Angka kolesterol normal untuk orang dewasa menurut rujukan umum MedlinePlus adalah kolesterol total di bawah 200 mg/dL, LDL di bawah 100 mg/dL, HDL setidaknya 40 mg/dL untuk laki-laki dan setidaknya 50 mg/dL untuk perempuan, serta trigliserida di bawah 150 mg/dL. MedlinePlus menyebut angka-angka itu sebagai kadar yang sehat bagi kebanyakan orang, jadi wajar dipakai sebagai patokan awal.
Tapi ada satu syarat yang membuat kalimat di atas tidak boleh berhenti di situ. Dari empat angka itu, satu di antaranya, yaitu LDL, punya target yang berbeda-beda tergantung seberapa besar risiko kardiovaskular seseorang. Panduan resmi perhimpunan dokter jantung Indonesia menetapkan empat target LDL yang berbeda, dan jaraknya lebar, dari di bawah 116 mg/dL sampai di bawah 55 mg/dL. Artinya angka yang aman bagi satu orang bisa terlalu tinggi bagi orang lain, dan yang menentukan bukan angkanya sendiri melainkan kondisi orang yang membawanya. Artikel ini memuat kedua sisi itu, lengkap dengan sumbernya.
Rentang yang Umumnya Disebut Normal untuk Orang Dewasa
MedlinePlus, layanan informasi kesehatan dari National Library of Medicine di bawah National Institutes of Health, mendaftar kadar yang diinginkan bagi kebanyakan orang dewasa berumur 20 tahun ke atas. Sumbernya sendiri mengawali daftar itu dengan peringatan yang layak dikutip: bicarakan dengan tenaga kesehatanmu berapa angka kolesterol yang seharusnya untukmu, karena angka yang terbaik bagimu bisa bergantung pada umur, ras, tekanan darah, berat badan, riwayat keluarga, dan hal lain.
| Yang diukur | Kadar yang diinginkan untuk dewasa 20 tahun ke atas |
|---|---|
| Kolesterol total | Kurang dari 200 mg/dL |
| Non-HDL | Kurang dari 130 mg/dL |
| LDL | Kurang dari 100 mg/dL |
| HDL laki-laki | 60 mg/dL atau lebih paling baik, di bawah 40 mg/dL dianggap rendah |
| HDL perempuan | 60 mg/dL atau lebih paling baik, di bawah 50 mg/dL dianggap rendah |
| Trigliserida | Di bawah 150 mg/dL normal, 150 sampai 199 mg/dL borderline tinggi, 200 mg/dL atau lebih masuk kategori tinggi |
Untuk kolesterol total, Kementerian Kesehatan lewat laman Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan memakai pembagian tiga tingkat. Kadar yang diinginkan dan diharapkan masih aman berada di bawah 200 mg/dL. Kadar yang sudah mulai meningkat dan harus diwaspadai untuk mulai dikendalikan berada di rentang 200 sampai 239 mg/dL. Kadar yang tinggi dan berbahaya bagi pasien berada di atas 240 mg/dL. Laman yang sama juga menjelaskan kenapa LDL mendapat perhatian paling besar: dari total kolesterol serum, LDL berkontribusi 60 sampai 70 persen, dan ia merupakan lipoprotein aterogenik utama dalam penatalaksanaan dislipidemia.
National Heart, Lung, and Blood Institute menambahkan satu patokan yang jarang dibaca orang awam, yaitu non-HDL. Lembaga itu menyebut sasaran profil lipid yang sehat adalah kadar non-HDL di bawah 130 mg/dL dengan HDL setidaknya 40 mg/dL untuk laki-laki dan 50 mg/dL untuk perempuan. Non-HDL adalah kolesterol total dikurangi HDL, jadi ia mencakup semua kolesterol selain HDL, termasuk LDL, dan angkanya bisa kamu hitung sendiri dari lembar hasil tanpa alat tambahan.
