Pencegahan Penyakit

Perbedaan Asam Lambung dan Maag: GERD vs Dispepsia

Penjelasan untuk pembaca awam tentang perbedaan asam lambung naik (GERD) dan maag (dispepsia): kenapa istilahnya sering tertukar, perbandingan lokasi, gejala, penyebab, pemeriksaan, dan pengobatan dalam satu tabel, kenapa keduanya bisa terjadi bersamaan, serta kenapa keluhan mirip maag kadang ternyata serangan jantung. Disusun dari NIDDK, NHS, Kemenkes, dan konsensus Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia.

Tampah anyaman bambu berisi tumpukan cabai rawit merah dan hijau, diletakkan di atas lantai bata merah.
Foto: Gzzz / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

Perbedaan asam lambung dan maag terletak pada lokasi dan jenis keluhannya. Asam lambung naik, yang dalam istilah medis disebut penyakit refluks gastroesofageal (GERD), terasa sebagai panas seperti terbakar di tengah dada yang naik ke arah tenggorokan dan mulut terasa asam atau pahit, karena isi lambung naik ke kerongkongan. Maag, yang dalam istilah medis lebih dekat ke dispepsia, terasa sebagai perih, panas, atau begah di ulu hati, cepat kenyang, kembung, mual, dan sendawa. Laman Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan mengutip dokter spesialis gastroenterologi FKUI-RSCM, Prof. Ari Fahrial Syam, bahwa seseorang bisa mengalami keduanya sekaligus.

Membedakan keduanya bukan sekadar urusan istilah. Penyebab, pemeriksaan, dan pengobatan yang dipilih dokter bisa berbeda, dan sebagian keluhan yang terasa seperti maag ternyata berasal dari jantung.

Kenapa Istilahnya Sering Tertukar

Dalam percakapan sehari-hari di Indonesia, asam lambung dan maag sering dipakai untuk keluhan apa pun di dada bawah dan perut atas. Laman Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes menulis bahwa masyarakat awam sering menyamakan GERD dengan maag karena keduanya sama-sama melibatkan lambung.

Ada tiga alasan istilahnya mudah bercampur.

Pertama, kata maag bukan istilah diagnosis. Konsensus dokter di Indonesia, seperti Konsensus Dispepsia PGI 2014, memakai istilah dispepsia, sementara kata maag dalam percakapan sehari-hari dipakai untuk berbagai keluhan perut atas. Laman RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita yang dimuat situs Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes menyamakan sakit maag dengan dispepsia, yaitu kondisi akibat gangguan pada lambung dengan gejala rasa tidak nyaman di perut tengah atas atau sekitar ulu hati.

Kedua, kata heartburn tidak punya padanan dalam bahasa Indonesia. Revisi Konsensus Nasional Penatalaksanaan GERD dari Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI) tahun 2013 mencatat hal ini, dan menyarankan dokter memakai bahasa sehari-hari seperti rasa panas dari ulu hati yang naik ke arah dada. Karena titik awalnya disebut ulu hati, orang mudah mengira keluhannya maag.

Ketiga, gejalanya memang tumpang tindih. Konsensus PGI 2013 menyebut gejala GERD dapat tumpang tindih dengan sindrom dispepsia sehingga pembedaannya harus dilakukan dengan cermat. NHS, layanan kesehatan nasional Inggris, bahkan memasukkan heartburn ke dalam daftar gejala gangguan pencernaan, sementara National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menegaskan dispepsia dan heartburn adalah dua kondisi yang berbeda walau bisa muncul bersamaan.

