Kolesterol adalah zat seperti lilin yang menyerupai lemak dan terdapat di semua sel tubuh. Definisi ini datang dari MedlinePlus, layanan informasi kesehatan dari National Library of Medicine Amerika Serikat, yang juga menegaskan dua hal yang sering terlupa: tubuh membutuhkan kolesterol untuk membuat hormon, vitamin D, dan zat yang membantu mencerna makanan, dan tubuh sudah membuat seluruh kolesterol yang dibutuhkannya sendiri. Kolesterol baru menjadi masalah ketika jumlahnya di darah terlalu banyak, karena kelebihan itu bisa menumpuk di dinding pembuluh darah.
Artikel ini adalah pintu masuk klaster kolesterol di Bugar Selalu. Isinya fondasi yang perlu dipahami sebelum membaca angka hasil lab atau memilih langkah penanganan: jenis-jenis kolesterol dan lemak darah, penyebab kadarnya naik, bagaimana kelebihan kolesterol berujung pada serangan jantung dan stroke, seberapa umum masalah ini di Indonesia, dan peta langkah selanjutnya.
Apa Itu Kolesterol dan Kenapa Tubuh Membutuhkannya
Kata kolesterol sering terdengar seperti nama penyakit, padahal ia zat yang wajib ada. National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) menyebutnya zat seperti lilin yang menyerupai lemak, yang dibutuhkan tubuh untuk kesehatan yang baik, asalkan dalam jumlah yang tepat. CDC menjelaskan kolesterol darah dibuat oleh hati dan dibutuhkan untuk pekerjaan penting seperti membuat hormon dan mencerna makanan berlemak.
Sumbernya ada dua. Yang pertama adalah tubuh sendiri, terutama hati. Yang kedua adalah makanan dari hewan. MedlinePlus menyebut contohnya kuning telur, daging, dan keju, sementara CDC menambahkan makanan laut, unggas, dan produk susu. Karena tubuh sudah memproduksi seluruh kolesterol yang dibutuhkannya, CDC menyebut para ahli menyarankan makan kolesterol dari makanan sesedikit mungkin.
Kolesterol tidak bisa bergerak di darah begitu saja. Ia perlu kendaraan. MedlinePlus menjelaskan lemak perlu menempel pada protein supaya bisa bergerak melalui darah, dan NHLBI menjelaskan kendaraan itu bernama lipoprotein, yaitu partikel kecil berbentuk bulat yang terbuat dari lemak dan protein. Jenis lipoprotein inilah yang menentukan apakah kolesterol yang diangkut cenderung menumpuk di pembuluh darah atau justru dibawa pulang untuk dibuang. Dari sini lahir istilah kolesterol jahat dan kolesterol baik.
Ada satu kesalahpahaman yang perlu diluruskan sejak awal, yaitu anggapan bahwa kolesterol di darah terutama berasal dari kolesterol di piring. MedlinePlus menjelaskan bahwa lemak jenuh dan kolesterol dalam makanan sama-sama membuat kadar kolesterol darah naik, tetapi lemak jenuh adalah masalah utamanya, sementara kolesterol dari makanan juga ikut berperan. Lemak jenuh banyak terdapat di daging merah, produk susu penuh lemak, cokelat, sebagian kue, serta makanan yang digoreng dan diproses. Panduan Tata Laksana Dislipidemia PERKI 2022 sejalan dengan ini: dalam tabel pengaruh perubahan gaya hidup, mengurangi lemak jenuh dan lemak trans diberi bobot manfaat yang lebih besar untuk menurunkan LDL dibanding mengurangi asupan kolesterol.
Implikasinya praktis. Orang yang menghapus telur dari menunya tapi tetap makan gorengan, daging merah berlemak, dan produk susu penuh lemak setiap hari sedang memotong bagian yang kecil sambil membiarkan bagian yang besar. CDC menyebut pola makan dengan kolesterol makanan yang lebih sedikit memang berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah, jadi membatasinya tetap masuk akal, asalkan tidak menggeser perhatian dari lemak jenuh dan lemak trans yang pengaruhnya lebih besar.