Cara membaca satu baris yang sering terlewat: kalau di lembar hasilmu ada baris non-HDL, atau kalau kamu menghitungnya sendiri dengan mengurangi HDL dari kolesterol total, angka itu memberi gambaran lebih utuh daripada LDL sendirian. PERKI 2022 menempatkan non-HDL bersama apolipoprotein B sebagai target sekunder terapi penurun lipid, sementara target primernya tetap LDL.
Kenapa Tidak Ada Satu Angka LDL yang Berlaku untuk Semua Orang
Di sinilah judul artikel semacam ini paling sering menipu pembacanya. Menjanjikan angka normal lalu menyebut satu angka LDL untuk semua orang adalah penyederhanaan yang tidak sejalan dengan panduan dislipidemia PERKI 2022.
Panduan Tata Laksana Dislipidemia yang diterbitkan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia edisi 2022 menyusun logikanya begini. Risiko kardiovaskular adalah suatu kontinum, dan pengelompokannya ke dalam tingkat rendah, menengah, tinggi, dan sangat tinggi dilakukan secara arbitrer berdasarkan bukti penelitian klinis atau perhitungan risiko kardiovaskular total. Hasil pengelompokan itulah yang kemudian dipakai untuk menentukan target pencapaian terapi penurun lipid. Jadi urutannya bukan mengukur LDL lalu menilai, melainkan menilai risiko lebih dulu, baru menentukan berapa LDL yang perlu dicapai.
Empat tingkat risiko itu ditetapkan lewat kriteria klinis. Risiko sangat tinggi mencakup antara lain pasien dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik yang terbukti secara klinis maupun pencitraan, diabetes melitus dengan kerusakan organ target atau minimal tiga faktor risiko mayor, gagal ginjal kronik derajat berat, risiko kardiovaskular total di atas 20 persen, serta hiperkolesterolemia familial dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik atau faktor risiko mayor lainnya. Risiko tinggi mencakup antara lain faktor risiko mayor tunggal yang berat seperti kolesterol total di atas 310 mg/dL atau LDL di atas 190 mg/dL, diabetes tanpa kerusakan organ target dengan durasi 10 tahun atau lebih atau disertai faktor risiko lain, gagal ginjal kronik derajat sedang, dan risiko kardiovaskular total 10 sampai kurang dari 20 persen. Risiko menengah antara lain mencakup pasien usia muda dengan diabetes melitus berdurasi pendek tanpa faktor risiko lain, sedangkan sisanya untuk kedua tingkat terbawah ditentukan lewat perhitungan risiko kardiovaskular total, yaitu 5 sampai kurang dari 10 persen untuk risiko menengah dan kurang dari 5 persen untuk risiko rendah.
Target LDL Menurut Tingkat Risiko dalam Panduan PERKI 2022
Tabel 3 dalam panduan PERKI 2022 memuat target pencapaian terapi penurun lipid. Isinya dikutip di bawah ini apa adanya.
| Tingkat risiko kardiovaskular | Target LDL menurut PERKI 2022 |
|---|---|
| Risiko sangat tinggi | Penurunan 50 persen dari sebelum terapi dan mencapai kurang dari 55 mg/dL |
| Risiko tinggi | Penurunan 50 persen dari sebelum terapi dan mencapai kurang dari 70 mg/dL |
| Risiko menengah | Kurang dari 100 mg/dL |
| Risiko rendah | Kurang dari 116 mg/dL |
| Penyakit kardiovaskular aterosklerotik yang mengalami kejadian vaskular kedua dalam 2 tahun meski sudah memakai statin dosis maksimal yang dapat ditoleransi | Kurang dari 40 mg/dL |
Perhatikan dua hal. Pertama, jaraknya lebar. Selisih antara target risiko rendah dan target risiko sangat tinggi lebih dari 60 mg/dL, dan itu selisih yang cukup besar untuk mengubah kesimpulan tentang satu hasil lab yang sama. Kedua, untuk dua tingkat risiko teratas, targetnya bukan cuma angka akhir melainkan juga besar penurunan, yaitu 50 persen dari kadar sebelum terapi. Artinya dua orang dengan LDL akhir yang sama bisa dinilai berbeda tergantung dari mana mereka berangkat.