Perbedaan Asam Lambung dan Maag dalam Satu Tabel

Aspek Asam lambung naik (GERD) Maag (dispepsia)
Definisi Isi lambung berulang kali naik ke kerongkongan dan menimbulkan gejala atau komplikasi yang mengganggu (PGI 2013, NIDDK) Kumpulan gejala tidak nyaman dari perut bagian atas, bukan nama penyakit (NIDDK, PGI 2014)
Lokasi keluhan Tengah dada di belakang tulang dada, naik ke tenggorokan (NIDDK) Ulu hati atau perut bagian atas (NIDDK, Kemenkes)
Gejala utama Rasa terbakar di dada, cairan asam atau makanan naik ke mulut, mulut terasa pahit (NIDDK, Kemenkes) Nyeri atau rasa terbakar di ulu hati, cepat kenyang, begah, kembung, mual, sendawa (NIDDK, PGI 2014)
Pola waktu Memburuk setelah makan, saat berbaring, dan saat membungkuk (NHS) Tidak selalu terkait makan (NIDDK)
Penyebab utama Katup di ujung bawah kerongkongan melemah atau mengendur, dipengaruhi berat badan, kehamilan, rokok, obat, hernia hiatus (NIDDK) Sebagian besar fungsional tanpa penyebab yang jelas, sebagian karena tukak, gastritis, infeksi Helicobacter pylori, atau obat (NIDDK)
Pemeriksaan khas Diagnosis dari gejala, endoskopi atau pemantauan pH bila perlu (NIDDK) Endoskopi bila ada tanda alarm, tes Helicobacter pylori (PGI 2014, NHS)
Pengobatan utama Perubahan gaya hidup, antasida, penghambat H2, PPI, kadang operasi (NIDDK) Sesuai penyebab: antibiotik untuk Helicobacter pylori, PPI, prokinetik, obat untuk nyeri fungsional (NIDDK)
Komplikasi bila dibiarkan Esofagitis, penyempitan kerongkongan, esofagus Barrett (NIDDK) Umumnya tidak menimbulkan masalah kesehatan, kecuali penyebabnya tukak atau penyakit lain (NIDDK)

Baris terakhir tabel layak ditekankan. NIDDK menyebut pada kebanyakan kasus dispepsia tidak menimbulkan masalah kesehatan, walau dapat mengganggu kualitas hidup. Laman RS Jantung Harapan Kita di situs Kemenkes menulis hal serupa, bahwa sakit maag umumnya tidak mengancam nyawa tetapi dapat memengaruhi kualitas hidup pengidapnya. Sebaliknya, NIDDK menyebut GERD yang tidak diobati kadang menimbulkan komplikasi serius dalam jangka panjang. Itulah salah satu alasan dokter perlu tahu keluhanmu lebih condong ke mana.

Gejala: Dada atau Ulu Hati

Ciri khas GERD. NIDDK menyebut dua gejala yang paling umum. Pertama heartburn, rasa nyeri seperti terbakar di tengah dada di belakang tulang dada, yang naik dari ujung bawah tulang dada ke arah tenggorokan. Kedua regurgitasi, isi lambung naik ke tenggorokan atau mulut sehingga terasa makanan atau asam. Laman Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes juga mencantumkan nyeri atau sulit menelan, sakit tenggorokan, dan suara serak.

Ciri khas dispepsia. NIDDK menyebut nyeri, rasa terbakar, atau tidak nyaman di perut bagian atas, kenyang terlalu cepat saat makan, rasa penuh yang tidak nyaman setelah makan sedikit, kembung, mual, dan sendawa. Konsensus Nasional Penatalaksanaan Dispepsia dan Infeksi Helicobacter pylori PGI 2014 memakai daftar yang sama ditambah muntah.

Laman Kemenkes yang mengutip Prof. Ari Fahrial Syam memberi garis yang mudah diingat: maag hanya terjadi di lambung dengan gejala nyeri ulu hati, begah, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, dan sendawa, sedangkan gejala utama GERD adalah rasa panas di dada dan mulut terasa pahit. Bila murni GERD, biasanya tidak ada gejala di lambung.

Yang bisa membingungkan. Konsensus PGI 2013 menyebut pasien GERD juga bisa mengalami kembung, mual, mudah kenyang, dan nyeri ulu hati, dengan atau tanpa gejala refluks yang khas, dan penampilan tidak khas seperti ini diakui sebagai salah satu ciri pasien GERD di Asia. Jadi keluhan ulu hati tidak otomatis menyingkirkan GERD.