Jenis Kolesterol dan Lemak Darah yang Perlu Kamu Kenal
Lembar hasil profil lipid biasanya memuat empat sampai enam angka. Masing-masing menceritakan hal yang berbeda.
| Komponen | Apa itu menurut sumber resmi | Kadar yang diinginkan untuk dewasa (MedlinePlus) |
|---|---|---|
| Kolesterol total | Jumlah total kolesterol di darah | Kurang dari 200 mg/dL |
| LDL | Lipoprotein densitas rendah, sumber utama penumpukan dan sumbatan kolesterol di arteri | Kurang dari 100 mg/dL |
| HDL | Lipoprotein densitas tinggi, membawa kolesterol kembali ke hati untuk dibuang | 60 mg/dL atau lebih paling baik; di bawah 40 (laki-laki) atau 50 (perempuan) dianggap rendah |
| Non-HDL | Kolesterol total dikurangi HDL, mencakup LDL dan VLDL | Kurang dari 130 mg/dL |
| Trigliserida | Jenis lemak lain di darah yang dipakai tubuh sebagai energi, bukan kolesterol | Di bawah 150 mg/dL |
LDL. MedlinePlus menyebut LDL sering disebut kolesterol jahat karena kadar LDL yang tinggi menyebabkan penumpukan plak di arteri. Laman Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan menambahkan bahwa LDL menyumbang 60 sampai 70 persen dari total kolesterol serum dan merupakan lipoprotein aterogenik utama dalam penatalaksanaan dislipidemia. Sejalan dengan itu, Panduan Tata Laksana Dislipidemia PERKI 2022 menetapkan LDL sebagai target primer terapi penurun lipid.
HDL. Disebut kolesterol baik karena, menurut MedlinePlus, ia membawa kolesterol dari bagian tubuh lain kembali ke hati, lalu hati membuangnya. Laman Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes yang sama menyebut HDL berkontribusi sekitar 20 sampai 30 persen dari total kolesterol serum, jauh lebih kecil daripada porsi LDL. Tapi gelar baik ini punya batas. Panduan Tata Laksana Dislipidemia dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) edisi 2022 menyatakan HDL tidak menjadi target terapi lipid dan hanya dipakai dalam estimasi risiko.
VLDL dan trigliserida. MedlinePlus menjelaskan VLDL juga sering disebut kolesterol jahat karena ikut berkontribusi pada penumpukan plak, tetapi VLDL terutama membawa trigliserida, sedangkan LDL terutama membawa kolesterol. CDC menyebut kombinasi trigliserida tinggi dengan HDL rendah atau LDL tinggi dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Non-HDL. Angka ini bisa kamu hitung sendiri dari lembar hasil, yaitu kolesterol total dikurangi HDL. NHLBI menyebut sasaran profil lipid yang sehat adalah non-HDL di bawah 130 mg/dL dengan HDL minimal 40 mg/dL untuk laki-laki dan 50 mg/dL untuk perempuan.
Tabel di atas hanya rangkuman. Target LDL sebenarnya bergantung pada tingkat risiko kardiovaskular, dan PERKI 2022 menetapkannya mulai dari di bawah 116 mg/dL untuk risiko rendah sampai di bawah 55 mg/dL untuk risiko sangat tinggi. Pembahasan lengkapnya, termasuk nilai untuk anak dan remaja, ada di kolesterol normal, sedangkan versi tabel ringkas yang mudah dicek ada di nilai rujukan kolesterol dan asam urat.
Penyebab Kolesterol Tinggi
Kolesterol tinggi, yang juga disebut hiperlipidemia oleh CDC, punya beberapa jalur penyebab yang sering bertumpuk pada satu orang.
Gaya hidup. MedlinePlus dan NHLBI sama-sama menyebut gaya hidup tidak sehat sebagai penyebab paling umum. Rinciannya: banyak makan lemak jenuh yang terdapat di daging merah, produk susu penuh lemak, cokelat, sebagian kue, serta makanan yang digoreng dan diproses; kurang aktivitas fisik dengan banyak duduk, yang menurunkan HDL; merokok, yang menurunkan HDL terutama pada perempuan dan menaikkan LDL; stres, yang dapat menaikkan hormon seperti kortikosteroid sehingga tubuh membuat lebih banyak kolesterol; dan minum alkohol berlebihan, yang bisa menaikkan kolesterol total. NHLBI juga mengaitkan tidur yang kurang atau berkualitas buruk dengan kesehatan kardiovaskular yang lebih rendah.
Keturunan. NHLBI mencatat anggota keluarga biasanya punya kadar kolesterol yang mirip. Bentuk yang paling berat adalah hiperkolesterolemia familial, kondisi bawaan yang menurut MedlinePlus menyebabkan kadar kolesterol darah sangat tinggi, sehingga penderitanya berisiko tinggi terkena penyakit arteri koroner di usia muda.