Di sini juga letak batas artikel ini. Cara mencapai target itu adalah urusan resep dan pemantauan dokter, bukan urusan yang bisa diselesaikan lewat artikel. Nama obat, dosis, dan pilihan terapi sengaja tidak dibahas di sini. Yang perlu kamu bawa pulang cuma satu: kalau seseorang berkata angka LDL-mu aman atau tidak aman tanpa tahu tingkat risikomu, penilaian itu belum lengkap.
Batas tulisan ini: Artikel ini ditinjau Tim Redaksi Bugar Selalu dengan mencocokkan setiap angka ke sumbernya, bukan oleh tenaga kesehatan, jadi isinya hanya merangkum rentang rujukan dan isi panduan resmi. Di sini tidak ada anjuran obat, dosis, atau terapi apa pun, dan tidak ada satu pun kalimat yang boleh dipakai menggantikan penilaian dokter yang memeriksamu langsung. Penentuan tingkat risiko kardiovaskular memerlukan data yang tidak ada di lembar hasil lab, termasuk tekanan darah, kebiasaan merokok, riwayat penyakit, dan riwayat keluarga.
HDL dan Trigliserida: Dua Bagian yang Paling Sering Disalahpahami
Kalimat HDL itu kolesterol baik jadi semakin tinggi semakin bagus sudah beredar terlalu lama. Panduan PERKI 2022 menyatakannya jauh lebih hati-hati.
Panduan itu menyebut bukti yang ada saat ini meragukan hubungan sebab akibat antara HDL dan penyakit kardiovaskular aterosklerotik. Hubungan terbaliknya memang konsisten muncul di studi observasional, tapi hasil studi acak Mendelian menunjukkan HDL tidak berhubungan sebab akibat dengan penyakit itu. Lebih jauh lagi, hubungan antara HDL dan penyakit kardiovaskular aterosklerotik diperkirakan tidak linear melainkan mengikuti kurva U, dengan titik risiko terendah atau nadir berada pada kadar sekitar 90 mg/dL pada laki-laki dan 75 mg/dL pada perempuan. Panduan itu juga menyebut HDL tinggi, yaitu di atas 70 mg/dL bagi laki-laki dan di atas 90 mg/dL bagi perempuan, berhubungan dengan peningkatan kematian bukan karena penyakit kardiovaskular. Kesimpulan resminya: HDL tidak menjadi target terapi lipid, tetapi digunakan dalam estimasi risiko.
Untuk trigliserida, panduan yang sama menyebut risiko penyakit kardiovaskular meningkat jika konsentrasi trigliserida puasa lebih dari 150 mg/dL, sejalan dengan batas 150 mg/dL yang dipakai MedlinePlus. Panduan itu juga menegaskan trigliserida bukan target terapi lipid, dan menyebut pemeriksaan apolipoprotein B dipakai untuk menentukan apakah kadar trigliserida yang tinggi bersifat aterogenik.
Soal puasa sebelum tes, jawabannya lebih longgar daripada yang banyak orang kira. PERKI 2022 menjelaskan hasil pemeriksaan sebagian besar profil lipid saat puasa tidak jauh berbeda dibandingkan tidak puasa dan tidak mempunyai kemaknaan klinis, dan berbagai panduan merekomendasikan pemeriksaan tanpa puasa terutama karena kenyamanan pasien dan meningkatkan ketaatan pemeriksaan. Catatannya, pada kondisi tanpa puasa, penafsiran nilai LDL harus dilakukan secara hati-hati pada orang dengan sindrom metabolik, diabetes melitus, dan trigliserida tinggi. Panduan itu juga menyebut bila memakai formula Friedewald sebaiknya pemeriksaan dilakukan saat puasa, dan puasa tidak perlu melebihi 12 jam. Jadi yang menentukan tetap instruksi laboratorium atau dokter yang meminta pemeriksaan.