Petunjuk dari waktu munculnya. NHS menyebut gejala refluks biasanya memburuk setelah makan, saat berbaring, dan saat membungkuk. Pada tukak lambung, salah satu penyebab keluhan ulu hati, polanya bisa terbalik. NIDDK menyebut nyeri tukak pada sebagian orang muncul saat perut kosong atau di malam hari dan mereda sebentar setelah makan, sementara pada orang lain makan justru memperburuk nyerinya. Pola seperti ini membantu dokter, tetapi tidak cukup untuk memastikan sendiri. Uraian gejala yang lebih rinci, termasuk kuesioner yang dipakai dokter, ada di ciri ciri asam lambung.

Penyebab yang Berbeda

GERD lebih banyak soal mekanik. NIDDK menjelaskan GERD bisa terjadi bila katup di ujung bawah kerongkongan melemah atau mengendur pada saat yang tidak seharusnya, dengan faktor seperti kelebihan berat badan, kehamilan, rokok, obat tertentu, dan hernia hiatus. Konsensus PGI 2013 menyebut peran bakteri Helicobacter pylori dalam terjadinya GERD relatif kecil, dan bakteri ini tidak menyebabkan atau mencegah penyakit refluks.

Diagram batang hasil endoskopi 550 pasien dispepsia di Indonesia: gastritis dan duodenitis 44,7 persen, normal 8,2 persen, tukak lambung 6,5 persen

Grafik: Bugar Selalu, disusun dari Konsensus Dispepsia PGI 2014. Persentase tidak berjumlah 100 karena kategori lain tidak ditampilkan.

Dispepsia lebih beragam. NIDDK menyebut sebagian besar dispepsia menahun didiagnosis sebagai dispepsia fungsional, yaitu gangguan interaksi usus dan otak, dan pada kebanyakan kasus penyebabnya tidak diketahui. Faktor yang diteliti antara lain makanan dan minuman tertentu, peradangan dan kepekaan berlebih usus dua belas jari terhadap asam, gangguan lambung untuk mengembang saat menerima makanan, kecemasan dan depresi, serta faktor keturunan. Penyebab lain yang jelas meliputi tukak lambung, infeksi Helicobacter pylori atau kuman lain, dan obat seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), antibiotik tertentu, suplemen zat besi, dan kortikosteroid.

Data Indonesia memperlihatkan keragamannya. Konsensus Dispepsia PGI 2014 mencatat dari endoskopi pada 550 pasien dispepsia di beberapa pusat layanan di Indonesia pada 2003 sampai 2004, 44,7 persen menunjukkan kelainan minimal berupa gastritis dan duodenitis, 6,5 persen tukak lambung, dan 8,2 persen normal. Penelitian di sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia, menemukan 43 sampai 79,5 persen pasien dispepsia mengalami dispepsia fungsional. Konsensus yang sama mencatat bahwa di Indonesia, infeksi Helicobacter pylori ditemukan pada 90 sampai 100 persen pasien tukak peptik yang tidak memakai obat OAINS, dan pada 20 sampai 40 persen pasien dispepsia fungsional, tergantung metode pemeriksaannya. Angka ini menunjukkan kenapa tes bakteri menjadi bagian penting pemeriksaan maag yang menahun.

Bagaimana dengan gastritis? Gastritis adalah peradangan lapisan lambung yang dipastikan lewat pemeriksaan. NIDDK menyebut sebagian besar penderita gastritis tidak bergejala, dan bila bergejala, gejalanya berupa dispepsia. Jadi gastritis bisa menjadi salah satu penyebab maag, tetapi tidak semua maag adalah gastritis. Daftar lengkap faktor pemicu keduanya ada di penyebab asam lambung.

Pemeriksaan dan Pengobatan yang Dipilih Dokter

Pada GERD. NIDDK menyebut sebagian besar kasus didiagnosis dari gejala dan riwayat kesehatan, dan dokter dapat langsung menyarankan obat serta perubahan gaya hidup. Penanganannya berlapis: perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan dan meninggikan kepala saat tidur, obat seperti antasida, penghambat H2, dan penghambat pompa proton (PPI), serta tindakan seperti operasi fundoplikasi bila diperlukan.