Kondisi medis dan obat. NHLBI meminta orang membicarakan risiko kolesterol tinggi dengan tenaga kesehatan bila punya penyakit ginjal kronik, diabetes, HIV, hipotiroidisme, lupus, kelebihan berat badan atau obesitas, sindrom ovarium polikistik, atau sleep apnea. Beberapa obat, seperti steroid, sebagian obat jantung dan tekanan darah, obat penekan imun, dan obat jerawat golongan retinoid, juga bisa menaikkan LDL atau menurunkan HDL.
Usia, jenis kelamin, dan berat badan. Menurut MedlinePlus, kadar kolesterol cenderung naik seiring bertambahnya usia, walau anak dan remaja juga bisa mengalaminya. Pada usia 20 sampai 39 tahun laki-laki berisiko lebih besar punya kolesterol total tinggi, sedangkan risiko perempuan naik setelah menopause. Kelebihan berat badan dan obesitas juga menaikkan kadar kolesterol.
Bagaimana Kolesterol Berlebih Merusak Pembuluh Darah
Bahaya kolesterol tinggi tidak terletak pada rasa sakit, karena umumnya tidak ada rasa apa pun. MedlinePlus menyebut biasanya tidak ada tanda atau gejala bahwa seseorang punya kolesterol tinggi, dan alasan lengkapnya kami bahas di ciri kolesterol tinggi. Bahayanya terletak pada proses yang berjalan diam-diam.
MedlinePlus menjelaskan prosesnya begini. Kolesterol yang terlalu banyak di darah bisa bergabung dengan zat lain membentuk plak, lalu plak menempel di dinding arteri. Penumpukan ini disebut aterosklerosis. Lama-kelamaan arteri menyempit, dan bila menyempit di arteri koroner yang memberi makan otot jantung, kondisinya disebut penyakit arteri koroner. Plak yang besar juga bisa pecah, lalu bekuan darah terbentuk di permukaannya. Bila bekuan itu cukup besar, aliran darah ke jantung bisa tersumbat sebagian atau seluruhnya, yang menimbulkan nyeri dada (angina) atau serangan jantung.
Plak tidak hanya terbentuk di jantung. NHLBI mencantumkan penyakit arteri karotis di leher, penyakit jantung koroner, serangan jantung, penyakit arteri perifer di tungkai, dan stroke sebagai masalah yang bisa muncul dari kolesterol tinggi yang tidak terkendali dalam jangka panjang.
Skala masalahnya besar. World Health Organization (WHO) menyebut penyakit kardiovaskular sebagai penyebab kematian terbesar di dunia, dengan perkiraan 19,8 juta kematian pada 2022 atau sekitar 32 persen dari seluruh kematian global, dan 85 persen di antaranya akibat serangan jantung dan stroke. WHO juga menyebut sebagian besar penyakit kardiovaskular dapat dicegah dengan menangani faktor risiko perilaku dan lingkungan seperti rokok, pola makan tidak sehat, obesitas, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol yang berbahaya, dan polusi udara.
Kenapa penilaian risiko lebih penting daripada satu angka: NHLBI menjelaskan dokter dapat memakai kalkulator risiko yang mempertimbangkan kadar kolesterol, usia, jenis kelamin, ras, tekanan darah, kebiasaan merokok, serta apakah seseorang sedang minum obat tekanan darah atau kolesterol, untuk memperkirakan peluang serangan jantung atau stroke dalam 10 tahun ke depan atau sepanjang hidup. Karena banyak faktor ikut dihitung, dua orang dengan angka LDL yang sama bisa punya perkiraan risiko yang berbeda, dan menurut NHLBI tingkat risiko itulah yang membantu dokter memutuskan perlu tidaknya obat serta perubahan gaya hidup apa yang dibutuhkan.