Kolesterol Normal per Usia: Anak, Remaja, dan Dewasa
Angka di bagian awal artikel ini berlaku untuk orang dewasa berumur 20 tahun ke atas. Untuk anak dan remaja, MedlinePlus memakai patokan yang lebih rendah. Bagi siapa pun yang berumur 19 tahun atau lebih muda, kadar yang diinginkan adalah kolesterol total kurang dari 170 mg/dL, non-HDL kurang dari 120 mg/dL, LDL kurang dari 110 mg/dL, dan HDL lebih dari 45 mg/dL.
| Kelompok usia | Kolesterol total | Non-HDL | LDL | HDL |
|---|---|---|---|---|
| 19 tahun atau lebih muda | Kurang dari 170 mg/dL | Kurang dari 120 mg/dL | Kurang dari 110 mg/dL | Lebih dari 45 mg/dL |
| Laki-laki 20 tahun ke atas | Kurang dari 200 mg/dL | Kurang dari 130 mg/dL | Kurang dari 100 mg/dL | 60 mg/dL atau lebih paling baik, di bawah 40 mg/dL rendah |
| Perempuan 20 tahun ke atas | Kurang dari 200 mg/dL | Kurang dari 130 mg/dL | Kurang dari 100 mg/dL | 60 mg/dL atau lebih paling baik, di bawah 50 mg/dL rendah |
Untuk orang dewasa, MedlinePlus tidak membagi lagi angka yang diinginkan menurut kelompok umur. Yang berubah seiring usia adalah dua hal lain: seberapa sering perlu diperiksa, dan tingkat risiko kardiovaskular yang menentukan target LDL. Menurut MedlinePlus, tes pertama dilakukan pada usia 9 sampai 11 tahun dan diulang setiap 5 tahun, dan sebagian anak bisa mulai diperiksa sejak usia 2 tahun bila ada riwayat keluarga kolesterol tinggi, serangan jantung, atau stroke. Dewasa muda diperiksa setiap 5 tahun, laki-laki 45 sampai 65 tahun dan perempuan 55 sampai 65 tahun setiap 1 sampai 2 tahun, dan orang di atas 65 tahun setiap tahun. Jadwal versi PERKI 2022 untuk skrining di Indonesia dibahas di bagian FAQ di bawah.
Kalau kamu menemukan tabel yang memuat angka kolesterol normal berbeda untuk usia 30, 40, 50, dan seterusnya, perlakukan dengan hati-hati. Sumber resmi yang kami rujuk tidak memakai pembagian seperti itu untuk orang dewasa. MedlinePlus memang menyebut kadar kolesterol cenderung naik seiring bertambahnya usia, dan data SKI 2023 di bagian berikut menunjukkannya, tetapi itu tidak berarti angka yang lebih tinggi menjadi normal. Target LDL tetap ditentukan oleh tingkat risiko kardiovaskular, bukan oleh umur semata.
Seberapa Umum Angka Tidak Normal di Indonesia
Survei Kesehatan Indonesia 2023 yang dilakukan Kementerian Kesehatan memeriksa kadar kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida lewat pemeriksaan kimia klinik, dengan titik potong yang merujuk pada National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel III. Kelompok umur terkecil dalam tabel hasilnya dimulai dari 15 sampai 24 tahun.
| Yang diukur | Hasil nasional SKI 2023 |
|---|---|
| Kolesterol total | 60,5 persen diinginkan, 27,8 persen sedikit tinggi, 11,7 persen tinggi |
| LDL | 36,5 persen masuk kategori optimal |
| Trigliserida | 58,4 persen normal, 17,8 persen sedikit tinggi, 22,8 persen tinggi, 1,1 persen sangat tinggi |
Dua baris terakhir yang paling perlu diperhatikan. Untuk LDL, yang merupakan target primer terapi menurut PERKI, hanya sekitar sepertiga penduduk yang berada di kategori optimal. Untuk trigliserida, hampir 42 persen berada di kategori sedikit tinggi atau lebih. Angka kolesterol total memberi gambaran paling optimis di antara ketiganya, dan itu justru alasan kenapa memeriksa profil lipid lengkap lebih berguna daripada hanya melihat satu angka total.