Tiga kartu angka: 90 sampai 100 persen pasien tukak peptik tanpa OAINS terinfeksi Helicobacter pylori, 20 sampai 40 persen pasien dispepsia fungsional terinfeksi, dan tes PPI berlangsung 1 sampai 2 minggu

Grafik: Bugar Selalu, disusun dari konsensus PGI 2014 dan 2013. Tes PPI dijalankan dokter, bukan untuk dicoba sendiri.

Pada dispepsia. Konsensus PGI 2014 menyebut pasien dengan tanda alarm, seperti berat badan turun tanpa disengaja, sulit menelan yang makin berat, muntah berulang, perdarahan saluran cerna, anemia, demam, benjolan di perut atas, riwayat keluarga kanker lambung, atau dispepsia baru di atas usia 45 tahun, harus menjalani endoskopi lebih dulu. NHS menyebut tes bakteri Helicobacter pylori bisa berupa tes napas, tes tinja, atau tes darah. NIDDK menyebut pengobatan disesuaikan penyebabnya: antibiotik untuk infeksi Helicobacter pylori, PPI atau penghambat H2, prokinetik yang membantu lambung mengosongkan isinya, antidepresan atau obat antikecemasan yang dapat meredakan nyeri, terapi kesehatan mental atau cara mengurangi stres, dan perubahan obat bila keluhan disebabkan obat.

Konsensus di Indonesia juga punya alur yang berbeda untuk keduanya. Untuk keluhan refluks yang khas tanpa tanda bahaya, Konsensus GERD PGI 2013 menyebut dokter dapat melakukan tes PPI, yaitu memberi obat penghambat pompa proton selama 1 sampai 2 minggu tanpa endoskopi lebih dulu. Bila gejala hilang dengan obat dan muncul kembali saat obat dihentikan, diagnosis GERD dapat ditegakkan. Untuk dispepsia fungsional, algoritme Konsensus Dispepsia PGI 2014 membedakan pengobatan berdasarkan gejala yang paling menonjol: keluhan nyeri atau rasa terbakar di ulu hati diarahkan ke PPI, sedangkan keluhan rasa penuh setelah makan, cepat kenyang, kembung, mual, dan sendawa diarahkan ke prokinetik. Kedua alur ini dijalankan dokter, bukan untuk dicoba sendiri.

Perbedaan ini menjelaskan kenapa minum obat yang sama terus-menerus tidak selalu berhasil. Keluhan maag akibat infeksi bakteri, misalnya, butuh antibiotik yang hanya bisa diberikan setelah tes. Golongan obat dan batas pemakaiannya ada di obat asam lambung.

Saat mencoba menangani sendiri: sebagian langkah rumahan berlaku untuk keduanya, seperti menurunkan berat badan, berhenti merokok, dan tidak makan 3 sampai 4 jam sebelum tidur menurut NHS. Sebagian lain lebih khas, misalnya meninggikan kepala ranjang lebih bermanfaat untuk refluks malam hari. Langkah yang lebih rinci ada di cara meredakan asam lambung.

Ketika Keluhan Mirip Maag Ternyata Jantung

Ini perbedaan yang paling penting untuk diketahui. Laman RS Jantung Harapan Kita yang dimuat situs Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes menyebut sakit maag dan serangan jantung punya gejala yang mirip. Serangan jantung bisa ditandai rasa tidak nyaman di ulu hati, heartburn, mual, dan nyeri ulu hati, sering disertai sesak napas, keringat dingin, badan lemas, pusing, bahkan pingsan.

