaftar penyerapan besi berlebih yang berujung kelebihan zat besi sebagai salah satu efek merugikan yang pernah dikhawatirkan pada asupan vitamin C sangat besar. Tinjauan atas 24 studi tidak menemukan peningkatan jumlah penyerap besi tinggi pada orang sehat, tetapi lembaga itu menyatakan belum diketahui apakah penyandang hemokromatosis herediter dapat dirugikan oleh konsumsi dosis besar dalam jangka panjang. Untuk kelompok tersebut, keputusan suplementasi wajib lewat dokter.
Berapa batas aman vitamin C per hari?
Institute of Medicine menetapkan batas atas asupan yang dapat ditoleransi untuk vitamin C berdasarkan diare osmotik dan gangguan saluran cerna. Angkanya diturunkan dari LOAEL 3 gram per hari yang dibagi faktor ketidakpastian 1,5, sehingga menghasilkan 2 gram per hari untuk orang dewasa. Batas ini berlaku untuk asupan gabungan dari pangan dan suplemen.
| Kelompok umur | Batas atas (mg/hari) |
|---|---|
| 0-12 bulan | Tidak ditetapkan |
| 1-3 tahun | 400 |
| 4-8 tahun | 650 |
| 9-13 tahun | 1.200 |
| 14-18 tahun | 1.800 |
| 19 tahun ke atas | 2.000 |
Untuk bayi, batas atas tidak dapat ditetapkan karena datanya tidak memadai, dan Institute of Medicine menegaskan sumber asupan bayi sebaiknya hanya dari pangan dan formula. Ibu hamil serta menyusui usia 14 sampai 18 tahun memakai batas 1.800 mg per hari, sedangkan yang berusia 19 tahun ke atas memakai 2.000 mg per hari.
Apa yang terjadi bila batas itu dilewati? Keluhan yang paling umum adalah mual, kram perut, dan diare, yang menurut Institute of Medicine berasal dari efek osmotik vitamin C yang tidak terserap dan terus melaju di usus. NHS menyampaikan hal serupa dengan angka yang lebih konservatif: konsumsi lebih dari 1.000 mg per hari dapat menimbulkan sakit perut, diare, dan perut kembung, gejalanya menghilang setelah suplemen dihentikan, dan suplemen di bawah 1.000 mg per hari kecil kemungkinannya menimbulkan bahaya. Pembahasan khusus suplemen dengan dosis sebesar itu ada di artikel vitamin C 1000.
Satu suplemen 1.000 mg sudah melewati sepuluh kali angka kecukupan harian. Vitamin C dosis tinggi bukan berarti manfaat berlipat, karena penyerapannya menurun justru ketika dosisnya naik. Bicarakan dengan dokter atau apoteker sebelum memakai dosis tinggi rutin, terutama bila kamu punya riwayat batu ginjal, kelebihan zat besi, atau sedang menjalani pengobatan.
Apakah vitamin C dosis tinggi memicu batu ginjal?
Isu batu ginjal layak diletakkan pada porsinya. Institute of Medicine menyebut kontroversi ini belum selesai, dengan hasil penelitian tentang ekskresi oksalat yang saling bertentangan, dan menambahkan bahwa minimnya temuan itu mungkin dijelaskan oleh penyerapan vitamin C yang terbatas pada dosis di atas 200 mg per hari, sehingga hanya sedikit yang dimetabolisme menjadi oksalat urine. Linus Pauling Institute menutupnya dengan sikap praktis: apakah kenaikan oksalat urine benar-benar menaikkan risiko batu ginjal belum diketahui, tetapi orang yang berbakat membentuk batu ginjal boleh mempertimbangkan untuk menghindari suplemen dosis tinggi 1 gram per hari atau lebih.
Apakah vitamin C mencegah flu?
Soal daya tahan tubuh, ini bagian yang paling sering dibesarkan dan paling perlu diringkas jujur. Tinjauan Cochrane oleh Hemila dan Chalker mengumpulkan 29 perbandingan dengan 11.306 peserta untuk menghitung risiko terkena pilek. Pada uji di populasi umum yang melibatkan 10.708 peserta, risiko relatifnya 0,97 dengan interval kepercayaan 95 persen 0,94 sampai 1,00, artinya suplementasi rutin tidak menurunkan kejadian pilek. Yang konsisten pada suplementasi rutin justru pemendekan durasi, yaitu 8 persen pada orang dewasa dan 14 persen pada anak, sementara pada lima uji yang melibatkan pelari maraton, pemain ski, dan tentara dalam latihan subarktik risiko relatifnya 0,48. Efek pemendekan durasi itu tidak terulang pada uji yang memberi vitamin C baru setelah gejala pilek muncul. Pembahasan lengkap tentang peran vitamin untuk imunitas sudah dibahas terpisah di artikel vitamin untuk daya tahan tubuh.
Kesimpulan praktisnya: perlakukan vitamin C sebagai zat gizi harian, bukan sebagai penawar. Penuhi 75 sampai 90 mg per hari dari buah dan sayur yang beragam, jaga cara masaknya agar tidak larut sia-sia, pasangkan dengan sumber besi nabati, dan tahan diri dari dosis besar tanpa alasan medis. Artikel gizi lain di kategori nutrisi bisa membantu menyusun sisa piringnya. Tulisan ini bersifat edukatif dan bukan pengganti pemeriksaan, diagnosis, atau resep dari tenaga kesehatan. Bila kamu punya penyakit ginjal, gangguan simpanan zat besi, sedang hamil, atau sedang rutin minum obat, bicarakan rencana suplementasi dengan dokter lebih dulu dan jangan menghentikan obat yang sedang diresepkan.
Untuk memperluas konteks nutrisi, kamu bisa melanjutkan ke Vitamin B6, Vitamin D untuk Anak, Vitamin D3, Vitamin.