Data yang sama menunjukkan pola umur yang tajam untuk kolesterol total. Pada kelompok 15 sampai 24 tahun, hanya 2,8 persen yang berada di kategori tinggi. Pada kelompok 45 sampai 54 tahun angkanya 17,5 persen, dan pada kelompok 55 sampai 64 tahun mencapai 21,2 persen. Kenaikan itu sejalan dengan anjuran PERKI 2022 tentang kapan skrining dimulai, yaitu laki-laki di atas 40 tahun dan perempuan di atas 50 tahun atau setelah menopause, terutama jika disertai faktor risiko.
Konteks globalnya diberikan World Health Organization. Penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian terbesar di dunia, dengan perkiraan 19,8 juta kematian pada 2022 atau sekitar 32 persen dari seluruh kematian global, dan 85 persen di antaranya karena serangan jantung dan stroke. WHO menempatkan kadar lemak darah yang meningkat sebagai salah satu faktor risiko antara yang bisa diukur di fasilitas layanan primer, bersama tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, serta berat badan berlebih dan obesitas.
Apa yang Bisa Kamu Lakukan Sambil Menunggu Jadwal Periksa
Bagian ini sengaja diletakkan terakhir, karena ia menopang penanganan dan tidak menggantikannya.
PERKI 2022 memuat satu bab khusus tentang intervensi gaya hidup untuk memperbaiki profil lipid, yang terdiri atas anjuran berolahraga fisik, intervensi pola makan dan nutrisi, menjaga berat badan ideal, dan berhenti merokok. Untuk aktivitas fisik, panduan itu menganjurkan olahraga aerobik intensitas sedang 150 sampai 300 menit per minggu atau 75 sampai 150 menit per minggu olahraga aerobik intensitas tinggi, dan menambahkan bahwa mereka yang tidak sanggup melakukan olahraga intensitas moderat 150 menit per minggu dianjurkan untuk tetap seaktif mungkin sesuai kondisi kesehatan mereka. Contoh yang disebut untuk intensitas moderat dan tinggi berturut-turut adalah jalan cepat dan berlari.
Untuk berat badan, panduan itu memakai indeks massa tubuh dan lingkar pinggang sebagai ukuran keberhasilan, dengan target penurunan 10 persen dari berat badan awal dan mencapai berat badan normal sesuai ukuran populasi Asia, yaitu indeks massa tubuh 18,5 sampai 22,9 kg per meter persegi dan lingkar pinggang 90 cm untuk laki-laki serta 80 cm untuk perempuan. Panduan itu juga memperingatkan agar tidak menurunkan berat badan sampai indeks massa tubuh di bawah 18,5 kg per meter persegi. Kalau kamu belum tahu angkamu, ada kalkulator BMI yang bisa dipakai gratis.
Untuk sisi piring makan, susunan bahan yang punya dasar bukti untuk menurunkan lemak darah ada di makanan penurun kolesterol. Pola makan yang paling banyak diteliti untuk kesehatan jantung dibahas di mediterranean diet, dan pola makan yang dirancang untuk tekanan darah tapi ikut menyentuh lemak darah ada di DASH diet. Untuk sisi latihan, bentuk yang paling langsung berkaitan dibahas di olahraga kardio, dan artikel gizi lainnya terkumpul di kategori nutrisi.
Terakhir, satu pengingat yang paling penting dari seluruh artikel ini. Satu lembar hasil laboratorium bukan diagnosis, dan angka yang berada di luar rentang rujukan bukan alasan untuk mengobati diri sendiri. PERKI 2022 bahkan menganjurkan dua kali pemeriksaan profil lipid dengan jeda 1 sampai 12 minggu sebelum memulai terapi penurun lipid, kecuali pada kondisi yang membutuhkan terapi segera, seperti sindrom koroner akut dan pasien dengan risiko sangat tinggi. Bawa hasil labmu ke dokter, sampaikan riwayat kesehatan dan riwayat keluargamu, dan biarkan tingkat risikomu ditentukan oleh orang yang memeriksamu langsung.
Untuk memperluas konteks pencegahan, kamu bisa melanjutkan ke Asam Urat Normal Wanita, Asam Urat Normal Pria, Cara Menurunkan Kolesterol, Ciri Kolesterol Tinggi.