Laman yang sama memberi beberapa petunjuk pembeda. Nyeri maag biasanya muncul beberapa saat setelah makan atau saat belum makan sama sekali, memburuk saat berbaring, berkurang setelah minum obat pereda maag, dan disertai begah, sendawa, atau buang angin. Nyeri serangan jantung terasa seperti ditekan, bisa menjalar ke leher, rahang, kedua lengan, atau punggung atas, tidak terkait makan, tidak berkurang dengan obat maag, dan bisa terjadi kapan saja termasuk saat istirahat atau tidur. Laman itu juga menyebut perempuan cenderung lebih rentan mengalami serangan jantung yang gejalanya menyerupai sakit maag, dan serangan jantung lebih sering terjadi pada orang dengan riwayat diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan obesitas.

Prinsip aman: petunjuk pembeda di atas membantu memahami, tetapi tidak cukup untuk memastikan di rumah. Nyeri dada atau ulu hati yang baru, berat, terasa seperti ditekan, menjalar, atau disertai sesak napas dan keringat dingin perlu pertolongan medis segera, apa pun dugaanmu.

Kapan Harus ke Dokter

Untuk keluhan refluks, NHS meminta ke dokter bila perubahan gaya hidup dan obat dari apotek tidak membantu, heartburn muncul hampir setiap hari, atau ada gejala lain seperti makanan tersangkut di tenggorokan, sering muntah, atau berat badan turun tanpa sebab. Untuk gangguan pencernaan, NHS meminta ke dokter bila keluhan terus datang, nyeri hebat, berat badan turun banyak tanpa disengaja, sulit menelan, terus muntah, ada anemia kekurangan zat besi, terasa ada benjolan di perut, atau ada darah di muntahan atau tinja.

Tiga kartu patokan: nyeri perut lebih dari 1 minggu pada gastritis, heartburn hampir setiap hari, dan dispepsia baru di atas usia 45 tahun

Grafik: Bugar Selalu, disusun dari NHS dan Konsensus Dispepsia PGI 2014.

Bila dokter sudah menyebut keluhanmu gastritis, NHS meminta kembali ke dokter bila nyeri perut atau gangguan pencernaan berlangsung lebih dari 1 minggu, atau nyerinya memburuk atau terus kembali, dan meminta janji yang mendesak bila nafsu makan hilang, kenyang setelah makan sangat sedikit, berat badan turun tanpa sebab, terasa ada benjolan di perut, sulit menelan, atau terus muntah.

Pada keduanya, segera cari pertolongan bila muntah darah atau seperti ampas kopi, tinja hitam seperti aspal, atau nyeri hebat yang mendadak. Penjelasan lengkap tanda bahaya ada di ciri asam lambung yang parah, dan gambaran besar klaster ini ada di artikel pilar asam lambung.

Catatan redaksi: naskah ini disusun dan ditinjau Tim Redaksi Bugar Selalu dengan mencocokkan setiap angka, gejala, dan anjuran ke sumber resmi yang dicantumkan di bawah. Peninjauan ini dilakukan tim redaksi, bukan dokter perorangan. Isinya informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun nasihat dokter.

Untuk memperluas konteks asam-lambung, kamu bisa melanjutkan ke Asam Lambung Naik, Posisi Tidur untuk Asam Lambung, Apakah Asam Urat Bisa Sembuh? Arti Sembuh dan Peran Obat, Asam Urat Normal Pria.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa perbedaan asam lambung dan maag?

Dalam istilah medis, keluhan asam lambung naik biasanya merujuk ke GERD, yaitu isi lambung yang berulang kali naik ke kerongkongan. Maag biasanya merujuk ke dispepsia, yaitu kumpulan gejala tidak nyaman di perut bagian atas. Laman Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes mengutip Prof. Ari Fahrial Syam dari FKUI-RSCM bahwa gejala utama GERD adalah rasa panas di dada dan mulut terasa pahit, sedangkan maag terjadi di lambung dengan gejala nyeri ulu hati, begah, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, dan sendawa.

Apakah maag dan GERD bisa terjadi bersamaan?

Bisa. Laman Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes mengutip Prof. Ari Fahrial Syam bahwa orang bisa terkena GERD dan maag sekaligus. NIDDK juga menyebut dispepsia kadang disertai heartburn, walau keduanya kondisi yang berbeda. Konsensus GERD PGI 2013 menyebut gejala GERD dapat tumpang tindih dengan sindrom dispepsia sehingga dokter perlu membedakannya dengan cermat.