Kolesterol di Indonesia Menurut Data Resmi
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan memeriksa kadar lipid darah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Hasil nasionalnya untuk kolesterol total adalah 60,5 persen di kategori diinginkan, 27,8 persen sedikit tinggi atau borderline, dan 11,7 persen tinggi. Untuk LDL, hanya 36,5 persen yang berada di kategori optimal, 35,1 persen mendekati optimal, 19,9 persen sedikit tinggi, 6,5 persen tinggi, dan 2,0 persen sangat tinggi. Untuk trigliserida, 58,4 persen normal, 17,8 persen sedikit tinggi, 22,8 persen tinggi, dan 1,1 persen sangat tinggi.
| Kelompok umur | Kolesterol total tinggi (SKI 2023) |
|---|---|
| 15 sampai 24 tahun | 2,8 persen |
| 55 sampai 64 tahun | 21,2 persen |
| Seluruh penduduk 15 tahun ke atas | 11,7 persen |
Dua pola layak dicatat. Pertama, gabungan kategori sedikit tinggi dan tinggi untuk kolesterol total hampir mencapai 40 persen, jadi ini bukan masalah segelintir orang. Kedua, proporsi kolesterol total tinggi naik tajam dengan usia sampai puncaknya 21,2 persen pada kelompok 55 sampai 64 tahun, lalu sedikit turun pada kelompok yang lebih tua. Kenaikan ini sejalan dengan penjelasan NHLBI bahwa seiring bertambah umur hati tidak lagi membersihkan LDL sebaik dulu.
Laman Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes membagi kolesterol total ke dalam tiga tingkat yang dipakai luas: di bawah 200 mg/dL sebagai kadar yang diinginkan dan masih aman, 200 sampai 239 mg/dL sebagai kadar yang mulai meningkat dan harus diwaspadai, dan di atas 240 mg/dL sebagai kadar tinggi. Laman yang sama mencatat bahwa di Indonesia data epidemiologis mengenai lipid masih langka, terutama data jangka panjang yang mengaitkannya dengan angka kesakitan atau kematian penyakit kardiovaskular.
Peta Langkah: Dari Tes sampai Penanganan
Karena kolesterol tinggi tidak bergejala, langkah pertama selalu tes darah. NHLBI menyebut diagnosis ditegakkan berdasarkan riwayat medis dan keluarga, pemeriksaan fisik, dan tes darah profil lipid. Soal jadwal, Panduan PERKI 2022 menganjurkan skrining bagi laki-laki di atas 40 tahun dan perempuan di atas 50 tahun atau setelah menopause, terutama bila ada faktor risiko, serta bagi orang dengan risiko yang meningkat seperti riwayat penyakit jantung koroner dini dalam keluarga, diabetes, atau penyakit ginjal kronik. MedlinePlus memakai jadwal yang lebih awal, dengan tes pertama pada usia 9 sampai 11 tahun dan pengulangan tiap 5 tahun pada dewasa muda.
Setelah angka keluar, penanganan berjalan di dua jalur yang saling melengkapi. MedlinePlus menyebut kolesterol bisa diturunkan lewat perubahan gaya hidup sehat jantung, yaitu pola makan sehat jantung, pengelolaan berat badan, dan aktivitas fisik teratur, dan bila itu tidak cukup, lewat obat yang tetap disertai perubahan gaya hidup. Berikut peta artikel dalam klaster ini sesuai urutan yang paling masuk akal.
- Kenali kondisinya. Kenapa kolesterol tinggi jarang terasa dan tanda fisik langka yang memang tercatat ada di ciri kolesterol tinggi.
- Baca angkanya. Rentang rujukan, target LDL menurut tingkat risiko, dan nilai untuk anak serta remaja ada di kolesterol normal.
- Susun rencana. Urutan langkah dari yang dampaknya paling besar ada di cara menurunkan kolesterol.
- Atur piring. Kelompok pangan yang buktinya kuat dan yang perlu dikurangi ada di makanan penurun kolesterol.
- Bergerak. Apa yang benar-benar berubah saat kamu rutin berolahraga ada di olahraga untuk menurunkan kolesterol.
- Pahami obatnya. Golongan, cara kerja, dan efek samping obat kolesterol ada di obat kolesterol.
Satu prinsip yang menyatukan semuanya: kolesterol tinggi biasanya bukan kondisi yang sekali diobati lalu selesai. MedlinePlus menegaskan obat membantu mengendalikan kolesterol tetapi tidak menyembuhkannya, dan NHLBI meminta pasien kontrol rutin untuk melihat apakah penanganannya bekerja. Jangan memulai, mengubah, atau menghentikan obat tanpa dokter.
Catatan redaksi: naskah ini disusun dan ditinjau Tim Redaksi Bugar Selalu dengan mencocokkan setiap klaim ke sumber resmi yang tercantum, dan belum ditinjau tenaga kesehatan. Isinya informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun nasihat dokter.
Untuk memperluas konteks kolesterol, kamu bisa melanjutkan ke Diabetes Melitus, Penyebab Diabetes, Cek Asam Urat.