Apakah maag sama dengan gastritis?

Tidak persis. Dispepsia atau maag adalah kumpulan gejala, sedangkan gastritis adalah peradangan lapisan lambung yang dipastikan dokter. NIDDK menyebut gastritis kadang menimbulkan gejala dispepsia, tetapi sebagian besar penderita gastritis tidak bergejala. Konsensus Dispepsia PGI 2014 mencatat dari 550 pasien dispepsia yang diendoskopi di Indonesia, 44,7 persen menunjukkan kelainan minimal berupa gastritis dan duodenitis.

Apakah obat maag dan obat asam lambung sama?

Sebagian sama. Antasida, penghambat H2, dan penghambat pompa proton (PPI) dipakai untuk keduanya. Namun NIDDK menyebut pengobatan dispepsia disesuaikan penyebabnya, misalnya antibiotik untuk infeksi Helicobacter pylori, prokinetik yang membantu lambung mengosongkan isinya, atau obat yang meredakan nyeri pada dispepsia fungsional. Karena itu penting tahu keluhanmu termasuk yang mana.

Bagaimana membedakan sakit maag dan serangan jantung?

Laman RS Jantung Harapan Kita di situs Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes menyebut nyeri maag biasanya muncul setelah makan atau saat belum makan, memburuk saat berbaring, dan disertai begah atau sendawa, sedangkan nyeri serangan jantung terasa seperti ditekan, menjalar ke leher, rahang, lengan, atau punggung atas, tidak terkait makan, dan sering disertai sesak napas serta keringat dingin. Nyeri dada yang berat atau baru tetap butuh pertolongan medis segera.

Apakah GERD dan maag bisa sembuh?

Laman Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes mengutip Prof. Ari Fahrial Syam bahwa GERD dan maag bukan penyakit seumur hidup sehingga bisa disembuhkan. Konsensus Dispepsia PGI 2014 menyebut eradikasi Helicobacter pylori mampu memberi kesembuhan jangka panjang terhadap gejala dispepsia. MedlinePlus menyebut kebanyakan penderita GERD membaik dengan perubahan gaya hidup dan obat, walau sebagian tetap perlu obat untuk mengendalikan gejala.

Mana yang lebih berbahaya, asam lambung atau maag?

Menurut NIDDK, pada kebanyakan kasus dispepsia atau maag tidak menimbulkan masalah kesehatan, walau bisa mengganggu kualitas hidup. Laman RS Jantung Harapan Kita di situs Kemenkes juga menyebut sakit maag umumnya tidak mengancam nyawa. Sebaliknya, NIDDK menyebut GERD yang tidak diobati kadang menimbulkan komplikasi serius seiring waktu, seperti esofagitis, penyempitan kerongkongan, dan esofagus Barrett. Meski begitu, maag yang ternyata disebabkan tukak lambung atau disertai tanda bahaya tetap perlu segera diperiksa.

Ditinjau Tim Redaksi Bugar Selalu pada 2026-10-10. Setiap angka, anjuran, dan klaim kesehatan di artikel ini sudah kami cocokkan satu per satu dengan 16 sumber resmi yang tercantum di atas (lembaga pemerintah, badan kesehatan, organisasi profesi, atau jurnal ilmiah). Tinjauan ini dilakukan tim redaksi, bukan dokter, dan tidak menggantikan pemeriksaan tenaga kesehatan. Baca cara kami meninjau konten kesehatan.
Sangkalan medis. Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan diagnosis atau resep tenaga medis. Konsultasikan kondisi khusus (kehamilan, cedera, diabetes, hipertensi) ke tenaga kesehatan sebelum mengubah pola makan atau program latihan.
Butuh arahan personal?

Mau program yang pas dengan kondisimu?

Ngobrol dengan tim Bugar Selalu lewat WhatsApp, gratis untuk mulai.

Chat coach via WhatsApp